SELAMAT DATANG DI BLOG HERBAMAED INDONESIA

HERBAMAED INDONESIA hadir untuk memberikan informasi manfaat tanaman obat/ Herbal khususnya Herbal Indonesia untuk kesehatan. Selain memberikan informasi herbal, HERBAMAED INDONESIA juga menyediakan berbagai macam herbal yang sudah dalam bentuk ektrak dan dikemas dalam bentuk kapsul sehingga memudahkan untuk mengkonsumsinya. Bagi yang berminat untuk memanfaatkan herbal dan konsultasi pengobatan herbal bisa contact : rsmjakarta@gmail.com atau dessysartika@gmail.com / 08988059632
Tampilkan postingan dengan label Healthy Food. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Healthy Food. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 April 2011

Kiwi, si Mungil Pelawan Kanker



Kiwi mengandung banyak vitamin dan mineral (Foto:Getty Images)
Kiwi mengandung banyak vitamin dan mineral (Foto:Getty Images)
TAHUKAH Anda, di balik bulu halus dan kulit cokelatnya, kiwi menyimpan sejuta manfaat untuk kesehatan dan kecantikan kulit.


Buah berwarna coklat muda dan dikenal sebagai gooseberry Cina ini saat dipotong menjadi dua terlihat sangat menarik karena warna hijau cerah dan lingkaran biji wijen yang memenuhi bagian tengah akan langsung menyapa mata.


Ya, tampilan buah ini memang sungguh eksotis. Berkat keeksotisan tersebut, buah ini banyak digunakan sebagai hiasan kue tar, salad buah dan jenis makanan penutup lainnya. Selain eksotis, buah kiwi ternyata mengandung banyak vitamin dan mineral di dalamnya, seperti vitamin C, potasium dan beta karoten yang baik untuk kesehatan.


Lantas, apa saja manfaat lain yang terkandung dalam buah mungil ini? Simak penjabarannya seperti dilansir Idiva, berikut ini.


- Masukkan kiwi dalam asupan regular diet Anda. Buah ini membantu meningkatkan kesehatan kardio vascular, mencegah akumulasi dan plak pada dinding arteri.


- Kiwi mengandung karotenoid, flavonoid dan nutrisi nabati sehingga kiwi merupakan sumber antioksidan terbaik untuk melawan kanker.


-  Kiwi merupakan sumber terbaik dari vitamin E. Karenannya jadikan kiwi sebagai asupan dalam diet harian Anda agar kesehatan kulit tetap terjaga.


- Kiwi mengandung  actinidin, sebuah enzim yang mirip dengan papain dalam papaya. Reaksinya secara kimia dapat memecah protein.


- Kiwi dapat mencegah asma, batuk, melindungi DNA  dan melindungi kesehatan karena mengandung banyak vitamin dan antioksidan.

Sabtu, 02 April 2011

Tulang Kuat Karena Makan Ikan


img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Ikan dikenal sebagai makanan yang sehat karena kandungan nutrisi dan bebas dari lemak jahat. Studi baru juga menunjukkan bahwa orang yang rajin makan ikan akan memiliki tulang kuat dan jauh dari risiko osteoporosis.

Studi baru menemukan bahwa orang dewasa yang teratur makan ikan akan memiliki kepadatan tulang yang bagus dibandingkan dengan orang yang jarang makan ikan.

Peneliti percaya bahwa kombinasi minyak ikan dapat melindungi tulang dari risiko kekeroposan dari waktu ke waktu.

"Kami pikir asam lemak omega-3 dari ikan dapat membantu mencegah kekeroposan tulang (osteoporosis)," kata pemimpin studi Dr Katherine Tucker, profesor di North-eastern University, seperti dilansir Health24, Sabtu (2/4/2011).

Dr Tucker mengatakan bahwa mencegah kekeroposan tulang tidak seserhana yang dibayangkan. Dalam studi ini Dr Tucker baru mendapatkan hasil setelah 4 tahun studi.

Partisipan yang mengkonsumsi tiga porsi atau lebih ikan gelap dalam seminggu, seperti ikan salmon atau sardin, memiliki risiko keropos tulang yang lebih kecil empat tahun kemudian, dibandingkan dengan wanita yang jarang makan ikan.

Ikan kaya dengan asam lemak omega 3, yaitu EPA (Eikosa Pentaenoat Acid) dan DHA (Docosa Hexaenoic Acid). The American Heart Association merekomendasikan untuk makan dua porsi ikan setiap minggu.

Tidak hanya omega-3, peneliti juga mengatakan bahwa asam lemak omega-6 yang disebut asam arakidonat, juga dapat mencegah terjadinya kekeroposan tulang, tapi bila dikonsumsi dalam tingkat yang tinggi.

"Sepertinya Anda perlu mengonsumsinya dalam keseimbangan yang baik. Jika Anda makan asam arakidonat pada tingkat yang sangat rendah, maka Anda tidak akan melihat manfaat dari omega-3," jelas Dr Tucker.

Menurutnya, orang tidak bisa hanya mengambil satu suplemen untuk mendapatkan efek yang baik. Dr Tucker mengatakan terlalu banyak mengonsumsi satu lemak tersebut sebenarnya dapat berbahaya.

"Pada pria, bila asam arakidonat tinggi dan omega-3 rendah maka akan menyebabkan kekeroposan tulang yang lebih parah," jelas Dr Tucker.

Dr Tucker mengatakan belum ada formula yang tepat dari asam lemak omega-3 dan omega-6 yang akan baik untuk kesehatan tulang.

"Ikan muncul untuk memberikan keseimbangan yang baik, karena memiliki asam lemak omega-3 yang cenderung lebih sedikit dibandingkan dengan asam lemak omega-6 berlimpah," jelas Dr Tucker.



Sumber : http://health.detik.com/read/2011/04/02/140656/1607210/766/tulang-kuat-karena-makan-ikan?l991101755

Makanan Pelawan Lemak Jahat


img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Mendengar kata lemak selalu menakutkan bagi kebanyakan orang, karena lemak merupakan faktor penyebabberbagai penyakitberbahaya seperti penyakit jantung. Lemak berlebih di dalam tubuh biasanya berasal dari makanan, tapi makanan tertentu juga dapat membantu melawan lemak. Apa saja?

Lemak merupakan molekul-molekul alam yang tak dapat larut dalam air. Hal inilah yang menyebabkan jika orang terlalu banyak makan lemak akan menjadi gemuk.

Berikut beberapa makanan yang bisa membantu melawan lemak jahat, seperti dilansir Lifemojo, Sabtu (2/4/2011):

1. Almond
Menurut studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Obesity, orang yang makan 85 gram (sekitar 3 ons) almond setiap hari, dapat mengurangi berat badan dan indeks massa tubuh (BMI) 18 persen dibandingkan dengan pengurangan 11 persen pada pelaku diet non-almond.

Kacang ini tinggi alpha-linolenic acid (ALA), yang dapat mempercepat metabolisme lemak. Almond juga tinggi serat, protein dan jenis lemak baik yang memenuhi selera Anda, sehingga bisa menghindari mengemil atau makan berlebih. Makan segenggam almond (tidak lebih dari 12) sehari-hari untuk mendapatkan manfaatnya.

2. Buah yang mengandung vitamin C
Menurut penelitian yang dilakukan di Arizona State University, orang yang mengonsumsi vitamin C dalam jumlah yang memadai yang terdapat pada buah-buahan segar seperti jeruk, stroberi, raspberry, dapat mengoksidasi 30 persen lebih lemak saat melakukan latihan normal.

Para peneliti menemukan bahwa vitamin C dalam aliran darah berkorespondensi langsung dengan kemampuan tubuh untuk membakar lemak sebagai sumber energi. Ini digunakan dalam tubuh untuk membuat karnitin, yaitu suatu zat yang membantu sel-sel membakar lemak untuk energi. Ketika vitamin C yang kurang, karnitin tidak bisa melakukan tugasnya.

3. Ikan
Ikan tidak hanya membuat jantung Anda sehat, tetapi juga mengecilkan pinggang. Asam lemak omega-3 meningkatkan sensitivitas insulin yang membantu membangun otot dan mengurangi lemak perut. Lebih banyak otot ebih baik untuk kapasitas pembakaran lemak tubuh seseorang.

4. Kedelai
Kedelai mengandung lesitin yang membantu sel-sel agar tidak menumpuk lemak. Ini juga akan memecah simpanan lemak dalam tubuh. Lesitin kedelai juga menurunkan kolesterol dan trigliserid, serta meningkatkan HDL (kolesterol baik).

5. Tomat
Tomat mengandung oligofructose, yaitu serat yang membantu mempertahankan efek cholecystokinin(CCK) di perut. CCK adalah hormon yang dikeluarkan oleh usus kecil dalam menanggapi adanya lemak dan membantu meningkatkan perasaan kenyang dengan mengencangkan katup antara perut dan usus. Hal ini membuat Anda untuk makan tidak terlalu banyak.

Tomat juga dikemas dengan vitamin C yang membantu dalam produksi karnitin. Penelitian telah menunjukkan bahwa karnitin dapat membantu mempercepat kemampuan tubuh membakar lemak hingga sepertiga.



Sumber : http://health.detik.com/read/2011/04/02/080113/1607021/766/makanan-pelawan-lemak-jahat?l991101755

Minggu, 20 Maret 2011

Penderita Diabetes Boleh Makan Enak

Mengidap penyakit diabetes mellitus bukanlah berarti kiamat dalam kehidupan Anda.  Meskipun tidak dapat sembuh, penderita diabetes (diabetesi) sebenarnya tetap dapat menikmati hidup secara normal termasuk mengonsumsi berbagai jenis makanan, kendati harus disesuaikan kebutuhan kalori.

Menurut Prof. Slamet Suryono MD, Ketua Pusat Penelitian Diabetes dan Lemak RSCM/FKUI, dahulu sempat berkembang mitos bahwa hidup dengan penyakit diabetes merupakan suatu penderitaan yang menyiksa. 

Penderita biasanya harus menjalani diet ketat dengan pantangan makanan manis. Gula dan bumbu pada makanan juga dihindari, sehingga kerap kali menu untuk diabetesi sering berbeda.  Mitos-mitos tersebut, kata Prof Slamet, tidaklah berlaku karena penderita diabetes sebenarnya dapat mengonsumsi makanan apapun, kendati porsinya  harus tetap diperhatikan.

"Dulu, ada mitos diabetesi tak boleh makan enak. Harus makan kentang, tak boleh menyentuh gula, makan terpisah dari keluarga. Tidak demikian lagi sekarang, semua dibolehkan tetapi dengan takaran tertentu," ungkap Prof. Slamet.

Pada prinsipnya, lanjut mantan Presiden Federasi Perkumpulan Endokrinologi ASEAN ini, pengidap diabetes dapat hidup normal asalkan mau menjalani empat modalitas utama yang tak dapat dipisahkan.  Empat modalitas tersebut adalah mengikuti penyuluhan agar paham dan mandiri mengatasi diabetes, mengatur pola makan, melakukan olahraga teratur dan terapi obat-obatan. 

Seorang diabetesi, ujar Prof Slamet, bahkan sebenarnya tidak memerlukan obat-obatan bila ia mampu disiplin memantau kadar gula darahnya dan mengontrol melalui pengaturan makan dan olahraga teratur.

"Obat-obatan itu adalah modalitas yang terakhir. Baru diperlukan bila gagal dengan pengaturan makan dan olahraga.  Yang harus diingat pula, obat-obatan tidak untuk menggantikan pengaturan makanan dan olahraga teratur,"  ujar Prof Slamet. 

Ia meyakinkan, bila dilakukan secara disiplin, benar dan teratur, upaya diet dan olahraga  saja sebenarnya sudah mampu menurunkan kadar gula darah secara signifikan pada penderita diabetes. 

"Pokoknya bila diet dan olahraga dilakukan secara ketat dan baik, gula darah pasien akan menurun dalam dua minggu. Dalam dua pekan sudah kelihatan, lebih lama lagi lebih baik. Jadi yang diperlukan adalah konsistensi," tegasnya.

Dengan terapi obat, gula darah penderita memang dapat diturunkan lebih cepat ketimbang pengaturan makan dan olahraga.  Tetapi yang biasanya kemudian terjadi adalah mereka menjadi ketergantungan terhadap obat.  

"Memang kalo ingin cepat ya dengan obat, tetapi berarti itu melompat ke modalitas keempat, sedangkan nomor satu dua dan tiganya dilupakan. Yang akan terjadi adalah pasien menjadi dependent terhadap obat. Ini tentu kurang baik," paparnya.

Supaya pengaturan makan dan upaya olahraga menjadi efektif, Prof Slamet memiliki tip-tip yang dapat dilakukan para diabetesi. 

Berikut adalah tip-tipnya :
- Jaga nafsu makan
- Usahakan porsi tersebar dalam sehari supaya kadar gula darah tidak terlalu berfluktuasi  
- Bagilah porsi makanan menjadi 3 porsi besar dan 3 porsi kecil.  
- Makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang.  
- Teratur dalam jumlah, jenis dan jadwal 
- Lebih banyak menu buah-buahan dan sayuran
- Gerak badan atau olahraga secara teratur minimal selama 30 menit 3 atau 4 kali seminggu.  
- Pilih olaharga yang sesuai.  Jalan kaki atau berenang relatif lebih baik.

Sumber : www.smallcrab.com

Buah dan Sayur yang Bisa Turunkan Tekanan Darah


img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Menjaga tekanan darah tetap normal sangat penting karena tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko stroke, gagal ginjal danpenyakit jantung. Beberapa buah dan sayur ini memiliki khasiat besar dalam mengontrol tekanan darah.

Tekanan darah tinggi sering disebut 'silent killer' karena seringkali tidak menunjukkan gejala apa-apa. Penelitian menunjukkan memasukkan buah-buahan dan sayuran tertentu dalam menu harian Anda dapat membantu menurunkan tekanan darah dalam tubuh.

Berikut beberapa buah dan sayur yang dapat menurukan tekanan darah, seperti dilansir Livestrong, Minggu (20/3/2011), antara lain:

1. Buah bit
Penelitian yang dilakukan ilmuwan dari Barts and London Medical School dan Queen Mary University of London menunjukkan minum jus bit dapat menurunkan tekanan darah. Ini karena buah bit mengandung nitrat yang bisa membantu menurunkan tekanan darah.

Mekanisme kerja yang terjadi adalah kadar nitrat anorganik di dalam buah bit akan diubah menjadi gas oksida nitrat saat dimakan. Gas ini akan membuat pembuluh darah terbuka dan rileks, sehingga tekanan darah seseorang menjadi turun. Namun efek ini lebih jelas terlihat pada laki-laki dibandingkan dengan perempuan.

2. Bayam
Folat, yaitu vitamin B yang larut yang ditemukan pada bayam dan brokoli juga dapat menurunkan tekanan darah. Ilmuwan dari Policlinico di Modena, Italia, mengeksplorasi efek folat pada tekanan darah pada wanita menopause.

Peserta menerima 15 mg folat atau plasebo selama tiga minggu. Para ilmuwan melaporkan padaEuropean Journal of Clinical Nutrition bahwa kelompok folat mengalami penurunan yang signifikan pada tekanan darah dibandingkan dengan kelompok plasebo.

3. Buah jeruk
Sebuah penelitian dilaporkan dalam jurnal Hipertensi edisi bulan April 2005. Ilmuwan dari St George's Medical School di London meneliti efek dari sitrat kalium yang ditemukan dalam pisang dan buah jeruk, serta kalium klorida dari suplemen. Ilmuwan menemukan bahwa kedua bentuk kalium tersebut efektif dalam menurunkan tekanan darah bagi penderita hipertensi tahap 1.

4. Pisang

Penemuan yang dilaporkan dalam jurnal Nutrition, Metabolism and Cardiovascular Diseases edisi Desember 2009 menyelidiki dampak suplemen magnesium pada orang dewasa yang kelebihan berat badan.

Peneliti menemukan bahwa partisipan dengan tekanan darah sistolik lebih besar dari 140 dan diastolik antara 90 dan 99 dengan mengonsumsi magnesium 300 mg selama 12 minggu, mengalami penurunan tekanan darah dibandingkan dengan plasebo. Magnesium banyak terdapat pada buah pisang, apel, jeruk dan pir.



Smber : www.health.detik.com

Kamis, 27 Januari 2011

4 Sehat 5 Sempurna Tinggal Sejarah, Diganti dengan PGS


img
Tumpeng Gizi Seimbang (detikhealth)
Jakarta, Sejak di bangku Sekolah Dasar, pedoman hidup sehat selalu diajarkan dengan makan 4 sehat 5 sempurna (4S 5S). Tapi kini pedoman tersebut sudah tidak sesuai dan diganti dengan Pedoman Gizi Seimbang.

Indonesia kini resmi menggunakan Pedoman Gizi Seimbang (PGS) untuk menyiapkan pola hidup sehat masyarakat Indonesia dalam menghadapi 'beban ganda masalah gizi', yaitu ketika kekurangan dan kelebihan gizi terjadi secara bersama.

PGS diharapkan dapat memperbaiki pedoman sebelumnya, yaitu 4 sehat 5 sempurna yang sudah dipopulerkan sejak tahun 1950-an.

"4S 5S itu sudah jadi sejarah, karena ini adalah ilmu pengetahuan. Nggak ada ilmu pengetahuan yang kekal, semuanya pasti berkembang dan diperbaharui. Bukan berarti dihapuskan, tetapi dikembangkan dengan pengetahuan yang baru," jelas Prof Soekirman,SKM.,MPS-ID.,PhD, ahli gizi sekaligus guru besar IPB dalam acara Press Conference Pedoman Buku Gizi Seimbang, di Hotel Akmani, Jakarta, Kamis (27/4/2011).

Jika Empat Sehat Lima Sempurna menekankan pada:
  1. Makanan Pokok
  2. Lauk-Pauk
  3. Sayur-Mayur
  4. Buah
  5. Susu

Maka Gizi Seimbang adalah susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Pedoman Gizi Seimbang memperhatikan 4 prinsip, yaitu:
  1. Variasi makanan
  2. Pentingnya pola hidup bersih
  3. Pentingnya pola hidup aktif dan olahraga
  4. Memantau berat badan ideal

Prof Soekirman mengatakan berbeda dengan konsep 4S 5S yang menyamaratakan kebutuhan gizi semua orang, PGS berprinsip bahwa tiap golongan usia, jenis kelamin, kesehatan dan akitifitas fisik memerlukan PGS yang berbeda, sesuai dengan kondisi masing-masing kelompok tersebut.

Di samping itu, PGS menekankan pula proporsi yang berbeda untuk setiap kelompok yang disesuaikan atau diseimbangkan dengan kebutuhan tubuh.

Perbedaan lainnya, PGS tidak memberlakukan susu sebagai makanan sempurna, melainkan ditempatkan satu kelompok dengan sumber protein hewani lain.

"Konsep 4S 5S diciptakan karena pada tahun 1950-an orang belum tahu cara makan yang benar. Tetapi sejak tahun 90-an, permasalahan gizi sudah berubah. Sekarang banyak negara menghadapi masalah kegemukanan, obesitas dengan akibatnya diabetes, hipertensi, jantung, stroke, yang mewabah ke negara maju dan berkembang," lanjut Prof Soekirman, yang juga merupakan ketua Koalisi Fortifikasi Indonesia (KFI).

Prof Soekirman menuturkan, dengan adanya permasalahan ini akhirnya pada konferensi di Roma, FAO dan WHO mulai mengubah konsep 4S 5S menjadi Pedoman Gizi Seimbang.

"Sebenarnya Departemen Kesehatan kita pada tahun 2003 dan 2005 juga sudah mencetak buku tentang Pedoman Gizi Seimbang. Sayangnya kurang dipublikasikan, akhirnya tidak banyak yang tahu kalau ada bukunya," jelas Prof Soekirman.

PGS Pakai Ilustrasi Tumpeng

Untuk mempermudah pemahaman mengenai PGS, setiap negara di dunia memiliki visualisasi yang disesuaikan dengan kebudayaan masing-masing.

Di Indonesia, prinsip PGS divisualisasikan dalam bentuk tumpeng dan nampannya yang disebut Tumpeng Gizi Seimbang (TGS).

TGS membantu setiap orang memilih makanan dengan jenis dan jumlah yang tepat, sesuai dengan berbagai kebutuhan menurut usia (bayi, balita, remaja, dewasa, usia lanjut) dan sesuai keadaan kesehatan (hamil, menyusui, aktivitas fisik, sakit).

Potongan-potongan TGS dialasi dengan air putih, artinya air putih merupakan bagian terbesar dan zat gizi esensial bagi kehidupan untuk hidup sehat dan aktif.

Setelah itu, ada potongan besar yang merupakan golongan makanan pokok (sumber karbohidrat), dianjurkan dikonsumsi 3-8 porsi (sesuai kebutuhan menurut usia dan keadaan kesehatan).

Di atas bagian ini terdapat golongan sayuran dan buah sebagai sumber serat, vitamin dan mineral. Setelah itu baru protein hewani dan nabati, serta di puncak tumpeng terdapat potongan kecil gula, garam dan minyak yang hanya digunakan seperlunya.

Dan sebagai alas TGS, gizi seimbang juga harus menyertakan olahraga teratur, menjaga kebersihan dan memantu berat badan.

Pemahaman tentang gizi seimbang diharapkan dapat membekali individu maupun keluarga dalam mencegah masalah-masalah yang timbul serta membantu mewujudkan pola hidup sehat masyarakat Indonesia.





Sumber : http://health.detik.com/read/2011/01/27/142244/1555856/763/4-sehat-5-sempurna-tinggal-sejarah-diganti-dengan-pgs?l991101755

Senin, 24 Januari 2011

Minyak Sawit Sumber Vitamin A Alami


img
foto: Thinkstock
Jakarta, Minyak sawit secara alami kaya akan kandungan senyawa beta karoten. Senyawa ini merupakan provitamin A yang di dalam tubuh akan diubah menjadi vitamin A.

Namun dalam produksi, kandungan beta karoten dihilangkan melalui proses bleaching yang membuatnya tampak bening sehingga lebih diterima masyarakat. Ketika masih mengandung beta karoten, minyak sawit berwarna merah sehingga tidak banyak yang mau mengonsumsi karena warnanya aneh. 

"Kita sedang mengembangkan teknologi yang membuat minyak sawit bisa bening tanpa kehilangan kandungan beta karoten. Namun untuk saat ini teknologinya masih mahal, lebih mahal dari fortifikasi," ungkap pakar gizi dari Institut Pertanian Bogor, Dr Ir Drajat Martianto saat ditemui dalam dialog Fortifikasi Minyak Goreng di Gedung Kementerian Pendidikan, Senayan, Senin (24/11/2011) 

Fortifikasi vitamin A ke dalam minyak goreng memang dirancang agar tidak membebani produsen dan terutama konsumen yang sebagian besar di antaranya bersal dari kalangan menengah ke bawah. Harga 1 kg vitamin A dengan kadar 1 juta IU (international unit) hanya sekitar US$ 70, sehingga hanya menambah biaya produksi Rp 32/kg. 

Penghargaan 
Kementerian kesehatan akan memberikan penghargaan bagi 2 perusahaan minyak nabati di Indonesia. Keduanya dinilai peduli kesehatan dengan melakukan fortifikasi atau penambahan vitamin A secara sukarela dalam produk minyak gorengnya. 

Kabar tersebut disampaikan oleh ketua Koalisi Fortifikasi Indonesia (KFI), Prof Soekirman yang juga merupakan pengajar di Institut Pertanian Bogor. Kedua perusahaan yang dimaksud Prof Soekirman adalah PT Wilmar Nabati Indonesia dan PT Musim Mas yang sudah melakukan fortifikasi meski belum ada regulasi yang mewajibkannya. 

"Baru 2 perusahaan yang melakukan fortifikasi, besok mereka akan menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan. Kita juga mengupayakan agar paling tidak tahun 2014 seluruh minyak goreng sudah mengandung vitamin A," ungkap Prof Soekirman. 

Untuk saat ini, fortifikasi vitamin A dalam minyak goreng memang belum menjadi kewajiban. Sifatnya masih sukarela, sehingga umumnya dilakukan pada produk-produk minyak goreng bermerek yang harganya relatif lebih mahal. 

Target fortifikasi sesungguhnya adalah minyak curah yang dikonsumsi oleh banyak lapisan masyarakat, sehingga bisa menjangkau keluarga miskin sekalipun. Menurut Prof Soekirman, jumlah keluarga miskin yang bisa dijangkau melalui program ini mencapai 35 juta keluarga. 

Saat dikonfirmasi tentang pemberian penghargaan pada 2 perusahaan minyak goreng, Direktur Bina Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan, Dr Minarto, MPS mengatakan hal itu sebagai apresiasi atas inisiatif untuk melakukan fortifikasi vitamin A. 

"Bukan penghargaan, tetapi sekedar bentuk ucapan terima kasih karena sudah melakukan fortifikasi secara sukarela," kata Dr Minarto yang juga hadir dalam dialog tersebut. 

Fortifikasi wajib yang pernah dilakukan di Indonesia adalah pada garam dan tepung terigu. Produsen garam wajib menambahkan yodium, sementara terigu harus mengandung zat besi, seng, folat, vitamin B1 dan vitamin B2. 

Selain minyak goreng yang rencananya akan diwajibkan untuk fortifikasi vitamin A, beras juga akan diwajibkan untuk fortifikasi folat dan zat besi.






Sumber : http://health.detik.com/read/2011/01/24/144659/1553189/763/minyak-sawit-sumber-vitamin-a-alami

Jumat, 21 Januari 2011

Kaum Vegetarian Rentan Terkena Anemia?


img
(Foto: thinkstock)

Jakarta, Kandungan zat besi lebih banyak ditemui pada protein hewani ketimbang sayuran. Hal inilah yang membuat kaum vegetarian sering dicurigai lebih rentan terkena anemia ketimbang kelompok non-vegetarian.

Padahal, sebenarnya belum ada kesimpulan pasti terkait risiko anemia pada vegetarian. Menurut dr. Cindiawaty Pudjiadi, MARS, MS, SpGK, meskipun stok zat besi pada kelompok vegetarian lebih rendah dibandingkan non-vegetarian, kadar zat besi mereka belum tentu ada pada level defisiensi atau kekurangan.

Menurut ahli gizi dari IPB Drs. Rimbawan, PhD, kunci dari diet vegetarian yang sehat adalah keanekaragaman. Artinya, pangan yang kurang nutrisi A harus ditutupi dengan pangan yang kaya nutrisi A.

Diet vegetarian yang sehat dan bervariasi mencakup buah, sayur mayur, padi-padian, kacang-kacangan dan biji-bijian, termasuk produk susu dan telur bagi lakto-ovo vegetarian.

Nah, kalau Anda seorang vegetarian, ada baiknya jika Anda meningkatkan asupan zat besi lewat suplemen jika memang tidak bisa mendapatkan zat besi secara alami.

Kelompok vegetarian juga bisa menemukan sumber protein tinggi pada tempe dan tahu. Selain mampu mencegah anemia, kedua jenis pangan itu juga kaya kalsium. Konsumsi kacang-kacangan juga perlu diperbanyak untuk menambal kekurangan protein hewani.

Jangan Yakin Terbebas Anemia

Anemia dapat dicegah, namun tergantung pada penyebabnya. Untuk anemia yang disebabkan oleh kelainan darah bawaan, seperti anemia sel sabit, cara pencegahan belum ditemukan.

Namun jika penyebabnya karena kekurangan zat besi, pencegahan bisa dilakukan dengan memperbanyak asupan zat besi lewat makanan. Beberapa makanan yang bisa Anda pilih diantaranya tiram, udang, hati sapi, daging, telur, susu, kacang polong hijau, kacang tanah, kedelai, dan sayuran hijau.

Yang perlu diperhatikan adalah zat besi yang terdapat pada daging lebih mudah diserap tubuh daripada zat besi pada sayuran, atau pada makanan olahan seperti sereal yang diperkuat dengan zat besi. Selain itu, beras yang kerap menjadi makanan pokok pendamping lauk pauk juga ternyata dapat mengurangi penyerapan zat besi.

Jadi, walaupun sudah banyak mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, jangan yakin dulu terbebas dari anemia. Untuk mengatasinya, Anda harus banyak mengonsumsi pangan sumber vitamin C, seperti jeruk, tomat, mangga, dan stroberi yang dapat mempercepat penyerapan zat besi. Ketika menyantap daging, misalnya, pilih jus jeruk sebagai pelengkap.

Anemia adalah kondisi saat darah tidak memiliki cukup kandungan hemoglobin akibat kurangnya jumlah zat besi di dalam tubuh. Zat besi diperlukan tubuh untuk memproduksi hemoglobin, yang akan membawa oksigen ke seluruh organ tubuh. Anemia lebih sering dikenal dengan sebutan penyakitkurang darah.

Di Amerika Serikat, sekitar 20% dari wanita-wanita usia produktif tercatat kekurangan zat besi. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan para penderita pria yang tercatat hanya 4%. Pemicu utamanya ternyata faktor menstruasi.

Sayangnya, banyak wanita tak menyadari terkena anemia karena tanda-tanda yang muncul relatif biasa sehingga sering tidak dipedulikan. Padahal, para ahli kesehatan sudah lama menyarankan agar kaum wanita jangan meremehkan gejala anemia karena penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi gagal jantung dan menurunkan produktivitas kinerja otak dan otot.

Tanda-tanda terkena anemia adalah:


  1. Lemah, lesu, pusing, mudah marah atau sulit konsentrasi.
  2. Pucat terutama pada gusi dan kelopak mata atau bawah kuku.
  3. Jantung berdebar nafas pendek.
  4. Sariawan mulut atau lidah, bilur-bilur atau pendarahan tidak biasa.
  5. Mati rasa atau kesemutan di daerah kaki.
  6. Mual dan diare.

(Baca artikel lainnya di http://www.inspiredkidsmagazine.com)




Sumber : http://health.detik.com/read/2011/01/20/111937/1550412/1073/kaum-vegetarian-rentan-terkena-anemia