SELAMAT DATANG DI BLOG HERBAMAED INDONESIA

HERBAMAED INDONESIA hadir untuk memberikan informasi manfaat tanaman obat/ Herbal khususnya Herbal Indonesia untuk kesehatan. Selain memberikan informasi herbal, HERBAMAED INDONESIA juga menyediakan berbagai macam herbal yang sudah dalam bentuk ektrak dan dikemas dalam bentuk kapsul sehingga memudahkan untuk mengkonsumsinya. Bagi yang berminat untuk memanfaatkan herbal dan konsultasi pengobatan herbal bisa contact : rsmjakarta@gmail.com atau dessysartika@gmail.com / 08988059632
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Januari 2012

34 Khasiat Kulit Manggis


Buah manggis (Garcinia mangostana. L) tumbuh liar di hutan dan pegunungan dengan ketinggian pohon bisa mencapai lebih dari 15 meter namun mempunyai masa berbuah yang membutuhkan waktu lebih dari 10 tahun. Indonesia sebagai negara yang memiliki keanekaragaman hayati melimpah adalah salah satu sentra penghasil manggis yang diekspor ke berbagai belahan dunia seperti Amerika dan Eropa. Berdasarkan informasi yang saya dapat, di Eropa sana nilai jual kulit manggis sangat tinggi. Di sana kulit manggis dijadikan jus yang harganya mencapai 20 US dolar atau berkisar 200 ribu rupiah per gelas. Sedangkan di Negara kita, buah manggis dijadikan bahan tebak-tebakan bahkan bisa jadi permainan “JUDI”

Mungkin sudah lama ada yang meyakini bahwa buah manggis itu berkhasiat, namun soal manfaat kulit manggis baru belakangan ini “naik daun”. Warna kulit manggis yang ungu diyakini kaya akan zat antioksidan kuat.

Kulit dari ratu segala buah Tropis (Queen of The Tropic Fruits) ini dapat menghasilkan senyawa xanthone, yaitu zat yang terbentuk dari hasil isolasi kulit buah manggis. Kadarnya mencapai 123,97 mg per ml. Xanthone mempunyai aktivitas antiinflamasi dan antioksidan. Senyawa xanthone dapat menangkal radikal bebas dan mencegah kerusakan sel sehingga proses degenerasi sel terhambat. Apalagi zaman sekarang, kita sudah banyak terkontaminasi oleh bahan-bahan kimiawi, bahan polutan dan bahan tiruan, dan itu semua sudah tak terelakkan lagi. Selain itu Xanthone bukan hanya sebagai antioksidan, tetapi juga antikanker. Belakangan ini para ilmuwan juga sedang melakukan uji potensi kulit manggis sebagai obat HIV.

Berikut 34 Fakta khasiat kulit manggis :

1. Anti-fatigue (energy booster/memberi tenaga)
2. Powerful anti-inflammatory (prevents inflammation/anti peradangan)
3. Analgesic (prevents pain/mencegah sakit urat saraf) 4
. Anti-ulcer (stomach, mouth and bowel ulcers)
5. Anti-depressant (low to moderate/mencegah kemurungan)
6. Anxyolytic (anti-anxiety effect/mencegah kegelisahan, panik & cemas)
7. Anti-Alzheimerian (helps prevent dementia/mencegah penyegah Alzheimeria)
8. Anti-tumor and cancer prevention (shown to be capable of killing cancer cells/Mencegah kanker)
9. Immunomodulator (helps the immune system/system kekebalan)
10. Anti-aging (Anti penuaan)
11. Anti-oxidant ( Buang toxic/racun dalam badan)
12. Anti-viral (membunuh kuman)
13. Anti-biotic (modulates bacterial infections)
14. Anti-fungal (prevents fungal infections/infeksi oleh jamur)
15. Anti-seborrheaic (prevents skin disorders/ mencantikkan kulit)
16. Anti-lipidemic (blood fat lowering/membuang kolesterol)
17. Anti-atherosclerotic (prevents hardening of arteries)
18. Cardioprotective (protects the heart/untuk jantung)
19. Hypotensive (blood pressure lowering/merendahkan tekanan darah)
20. Hypoglycemic (anti-diabetic effect, helps lower blood sugar/ mengurangi gula dalam darah)
21. Anti-obesity (helps with weight loss/kuruskan badan)
22. Anti-arthritic (prevention of arthritis/cegah sakit tulang)
23. Anti-osteoporosis (helps prevent the loss of bone mass/tulang rapuh)
24. Anti-periodontic (prevents gum disease/cegah gusi berdarah)
25. Anti-allergenic (prevents allergic reaction)
26. Anti-calculitic (prevents kidney stones/cegah batu karang)
27. Anti-pyretic (fever lowering/rendahkan suhu badan)
28. Anti-Parkinson (penyakit saraf parkinson)
29. Anti-diarrheal (mencegah diare)
30. Anti-neuralgic (reduces nerve pain/sakit urat saraf)
31. Anti-vertigo (prevents dizziness)
32. Anti-glaucomic (prevents glaucoma/sakit mata)
33. Anti-cataract (prevents cataracts)
34. Pansystemic (has a synergistic effect on the whole body/Mengimbangi seluruh badan)

Selasa, 05 April 2011

Tidur Siang 1 Jam Sehari Bikin Jantung Lebih Sehat


Tidur bikin jantung sehat. (Foto: Corbis)
Tidur bikin jantung sehat. (Foto: Corbis)
JANGAN remehkan aktivitas istirahat siang Anda dan justru memilih untuk mengerjakan kegiatan lain. Tidur siang selama 1 jam dipercaya dapat menyehatkan jantung Anda.

Seberapa sering Anda melakukan agenda tidur siang? Bagi para pekerja kantor mungkin agenda ini tak pernah dilakukan pada hari biasa karena rutinitas  harian yang mereka jalankan. Namun saat “weekend” tiba, waktu libur yang didapat seharusnya menjadi momen efektif untuk menerapkan tidur siang. Sayangnya, jarang dari para kosmopolit yang mengaplikasikan hal tersebut. Ketimbang tidur siang, mereka lebih sering melewatkan agenda denganhangout, rekreasi atau menghabiskan waktu untuk nonton acara televisi.

Nah, jika Anda termasuk pribadi yang masih meremehkan agenda “weekend” dengan melewatkan jam tidur siang, sebaiknya segera ubah jadwal Anda. Tidur siang selama satu jam ternyata menyimpan manfaat bagi sistem kardiovaskular, seperti diungkap sebuah studi baru. Demikian yang ditulis Times of India, Senin (4/4/2011).

Penelitian yang dilakukan oleh Ryan Brindle dan Saran Conklin dari Allegheny College di Pennsylvania melihat efek dari tidur siang pada pemulihan kardiovaskular setelah melalui tes stres. Mereka menemukan bahwa peserta yang tidur minimal 45 menit di siang hari memiliki tekanan darah rata-rata daripada mereka yang tidak tidur.

Jadwal kerja yang panjang, kerja shift akan menyebabkan kecemasan serta kelelahan. Akibatnya, banyak masyarakat urban melarikannya dengan menonton televisi atau menggunakan internet hingga larut malam sehingga berdampak pada pola tidur yang kurang berkualitas.

Dalam penelitian ini, para peneliti membagi 85 mahasiswa sehat menjadi dua kelompok. Satu kelompok diberikan interval selama 60 menit di siang hari ketika mereka memiliki kesempatan untuk tidur sedangkan kelompok lainnya tidak tidur di siang hari. Para peneliti juga meminta siswa untuk menyelesaikan kuesioner untuk menilai kualitas tidur dan menyelesaikan tugas reaktivitas kardiovaskular yang melibatkan latihan untuk mengurangi kompleks mental.

Briandle dan Conkline kemudian mengukur tekanan darah dan jantung mereka secara berkala untuk menunjang hasil penelitian. Dari sana, mereka menemukan bahwa tidur siang hari ternyata memiliki efekrestorative dengan siswa. Dengan tidur siang, tingkat kantuk siswa saat berada di kelas lebih rendah ketimbang mereka yang tidak tidur.

Meskipun tekanan darah dan detak jantung meningkat pada kedua kelompok antara awal dan fase stres, namun selama tahap pemulihan mereka yang tidur siang memiliki tekanan darah secara signifikan atau rata-rata lebih rendah dari mereka yang tidak tidur.

Hasil ini menunjukkan bahwa tidur antara 45-60 menit di siang hari dapat memfasilitasi pemulihan tekanan darah setelah tugas tekanan mental di laboratorium.

“Temuan kami menunjukkan bahwa tidur siang dapat memberikan manfaat kardiovaskular dengan mempercepat pemulihan kardiovaskular selepas tertekan stres secara mental. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi mekanisme tidur siang hari dalam kaitannya dengan kesehatan jantung dan untuk mengevaluasi tidur siang sebagai praktik penyembuhan dan langkah proteksi, terutama bagi mereka yang memiliki risiko penyakit yang dikenal dengan kardiovaskular dan orang-orang dengan kualitas tidur yang kurang optimal,” kata peneliti menyimpulkan.

Kiwi, si Mungil Pelawan Kanker



Kiwi mengandung banyak vitamin dan mineral (Foto:Getty Images)
Kiwi mengandung banyak vitamin dan mineral (Foto:Getty Images)
TAHUKAH Anda, di balik bulu halus dan kulit cokelatnya, kiwi menyimpan sejuta manfaat untuk kesehatan dan kecantikan kulit.


Buah berwarna coklat muda dan dikenal sebagai gooseberry Cina ini saat dipotong menjadi dua terlihat sangat menarik karena warna hijau cerah dan lingkaran biji wijen yang memenuhi bagian tengah akan langsung menyapa mata.


Ya, tampilan buah ini memang sungguh eksotis. Berkat keeksotisan tersebut, buah ini banyak digunakan sebagai hiasan kue tar, salad buah dan jenis makanan penutup lainnya. Selain eksotis, buah kiwi ternyata mengandung banyak vitamin dan mineral di dalamnya, seperti vitamin C, potasium dan beta karoten yang baik untuk kesehatan.


Lantas, apa saja manfaat lain yang terkandung dalam buah mungil ini? Simak penjabarannya seperti dilansir Idiva, berikut ini.


- Masukkan kiwi dalam asupan regular diet Anda. Buah ini membantu meningkatkan kesehatan kardio vascular, mencegah akumulasi dan plak pada dinding arteri.


- Kiwi mengandung karotenoid, flavonoid dan nutrisi nabati sehingga kiwi merupakan sumber antioksidan terbaik untuk melawan kanker.


-  Kiwi merupakan sumber terbaik dari vitamin E. Karenannya jadikan kiwi sebagai asupan dalam diet harian Anda agar kesehatan kulit tetap terjaga.


- Kiwi mengandung  actinidin, sebuah enzim yang mirip dengan papain dalam papaya. Reaksinya secara kimia dapat memecah protein.


- Kiwi dapat mencegah asma, batuk, melindungi DNA  dan melindungi kesehatan karena mengandung banyak vitamin dan antioksidan.

Bekerja Lebih dari 11 Jam? Waspadai Serangan Jantung!


(Foto: gettyimages)
(Foto: gettyimages)
ANDA sanggup bekerja berjam-jam, tapi tidak demikian dengan jantung Anda. Bekerja lebih dari 11 jam sehari dibanding biasanya, antara 09.00-17.00, secara nyata meningkatkan risiko penyakit jantung.

Besarnya risiko naik sebesar 67 persen pada orang yang bekerja selama berjam-jam. Demikian para peneliti dari Universitas College London, Inggris, melaporkan pada JurnalAnnals of Internal Medicine.

Tim peneliti mendasarkan temuan mereka pada lebih dari 7.000 pegawai negeri sipil yang dilacak kesehatannya sejak 1985.

Selanjutnya, mereka menyarankan dokter untuk juga menanyakan jam kerja pasien mereka saat memeriksa.

"Mempertimbangkan kesehatan pasien termasuk mengukur jam kerja mereka. Ini dilakukan oleh dokter dalam sebuah wawancara yang sangat sederhana. Penelitian kami menyajikan kasus yang kuat yang seharusnya menjadi standar praktik,” jelas peneliti utama Profesor Mika Kivimaki, seperti dikutip dariBBC, Selasa (5/4/2011).

Studi ini jelas membuat kita berpikir dua kali tentang pepatah lama yang mengatakan, “kerja keras tidak akan membunuhmu".

"Informasi baru ini akan membantu meningkatkan keputusan mengenai pengobatan penyakit jantung. Bisa juga merupakan alarm bagi orang yang terlalu bekerja keras, terutama jika mereka sudah memiliki faktor risiko lain," terang Profesor Stephen Holgate dari Medical Research Council.

Faktor risiko lain juga memengaruhi

Selama studi, sebanyak 192 partisipan menderita serangan jantung. Mereka yang bekerja 11 jam atau lebih sehari lebih dari setengah lebih mungkin untuk mengalami serangan jantung daripada mereka yang bekerja dengan jam kerja lebih pendek.

Dan, orang yang menambahkan jam kerja sementara memiliki faktor hati, seperti tekanan darah tinggi, membuat prediksi para peneliti menjadi jauh lebih akurat.

"Menerapkan gaya hidup yang merugikan kesehatan merupakan wilayah kunci untuk perlindungan jantung, dan penelitian ini mengingatkan kita bahwa bukan hanya diet dan olahraga yang perlu kita pikirkan," tambah Profesor Stephen.

"Temuan terbaru ini meningkatkan kemungkinan bahwa jam kerja yang panjang dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Namun studi lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi hubungan keduanya dan menjelaskan bagaimana hal tersebut dapat digunakan untuk mengubah pendekatan kami dalam menilai risiko seseorang terkena penyakit jantung. Juga, saran yang bisa kami berikan pada dunia kerja," papar Profesor Peter Weissberg dari British Heart Foundation.

Para ahli menduga, sejumlah faktor bisa mendasari seseorang terkena serangan jantung, seperti tekanan darah tinggi yang tidak terdeteksi, stres, kecemasan atau depresi, dan menjadi pribadi yang dikendalikan, agresif, ataupun pemarah.

“Studi lebih lanjut diperlukan untuk melihat apakah memotong jam kerja akan meningkatkan kesehatan jantung,” tutup peneliti.

Radiasi Nuklir, Anak-Anak Paling Berisiko Kanker


(Foto: gettyimages)
(Foto: gettyimages)
RADIASI nuklir dapat mencemari rantai makanan yang bersentuhan langsung dengan manusia, salah satunya susu sapi. Anak-anak dan janin adalah kalangan yang paling berisiko terhadap kanker.

"Ledakan membuat penduduk terpapar radiasi dengan efek jangka panjang adalah kanker, seperti kanker tiroid, kanker tulang, dan leukemia. Anak-anak dan janin adalah pihak yang sangat rentan terhadap risiko ini," kata Lam Ching-wan, patolog kimia di Universitas Hong Kong, seperti dikutip dari Reuters Health, Kamis (17/3/2011).

"Untuk sebagian orang, bahkan sejumlah kecil radiasi dapat meningkatkan risiko kanker. Semakin tinggi radiasi, semakin tinggi risiko kanker," lanjut Lam yang juga anggota di American Board of Toxicologists.

Bahan radioaktif dibawa hanya dalam hitungan menit lewat tetesan air di udara. Bahan ini kemudian dapat langsung dihirup ke dalam paru-paru, dan bila disiram air lewat hujan buatan ke laut dan tanah, akhirnya bisa mencemari tanaman, kehidupan laut, dan air minum.

“Susu sapi juga sangat rentan, jika sapi makan rumput yang terpapar radiasi,” tegas Lam.

Kebanyakan ahli sepakat bahwa anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan dan janin adalah pihak yang paling berisiko terhadap radiasi nuklir. Sebab, sel mereka membelah pada tingkat yang lebih cepat dibandingkan orang dewasa.

“Mereka juga mengonsumsi susu sapi lebih banyak daripada orang dewasa yang menempatkan mereka pada risiko lebih lanjut,” kata seorang ilmuwan Jepang yang merawat korban ledakan bom atom di Hiroshima.

"Sapi seperti penyedot debu, mengambil yodium radioaktif yang mendarat di padang rumput luas. Kemudian, partikel-partikel tersebut sangat mudah terkonsentrasi dan masuk ke dalam susu," lanjutnya.

“Ini seperti yang terjadi di Chernobyl, Ukraina, dan sayangnya, informasi tentang risiko ini belum diberikan kepada orangtua," jelasnya.

Puasa 24 Jam Kurangi Risiko Jantung & Diabetes


Puasa 24 jam kurangi risiko jantung & diabetes. (Foto: Getty Images)
Puasa 24 jam kurangi risiko jantung & diabetes. (Foto: Getty Images)
PUASA, bagian dari ibadah yang dilakukan umat beragama, khususnya Islam untuk menegakkan agama. Puasa tak hanya ditujukan untuk kepentingan agama saja, jika kegiatan ini dilakukan secara benar dapat memberi manfaat bagi kesehatan.

Sebuah penelitian terbaru menyebutkan, puasa dalam satu hari secara teratur tanpa mengudap makanan bisa mengurangi risiko penyakit jantung dan diabetes.

Dokter memelajari manfaat kesehatan dan kebiasaan lebih dari 200 warga di negara bagian Utah, di mana puasa selama paling sedikit satu hari setiap bulan adalah cara hidup banyak Mormon, yaitu salah satu kelompok yang sangat cepat berkembang pada abad ke-20 dan ke-21 ini.

Puasa berarti mengistirahatkan saluran pencernaan (usus) beserta enzim dan hormon yang biasanya bekerja untuk mencerna makanan terus-menerus selama kurang lebih 18 jam. Dengan berpuasa organ vital ini dapat istirahat selama 14 jam.

X-ray scan mengungkapkan, akan mengalami penyempitan pembuluh darah sekira 75 persen dari mereka yang tidak puasa. Sebaliknya, terkena penyumbatan arteri 63 persen dari mereka yang sering melewatkan kebiasaan makan.

Puasa juga bisa membagi lebih dari dua kemungkinan terkena diabetes. Begitu berdasar konferensi American College of Cardiology yang disitat dari Daily Mail, Selasa (5/4/2011).

Untuk memastikan hasilnya tidak hanya karena orang-orang yang memiliki gaya hidup sehat, para peneliti melakukan studi kedua pada orang yang tidak berpuasa secara teratur.

Mereka tidak makan atau minum apapun selain air selama 24 jam, dan menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan. Mereka juga dipantau sambil makan dengan normal.

Pengujian menunjukkan, puasa memicu lonjakan yang signifikan dalam hormon pertumbuhan manusia, hormon yang ditunjukkan dengan mempercepat metabolisme dan membakar lemak.

Tingkat hormon tersebut naik 13 kali lipat pada wanita, dan 20 kali lipat pada pria. Lemak yang dibuang itu dikenal untuk mengurangi risiko diabetes dan yang terkait dengan masalah jantung.

Puasa tersebut menyebabkan kadar kolesterol naik, tetapi mereka kembali ke kondisi normal setelah puasa selesai. Dokter menekankan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan sebelum puasa dapat diresepkan untuk pasien.

Ahli Gizi Dr Emma Williams mengatakan, "Saya tidak akan terburu-buru untuk memulai berpuasa, sebagai sifat yang tepat dengan tubuh bereaksi untuk tetap relatif tidak dikenal."

Asyik.. Pipi Tembem Bikin Tak Cepat Keriput


img
(Foto: thinkstock)
Cleveland, Banyak orang yang berusaha mengecilkan pipi chubbyalias tembem karena merasa terlihat lebih gemuk. Tapi tampaknya orang yang punya pipi tembem bisa sedikit lega, karena punya pipi tembem bikin orang tak mudah keriput dan tampak lebih muda.

Tebalnya lapisan lemak di pipi akan memberi kesan wajah yang bulat. Tapi lemak di wajah membuat orang tidak mudah mengalami kulit keriput dan kantung mata tidak mudah mengendur. Jika lemak di sekitar mulut banyak maka kerutan yang timbul saat tertawa tidak mudah terbentuk.

Hasil studi yang telah dipublikasikan pada jurnal Plastic and Reconstructive Surgery menunjukkan hasil yang cukup mengejutkan, yaitu lemak terutama yang terdapat di pipi dapat mencegah datangnya keriput dan membuat wajah tampak lebih muda, seperti dilansir Time, Selasa (5/4/2011).

Studi ini dipimpin oleh Dr Bahman Guyuron dari Case Western Reserve University di Cleveland. Dalam studi ini, tim peneliti menganalisis foto wajah 186 pasangan kembar identik.

Hasil studi menunjukkan bahwa genetik dan faktor lingkungan memiliki pengaruh besar pada seberapa cepat munculnya keriput dan faktor penuaan pada wajah.

"Pasangan kembar ini bermanfaat dalam studi penuaan karena si kembar memliki genetik yang 'diprogram' dengan usia yang sama, sehingga perbedaan penampilan pada pasangan kembar dapat memberikan petunjuk tentang faktor lingkungan dan gaya hidup," kata Dr Bahman Guyuron, Ketua Departemen Bedah Plastik di University Hospitals of Cleveland dan Case Western Reserve University, seperti dilansir NYTimes.

Peneliti berteori bahwa lemak terutama di bagian pipi dapat menunda datangnya keriput. Teori ini dikuatkan dengan hasil studi pada pasangan kembar yang berusia di atas 55 tahun. Memiliki BMI 8 poin lebih tinggi pada usia di atas 55 tahun membuat salah satu pasangan kembar menjadi jauh terlihat lebih muda.

Namun Dr Guyuron tidak merekomendasikan orang untuk menambah berat badan hanya karena ingin terlihat lebih muda. Selain berat badan dan BMI, gaya hidup sehat sangat penting untuk menjaga wajah tetap awet muda.

Studi ini juga menemukan bahwa kebiasaan merokok, tanning, sinar matahari dan sering minum antidepresan ikut berperan dalam penuaan dan munculnya keriput.


Sumber : http://health.detik.com/read/2011/04/05/131101/1608888/766/asyik-pipi-tembem-bikin-tak-cepat-keriput?l991101755

Sabtu, 02 April 2011

Tulang Kuat Karena Makan Ikan


img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Ikan dikenal sebagai makanan yang sehat karena kandungan nutrisi dan bebas dari lemak jahat. Studi baru juga menunjukkan bahwa orang yang rajin makan ikan akan memiliki tulang kuat dan jauh dari risiko osteoporosis.

Studi baru menemukan bahwa orang dewasa yang teratur makan ikan akan memiliki kepadatan tulang yang bagus dibandingkan dengan orang yang jarang makan ikan.

Peneliti percaya bahwa kombinasi minyak ikan dapat melindungi tulang dari risiko kekeroposan dari waktu ke waktu.

"Kami pikir asam lemak omega-3 dari ikan dapat membantu mencegah kekeroposan tulang (osteoporosis)," kata pemimpin studi Dr Katherine Tucker, profesor di North-eastern University, seperti dilansir Health24, Sabtu (2/4/2011).

Dr Tucker mengatakan bahwa mencegah kekeroposan tulang tidak seserhana yang dibayangkan. Dalam studi ini Dr Tucker baru mendapatkan hasil setelah 4 tahun studi.

Partisipan yang mengkonsumsi tiga porsi atau lebih ikan gelap dalam seminggu, seperti ikan salmon atau sardin, memiliki risiko keropos tulang yang lebih kecil empat tahun kemudian, dibandingkan dengan wanita yang jarang makan ikan.

Ikan kaya dengan asam lemak omega 3, yaitu EPA (Eikosa Pentaenoat Acid) dan DHA (Docosa Hexaenoic Acid). The American Heart Association merekomendasikan untuk makan dua porsi ikan setiap minggu.

Tidak hanya omega-3, peneliti juga mengatakan bahwa asam lemak omega-6 yang disebut asam arakidonat, juga dapat mencegah terjadinya kekeroposan tulang, tapi bila dikonsumsi dalam tingkat yang tinggi.

"Sepertinya Anda perlu mengonsumsinya dalam keseimbangan yang baik. Jika Anda makan asam arakidonat pada tingkat yang sangat rendah, maka Anda tidak akan melihat manfaat dari omega-3," jelas Dr Tucker.

Menurutnya, orang tidak bisa hanya mengambil satu suplemen untuk mendapatkan efek yang baik. Dr Tucker mengatakan terlalu banyak mengonsumsi satu lemak tersebut sebenarnya dapat berbahaya.

"Pada pria, bila asam arakidonat tinggi dan omega-3 rendah maka akan menyebabkan kekeroposan tulang yang lebih parah," jelas Dr Tucker.

Dr Tucker mengatakan belum ada formula yang tepat dari asam lemak omega-3 dan omega-6 yang akan baik untuk kesehatan tulang.

"Ikan muncul untuk memberikan keseimbangan yang baik, karena memiliki asam lemak omega-3 yang cenderung lebih sedikit dibandingkan dengan asam lemak omega-6 berlimpah," jelas Dr Tucker.



Sumber : http://health.detik.com/read/2011/04/02/140656/1607210/766/tulang-kuat-karena-makan-ikan?l991101755

Jumat, 01 April 2011

Dampak Kesehatan Jika Sering Berutang


img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Sekitar 8 dari 10 orang dengan masalah utang memiliki efek negatif pada kehidupannya seperti membahayakan hubungan pribadi, kesehatan dan menurunkan kemampuannya dalam melaksanakan pekerjaan.

Orang sering berpikir masalah kredit atau utang adalah hanya bagaimana mengembalikan uang itu. Namun sebenarnya orang yang punya utang bisa mempengaruhi berbagai aspek seperti sosial dan juga kesehatan.

The Consumer Credit Counselling Service (CCCS) menemukan hampir setengah dari responden menanggung dampak buruk pada kesehatannya akibat berutang seperti menderita gangguan saraf, mengalami rambut rontok, berkurangnya kemampuan mengecap rasa dan berhenti menstruasi, seperti dikutip dariGuardian.co.uk, Jumat (1/4/2011).

Masalah mengutang akan lebih pelik lagi jika seseorang memiliki banyak kartu kredit, kemudian diharuskan untuk melunasi tagihannya yang disertai dengan pembayaran bunganya.

Sayangnya belum banyak orang yang menyadari dampak buruk dari seringnya berutang. Dampak buruk yang ditimbulkan jika sering mengutang yaitu:

1. Kesehatan emosional dan mental
Kesehatan emosi dan mental dapat dengan mudah dipengaruhi oleh utang. Stres dan tekanan yang datang saat seseorang harus memenuhi kewajibannya untuk membayar hutang bisa menyebabkan kegelisahan dan depresi.

2. Kesehatan fisik
Penelitian telah menunjukkan bahwa perasaan cemas dan depresi bisa mengakibatkan efek samping terhadap kesehatan fisik. Dampak yang ditimbulkan adalah masalah jantung dan berkurangnya respons terhadap kekebalan tubuh. Selain itu dampak yang paling cepat terlihat adalah mengganggu aktivitas fisik dan pola makan buruk yang dapat memicu penyakit fisik lainnya.

3. Menimbulkan rasa malu dan bersalah
Orang yang sering mengutang juga kerap kali dihinggapi rasa malu dan juga bersalah, terutama jika kebiasaan ini diketahui oleh banyak orang. Hal ini pula yang bisa mempengaruhi kehidupan sosial seseorang.

4. Mempengaruhi hubungan
Memiliki utang juga mempengaruhi hubungan seseorang dengan pasangan dan juga anak-anaknya. Survei yang dilakukan terhadap 372 orang menemukan masalah utang telah mempengaruhi hubungannya dengan pasangan sebesar 37 persen dan dengan anak-anak sebesar 22 persen.



Sumber : http://health.detik.com/read/2011/04/01/140121/1606518/763/dampak-kesehatan-jika-sering-berutang?l991101755

Selasa, 29 Maret 2011

Lendir Bekicot Digunakan untuk Penghilang Keriput

img 
foto: Thinkstock
Bogota, Karena hampir setiap perempuan mendambakan kulit cantik, maka beraneka produk perawatan kulit banyak ditawarkan. Sebagian di antaranya terdengar tidak masuk akal dan agak menjijikkan, salah satunya krim pelembab dari lendir bekicot.

Krim yang dikembangkan oleh Laboratorios Lissia di Colombia ini mengandung 20-80 persen ekstrak lendir bekicot. Bahan bakunya bukan dari bekicot liar, melainkan bekicot yang dibudidayakan di akuarium khusus agar menghasilkan lendir lebih banyak.

Lendir bekicot memang sejak lama dipercaya mengandung nutrisi tertentu yang bisa mengatasi efek penuaan. Nutrisi tersebut bisa melembabkan kulit, serta mengencangkannya sehingga dapat menyamarkan kerutan-kerutan di permukaan wajah.

Kandungan penting yang terdapat dalam lendir bekicot antara lain glycosaminoglycan (GAG) yang mengikat senyawa copper peptide di dalamnya. Secara teori, kedua senyawa ini memang sama-sama bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan kelembaban kulit.

Glycosaminoglycan merupakan sejenis karbohidrat yang memegang peran penting dalam menjaga jaringan penghubung antar sel sehingga kulit selalu tampak lebih kencang. Senyawa ini juga termasuk komponen penyusun hyalorunat, yakni senyawa yang menjaga kelembaban kulit.

Sementara copper peptide merupakan senyawa yang merangsang pembentukan kolagen di kulit. Berbagai penelitian membuktikan, copper peptide memegang peran penting dalam proses penyembuhan luka yakni merangsang pembentukan sel-sel baru untuk menggantikan sel yang rusak.

Meski demikian, beberapa penelitian yang lain mengungkap efek samping dari penggunaan copper peptide secara berlebihan. Bukannya menghaluskan kulit, penggunaan yang berlebihan justru memicu produksi metalloproteinase yang melemahkan jaringan kulit sehingga tampak kendur.

Dikutip dari The Sun, Selasa (29/3/2011), krim bekicot yang dipasarkan dengan harga sekitar Rp 139.000 tiap kemasannya ini bukan satu-satunya produk unik yang dikembangkan Laboratorios Lissia. Sebelumnya, laboratorium kecantikan ini juga membuat produk antikeriput dengan bahan dasar bisa ular.

Dalam waktu dekat, laboratorium ini bahkan akan mengembangkan produk perawatan kulit berupa scrubberisi serbuk berlian. Produk yang digunakan untuk mengangkat sel-sel kulit mati ini nantinya akan dipasarkan dengan harga sekitar Rp 836.000 tiap paket.


Sumber : http://health.detik.com/read/2011/03/29/100259/1603400/763/lendir-bekicot-digunakan-untuk-penghilang-keriput?l993306763

Minggu, 27 Maret 2011

Toilet Jongkok Lebih Menyehatkan Bagi Ibu Hamil

img
Jakarta, Bagi masyarakat moderen, toilet jongkok sudah banyak ditinggalkan karena dianggap ketinggalan zaman. Padahal bagi ibu hamil, buang air besar di toilet jongkok lebih banyak memberikan manfaat dibandingkan melakukannya di toilet duduk.

Sejumlah pakar kehamilan mengatakan buang air besar di toilet jongkok bukan hanya aman, tapi justru dianjurkan bagi ibu hamil. Menurut hasil penelitian, sering jongkok semasa hamil dapat mengurangi berbagai hambatan dan rasa sakit saat bersalin.

Jongkok diyakini sebagai posisi paling natural atau alamiah saat melahirkan, karena jalan lahir hanya akan terbuka dengan sempurna pada posisi tersebut. Latihan jongkok semasa hamil bisa meningkatkan elastisitas jalan lahir sehingga mampu membuka 20-30 persen lebih lebar.

Posisi jongkok juga bisa memperkuat otot paha dan perut agar siap digunakan untuk mendorong bayi saat lahir. Makin kuat dorongan dari dalam, bantuan dari bidan atau dokter kandungan misalnya dengan menggunakan forceps atau pencepit makin tidak diperlukan.

Meskipun demikian, penggunaan toilet jongkok juga punya risiko bagi ibu hamil. Oleh karena itu ibu hamil yang menggunakan toilet jongkok harus memperhatikan hal-hal berikut ini, seperti dikutip dari Babycenter, Minggu (27/3/2011).
  1. Pastikan lantai dan pijakan kaki dalam kondisi kering atau minimal tidak licin agar tidak terpeleset. Jika perlu, gunakan alas kaki bari bahan karet yang antiselip.
  2. Jika memungkinkan, pasang pegangan di dekat toilet jongkok untuk memudahkan saat hendak berdiri. Pegangan tersebut juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan, karena perut yang membesar membuat titik berat pada ibu hamil berbeda dari orang-orang pada umumnya.
  3. Hindari gerakan-gerakan yang berbahaya seperti mengambil gayung atau tissue toilet yang berada di luar jangkauan normal. Terlalu memaksakan diri tidak hanya berisiko jatuh, tapi juga memicu tekanan pada perut yang bisa membahayakan kehamilan.
  4. Jika merasa tidak nyaman saat jongkok, misalnya pusing atau kesemutan maka jangan dipaksakan. Konsultasikan dengan dokter, sebab gejala tersebut bisa menandakan adanya gangguan pada saraf dan peredaran darah.
  5. Jangan terlalu sering jongkok, atau hindari sama sekali jika memang ada komplikasi tertentu yang menyertai kehamilan.
Sumber : http://health.detik.com/read/2011/03/27/120359/1602117/764/toilet-jongkok-lebih-menyehatkan-bagi-ibu-hamil?l991101755

Sabtu, 26 Maret 2011

Matahari Pagi Bagus untuk Penderita Diabetes


img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Sinar matahari pagi ternyata tidak hanya baik untuk kesehatan tulang, tapi juga bermanfaat bagi penderita diabetes. Vitamin D yang ada dalam sinar matahari bisa membantu memperbaiki kadar gula darah.

Studi terbaru menemukan bahwa vitamin D yang didapatkan tubuh saat terkena sinar matahari pagi bisa membantu penderita diabetes tipe 2 memperbaiki kadar gula darahnya.

Vitamin D yang cukup ternyata bisa membantu sel-sel di tubuh yang bertugas memproduksi insulin bekerja dengan baik, seperti dikutip dari Menshealth.com, Sabtu (26/3/2011).

Peneliti dari Iran melibatkan 90 orang penderita diabetes tipe 2 selama 12 minggu dengan memberikan vitamin D dan satu kelompok diberikan vitamin D yang ditambah kalsium.

Peneliti mendapatkan peserta yang mengonsumsi vitamin D baik yang ditambah dengan kalsium atau tidak memiliki kadar gula darah yang secara signifikan lebih baik.

Hal senada juga diungkapkan oleh Esther Krug, MD, seorang endrokrinologi dari Sinai Hospital of Baltimore yang menuturkan bahwa vitamin D memiliki peran aktif dalam mengatur sel beta pankreas yang berfungsi membuat insulin.

Bahkan sebuah penelitian lain yang dipublikasikan dalam Diabetes Care menunjukkan tingkat vitamin D yang rendah bisa membuat orang dewasa berisiko mengalami prediabetes dan juga prehipertensi.

Selain itu mengonsumsi suplemen yang mengandung vitamin D dan kalsium bisa memperlambat progres dari penyakit diabetes tipe 2. Karena adanya hubungan yang memungkinkan ini maka skrining defisiensi vitamin D pada orang dengan diabetes tipe 2 bisa saja dilakukan.

Sinar matahari sebelum jam 9 pagi bisa memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh seperti mengurangi kadar kolesterol darah, meningkatkan kualitas pernapasan, membuat tubuh menjadi lebih segar serta bisa menyehatkan tulang.



Sumber : http://health.detik.com/read/2011/03/26/080247/1601704/763/matahari-pagi-bagus-untuk-penderita-diabetes?l991101755

Banyak Kasus Penyakit, RI Jadi Tuan Rumah Kongres Epidemiologi


img
(dok. Kementerian Kesehatan)
Jakarta, Banyaknya kasus penyakit baik yang menular dan tidak menular, serta penyakit-penyakit baru, membuat Indonesia memiliki banyak pengalaman untuk bisa dibagi dengan negara lain.

Pada bulan November 2011, Indonesia juga didaulat menjadi tuan rumah dari Konferensi Epidemiologi Internasional yang diadakan di Bali.

"Indonesia punya banyak yang bisa di-share, karena kita punya berbagai masalah (penyakit)," tutur Prof dr Tjandra Yoga Aditama, MPH, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemkes, pada acara jumpa pers di Gedung Kemkes, Jakarta, Jumat (25/3/2011).

Tepatnya tanggal 8-11 November 2011 akan diadakan The Sixth TEPHINET (Training Programs in Field Epidemiology and Public Health Intervention Network) Southeast Asia and Western Pacific Biregional Scientific Conference di Bali Nusa Dua Convention Centre.

TEPHINET merupakan jaringan epidemiologi global yang memposisikan diri membantu dan memberi dukungan kepada anggotanya, yaitu FETP (Field Epidemiology Training Programme) dan FELTP (Field Epidemiology and Laboratory Training Programme) di seluruh dunia dalam menghadapi tantangan penerapan epidemiologi dan intervensi di lapangan untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat.

Sedangkan epidemiologi adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang seberapa sering penyakitdialami oleh suatu kelompok orang yang berbeda dan mencari tahu bagaimana bisa terjadi.

Ilmu ini bermanfaat sebagai informasi untuk merencanakan dan mengevaluasi strategi-strategi yang telah dilakukan, memberikan petunjuk kepada pada petugas kesehatan untuk menindaklanjuti perkembangan pasien.

"Selama ini sudah beberapa kali kongres kita tidak pernah jadi tuan rumah, dan kita bersyukur pada tahun 2011 ini kita menjadi tuan rumahnya," jelas Prof Tjandra.

dr Maria Consorcia Lim Quizon dari Safetynet menyatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang pertama di seluruh negara yang mengadakan training FETP.

"Kami sangat beruntung karena Indonesia menjadi tuan rumah, karena Indonesia punya banyak hal yang bisa di share, scientific community yang terutama mengenai emergen infection," jelas dr Maria.

Prof Tjandra mengatakan bahwa Indonesia punya banyak yang bisa dibagi, karena mempunyai berbagai masalah.

"Kita pada dasarnya punya 3 macam masalah, selain penyakit menular yang biasa seperti TB, Malaria, AIDS. Kita juga punya penyakit menular yang baru, kita punya H5N1, H1N1 ada, sementara sekarang penyakit menular juga meningkat. Kita punya program untuk penyakit menular yang lama yang sudah sejak awal, penyakit tidak menular relatif baru kita baru mulai tahun 2007-an , sementara penyakit yangnew emerging disease kita tangani sesuai dengan waktunya. Jadi apa yang menjadi keberhasilan kita akan kita share, kekurangan kita juga akan kita share. Dan kita tentunya akan mengambil manfaat dari kongres ini untuk meningkatkan kemampuan kita," tutur Prof Tjandra.

Prof Tjandra menjelaskan, konferensi ilmiah ini bertujuan sebegai berikut:
  1. Meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan masyarakat dalam bidang epidemiologi  terapan dalam menjawab berbagai masalah kesehatan dunia
  2. Berbagi informasi dan pengalaman dalam bidang epidemiologi dan intervensinya
  3. Membangun jejaring kerja
  4. Menunjukkan pencapaian mahasiswa FETP dan tenaga kesehatan

"Topiknya terbuka penyakit zoonosis, bisa penyakit menular seperti antraks, pes dan sebagainya, disamping penyakit-penyakit yang tidak menular juga bisa diangkat dalam topik ini. Jadi sesuai dengan temanya surveilens global, bagaimana penyakit menular H1N1, H5N1, SARS dulu yang tidak kenal tapal batas, dia tidak perlu bawa paspor masuk ke Indonesia, masuk ke negeri orang, maka social network itu sangat penting, ini salah satu wadahnya," jelas Dr I Nyoman Kandun, Direktur FETP Indonesia.

Konferensi ini akan diikuti oleh 40 negara dan diharapkan bisa mencapai sekitar 700 peserta. Ahli atau mahasiswa di bidang epidemiologi bisa ikut serta dan mendaftarkan abstrak penelitiannya di web http://tephinet.fetpindonesia.org.

"Kongres ini membahas kemajuan dari satu negara dengan negara yang lain. Nah, kita tentu juga akan menbahas kemajuan-kemajuan kita, juga dari Filipina, China, dan lainnya. Apa yang dilakukan di negaranya, kemudian kita akan berdikusi apa yang bisa diambil dari negara lain," jelas Prof Tjandra.



Sumber : http://health.detik.com/read/2011/03/25/173857/1601500/763/banyak-kasus-penyakit-ri-jadi-tuan-rumah-kongres-epidemiologi?l993306763

50 Persen Resep Obat yang Diberikan Dokter Tidak Rasional


img
(Foto:thinkstock)
Jakarta, Pemberian resep obat dari dokter harusnya bermanfaat, aman, risikonya sedikit dan disesuaikan dengan keuangan pasien. Tapi diketahui 50 persen obat yang diberikan dokter baik di rumah sakit maupun puskesmas tidak sesuai atau irasional.

Obat merupakan salah satu kebutuhan esensial manusia terutama jika sedang sakit. Namun masyarakat sebaiknya waspada jika obat yang diresepkan tidak sesuai atau tidak rasional.

"Sekitar 50 persen resep yang diberikan tidak sesuai, hal ini membuat biaya terbuang karena obat yang diberikan tidak efektif," ujar Prof Iwan Dwiprahasto, guru besar Farmakologi UGM dalam acara Workshop Jurnalis Kesehatan di Gedung FISIP UI, Depok, sabtu (26/3/2011).

Prof Iwan menuturkan terkadang dokter memberikan resep obat yang banyak, karena tiap gejala yang timbul diberi obat misalnya gejala yang timbul batuk, pilek, sakit kepala maka diberikan satu obat untuk masing-masing gejala tersebut.

"Tujuan dari peresepan harusnya bermanfaat, aman, terjangkau, risikonya sedikit atau minimal, mengurangi pengeluaran dan juga disesuaikan dengan keuangan pasien atau keluarganya," ujar Prof Iwan dari Bagian Farmakologi dam Terapi/Clinical Epidemiology and Biostatistics Unit FK-UGM/RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.

Prof Irwan menjelaskan dalam memberikan resep sebaiknya tepat diagnosis, tepat indikasi, tepat jenis dosis, tepat cara penggunaan dan lamanya pengobatan, tepat informasi serta tepat dengan kondisi pasien.

Salah satu pemberian resep yang tidak irasional adalah memberikan antibiotik untuk penyakit yang tidak sesuai. Dr Sharad Adhikary selaku perwakilan WHO di Indonesia menyatakan tahun 2005 ditemukan bahwa 50 persen resep di Puskesmas dan rumah sakit di Indonesia mengandung antibiotik.

Sedangkan survei nasional tahun 2009 menemukan bahwa antibiotik yang diresepkan ini untuk penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus seperti diare akut dan selesma (flu), sebenarnya yang tidak membutuhkan antibiotik untuk pengobatannya.

Penggunaan obat yang tidak rasional atau berlebihan ini tentunya meningkatkan biaya layanan kesehatan. Selain itu terkadang pasien tidak diberikan pilihan obat yang akan dikonsumsinya, sehingga ia hanya bisa menerima resep obat apapun yang diberikannya. Misalnya pada beberapa kasus kadang ditemukan lebih dari satu antibiotik dalam resep obat.

"Peresepan obat yang irasional termasuk dalam pemberian indikasi yang tidak jelas, meresepkan obat yang terlalu banyak serta tulisan resep yang kadang bisa disalahartikan," ujar Prof Iwan.

Prof Iwan menuturkan karena itu diperlukan upaya untuk melindungi masyarakat dari risiko penggunaan obat yang keliru, seperti melakukan seleksi obat, memberikan obat generik serta melihat bentuk obat mana yang dibutuhkan oleh pasien.



Sumber : http://health.detik.com/read/2011/03/26/160950/1601917/763/50-persen-resep-obat-yang-diberikan-dokter-tidak-rasional?l991101755

Minggu, 20 Maret 2011

Penderita Diabetes Boleh Makan Enak

Mengidap penyakit diabetes mellitus bukanlah berarti kiamat dalam kehidupan Anda.  Meskipun tidak dapat sembuh, penderita diabetes (diabetesi) sebenarnya tetap dapat menikmati hidup secara normal termasuk mengonsumsi berbagai jenis makanan, kendati harus disesuaikan kebutuhan kalori.

Menurut Prof. Slamet Suryono MD, Ketua Pusat Penelitian Diabetes dan Lemak RSCM/FKUI, dahulu sempat berkembang mitos bahwa hidup dengan penyakit diabetes merupakan suatu penderitaan yang menyiksa. 

Penderita biasanya harus menjalani diet ketat dengan pantangan makanan manis. Gula dan bumbu pada makanan juga dihindari, sehingga kerap kali menu untuk diabetesi sering berbeda.  Mitos-mitos tersebut, kata Prof Slamet, tidaklah berlaku karena penderita diabetes sebenarnya dapat mengonsumsi makanan apapun, kendati porsinya  harus tetap diperhatikan.

"Dulu, ada mitos diabetesi tak boleh makan enak. Harus makan kentang, tak boleh menyentuh gula, makan terpisah dari keluarga. Tidak demikian lagi sekarang, semua dibolehkan tetapi dengan takaran tertentu," ungkap Prof. Slamet.

Pada prinsipnya, lanjut mantan Presiden Federasi Perkumpulan Endokrinologi ASEAN ini, pengidap diabetes dapat hidup normal asalkan mau menjalani empat modalitas utama yang tak dapat dipisahkan.  Empat modalitas tersebut adalah mengikuti penyuluhan agar paham dan mandiri mengatasi diabetes, mengatur pola makan, melakukan olahraga teratur dan terapi obat-obatan. 

Seorang diabetesi, ujar Prof Slamet, bahkan sebenarnya tidak memerlukan obat-obatan bila ia mampu disiplin memantau kadar gula darahnya dan mengontrol melalui pengaturan makan dan olahraga teratur.

"Obat-obatan itu adalah modalitas yang terakhir. Baru diperlukan bila gagal dengan pengaturan makan dan olahraga.  Yang harus diingat pula, obat-obatan tidak untuk menggantikan pengaturan makanan dan olahraga teratur,"  ujar Prof Slamet. 

Ia meyakinkan, bila dilakukan secara disiplin, benar dan teratur, upaya diet dan olahraga  saja sebenarnya sudah mampu menurunkan kadar gula darah secara signifikan pada penderita diabetes. 

"Pokoknya bila diet dan olahraga dilakukan secara ketat dan baik, gula darah pasien akan menurun dalam dua minggu. Dalam dua pekan sudah kelihatan, lebih lama lagi lebih baik. Jadi yang diperlukan adalah konsistensi," tegasnya.

Dengan terapi obat, gula darah penderita memang dapat diturunkan lebih cepat ketimbang pengaturan makan dan olahraga.  Tetapi yang biasanya kemudian terjadi adalah mereka menjadi ketergantungan terhadap obat.  

"Memang kalo ingin cepat ya dengan obat, tetapi berarti itu melompat ke modalitas keempat, sedangkan nomor satu dua dan tiganya dilupakan. Yang akan terjadi adalah pasien menjadi dependent terhadap obat. Ini tentu kurang baik," paparnya.

Supaya pengaturan makan dan upaya olahraga menjadi efektif, Prof Slamet memiliki tip-tip yang dapat dilakukan para diabetesi. 

Berikut adalah tip-tipnya :
- Jaga nafsu makan
- Usahakan porsi tersebar dalam sehari supaya kadar gula darah tidak terlalu berfluktuasi  
- Bagilah porsi makanan menjadi 3 porsi besar dan 3 porsi kecil.  
- Makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang.  
- Teratur dalam jumlah, jenis dan jadwal 
- Lebih banyak menu buah-buahan dan sayuran
- Gerak badan atau olahraga secara teratur minimal selama 30 menit 3 atau 4 kali seminggu.  
- Pilih olaharga yang sesuai.  Jalan kaki atau berenang relatif lebih baik.

Sumber : www.smallcrab.com