SELAMAT DATANG DI BLOG HERBAMAED INDONESIA

HERBAMAED INDONESIA hadir untuk memberikan informasi manfaat tanaman obat/ Herbal khususnya Herbal Indonesia untuk kesehatan. Selain memberikan informasi herbal, HERBAMAED INDONESIA juga menyediakan berbagai macam herbal yang sudah dalam bentuk ektrak dan dikemas dalam bentuk kapsul sehingga memudahkan untuk mengkonsumsinya. Bagi yang berminat untuk memanfaatkan herbal dan konsultasi pengobatan herbal bisa contact : rsmjakarta@gmail.com atau dessysartika@gmail.com / 08988059632

Minggu, 27 Maret 2011

Toilet Jongkok Lebih Menyehatkan Bagi Ibu Hamil

img
Jakarta, Bagi masyarakat moderen, toilet jongkok sudah banyak ditinggalkan karena dianggap ketinggalan zaman. Padahal bagi ibu hamil, buang air besar di toilet jongkok lebih banyak memberikan manfaat dibandingkan melakukannya di toilet duduk.

Sejumlah pakar kehamilan mengatakan buang air besar di toilet jongkok bukan hanya aman, tapi justru dianjurkan bagi ibu hamil. Menurut hasil penelitian, sering jongkok semasa hamil dapat mengurangi berbagai hambatan dan rasa sakit saat bersalin.

Jongkok diyakini sebagai posisi paling natural atau alamiah saat melahirkan, karena jalan lahir hanya akan terbuka dengan sempurna pada posisi tersebut. Latihan jongkok semasa hamil bisa meningkatkan elastisitas jalan lahir sehingga mampu membuka 20-30 persen lebih lebar.

Posisi jongkok juga bisa memperkuat otot paha dan perut agar siap digunakan untuk mendorong bayi saat lahir. Makin kuat dorongan dari dalam, bantuan dari bidan atau dokter kandungan misalnya dengan menggunakan forceps atau pencepit makin tidak diperlukan.

Meskipun demikian, penggunaan toilet jongkok juga punya risiko bagi ibu hamil. Oleh karena itu ibu hamil yang menggunakan toilet jongkok harus memperhatikan hal-hal berikut ini, seperti dikutip dari Babycenter, Minggu (27/3/2011).
  1. Pastikan lantai dan pijakan kaki dalam kondisi kering atau minimal tidak licin agar tidak terpeleset. Jika perlu, gunakan alas kaki bari bahan karet yang antiselip.
  2. Jika memungkinkan, pasang pegangan di dekat toilet jongkok untuk memudahkan saat hendak berdiri. Pegangan tersebut juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan, karena perut yang membesar membuat titik berat pada ibu hamil berbeda dari orang-orang pada umumnya.
  3. Hindari gerakan-gerakan yang berbahaya seperti mengambil gayung atau tissue toilet yang berada di luar jangkauan normal. Terlalu memaksakan diri tidak hanya berisiko jatuh, tapi juga memicu tekanan pada perut yang bisa membahayakan kehamilan.
  4. Jika merasa tidak nyaman saat jongkok, misalnya pusing atau kesemutan maka jangan dipaksakan. Konsultasikan dengan dokter, sebab gejala tersebut bisa menandakan adanya gangguan pada saraf dan peredaran darah.
  5. Jangan terlalu sering jongkok, atau hindari sama sekali jika memang ada komplikasi tertentu yang menyertai kehamilan.
Sumber : http://health.detik.com/read/2011/03/27/120359/1602117/764/toilet-jongkok-lebih-menyehatkan-bagi-ibu-hamil?l991101755

Berbagai Penyakit yang Membuat Tidur Terasa Melelahkan

img
Jakarta, Tidur adalah kesempatan untuk mengistirahatkan tubuh dan berbagai sistem organ di dalamnya agar kembali bugar saat bangun. Namun berbagai penyakit bisa membuat tubuh tidak benar-benar istirahat, sehingga justru bangun dalam kondisi kelelahan.

Rasa letih saat bangun di pagi hari menunjukkan kualitas tidur yang buruk, akibat adanya gangguan tidur yang tidak disadari. Meski matanya terpejam, sebagian sistem organ tetap bekerja keras sehingga efek yang dirasakan sama saja dengan tidak tidur.

Beberapa gangguan tidur yang tidak disadari dan memicu rasa letih saat bangun tidur antara lain sebagai berikut, seperti dikutip dari MSN Health, Minggu (27/3/2011).
1. Gastro Esophageal Reflux Disease (GERD) Naiknya asam lambung ke kerongkongan atau disebut gastro esophageal reflux disease (GERD) dialami oleh 25 persen penderita gangguan tidur. Kondisi ini memicu nyeri dada dengan intensitas ringan, sehingga tidur menjadi gelisah meski tidak sampai terbangun.

Karena munculnya gejala nyeri dada tidak disadari oleh penderitanya, GERD saat tidur disebut juga dengan istilah silent reflux atau asymptomatic heartburn. Gejala ini akan hilang saat bangun tidur, sehingga yang dirasakan hanya rasa letih karena tidurnya tidak berkualitas.

Agar bisa tidur lebih nyenyak, sebaiknya jangan mengkonsumsi pemicu asam lambung sebelum tidur seperti makanan asam atau pedas, alkohol dan cokelat. Bisa juga dengan mengunyah permen karet sebelum tidur, karena bisa meningkatkan produksi air liur yang akan menetralisir asam lambung.

Selain itu, posisi tidur juga bisa mempengaruhi naiknya asam lambung. Spinchter alias katup yang membatasi lambung dengan saluran menuju kerongkongan akan melemah jika posisi tidur miring ke kanan, sehingga
lebih dianjurkan untuk tidur miring ke kiri.

2. Nocturia
Normalnya tubuh bisa mengatur agar selama tidur saluran kemih bisa menahan kencing hingga 6-8 jam. Namun pada beberapa kondisi seperti diabetes dan lanjut usia, fungsi pengaturan semacam itu tidak berjalan sehingga sering terbangun untuk buang air kecil.

Kondisi sering buang air kecil di malam hari disebut nocturia dan umumnya membuat orang terganggu tidurnya karena sering terbangun. Ada juga yang tidak terbangun, namun tidurnya jadi gelisah karena tubuh terus-menerus mengirimkan sinyal ke otak bahwa kandung kemih sudah penuh.

Cara mengatasinya relatif mudah, yakni dengan tidak terlalu banyak minum selama 3 jam sebelum tidur. Batasi konsumsi teh, kopi dan alkohol karena ketiganya bersifat diuretik atau meluruhkan kencing sehingga bisa memperparah nocturia.
 
3. BruxismMenggeretakkan gigi saat tidur atau bruxism merupakan gangguan saraf yang sering tidak disadari oleh penderitanya, kecuali ada orang lain yang mengingatkannya. Bentuk lain dari bruxism adalah mengatupkan rahang dengan tekanan yang sangat kuat.

Meski tidak disadari, bruxism sangat mengganggu relaksasi otot wajah sehingga tidak bisa tidur dengan nyenyak. Tak jarang tekanan yang terjadi sepanjang malam menyebabkan rasa nyeri di bagian tulang rahang, sehingga tidurnya semakin tidak tenang.

Karena berhubungan dengan kondisi saraf, bruxism sebaiknya dikonsultasikan ke dokter gigi meski beberapa alat bantu seperti bantalan gigi bisa dibeli sendiri. Biasanya dokter juga menganjurkan penderita bruxism untuk berhenti mengunyah permen karet karena gerakan mulutnya sering terbawa saat tidur.
 
4. Restless Leg Syndrome Sindrom kaki gelisah atau restless leg syndrome menyebabkan kaki tidak mau berhenti bergerak meski sedang tidur. Gerakannya bermacam-macam, mulai dari menendang-nendang hingga terus menerus berganti posisi dari menyilang ke kiri pindah ke kanan sepanjang malam.

Sindrom ini biasanya muncul saat tidur memasuki fase Rapid Eye Movement (REM) sehingga tidak bisa tidur nyenyak. Sekalipun tidak disadari, tubuh membutuhkan energi yang tidak sedikit untuk menggerakkan kaki sehingga wajar jika merasakan letih saat bangun tidur.

Karena tidak diketahui pasti apa penyebabnya, sindrom kaki gelisah agak sulit untuk diatasi. Namun menurut beberapa penelitian, vitamin B dalam daring merah, bayam dan sayuran bisa mengurangi gejala yang menyertai sindrom kaki gelisah.
 
5. Mouth Breathing Jika air liur menetes dan menyisakan bercak di bantal maupun di sudut bibir, itu tandanya mulut terus menerus terbuka selama tidur. Besar kemungkinannya pernapasan terjadi melalui mulut atau mouth breathing, bukan melalui hidung seperti normalnya orang bernapas.

Pernapasan melalui mulut membuat suplai oksigen ke otak dan otot berkurang, sehingga tubuh menjadi tidak bugar saat bangun tidur. Pernapasan melalui mulut juga berisiko memicu dengkuran atau yang paling parah adalah penyumbatan saluran napas atau sleep apnea.
 
6. REM Behaviour Disorder Bruxism dan restless leg syndrome sebenarnya termasuk dalam kategori REM Behaviour Disorder atau gangguan perilaku dalam fase REM. Istilah lain untuk gangguan tidur seperti ini adalah parasomnia yang diartikan sebagai perilaku tidak normal yang dilakukan tanpa sadar saat tidur.

Ada banyak
bentuk lain dari parasomnia, di antaranya sleep talking (ngelindur), sleep walking (berjalan saat tidur), sleep texting (mengirim SMS saat tidur) dan bahkan sleep eating (makan saat tidur). Ada lagi yang paling melelahkan, yakni berhubungan seks saat tidur atau seksomnia.
Sumber :  http://health.detik.com/read/2011/03/27/080159/1602048/763/berbagai-penyakit-yang-membuat-tidur-terasa-melelahkan?l991101755

Sabtu, 26 Maret 2011

Cacing Kremi Juga Menyerang Vagina

Gatal-gatal akibat infeksi cacing kremi tidak hanya bisa dirasakan di daerah dubur. Pada wanita, cacing tersebut bisa juga menyerang daerah sekitar alat kelamin termasuk vagina dan saluran telur sehingga mengganggu sistem reproduksi.

Cacing kremi atau Oxyuris vermicularis merupakan cacing parasit yang banyak menginfeksi anak-anak maupun dewasa dan ditandai dengan gejala khas berupa rasa gatal di sekitar anus. Cacing dewasa dalam jumlah banyak kadang-kadang bisa ditemukan pada feses atau tinja orang yang terinfeksi.
Dalam siklus hidupnya di dalam tubuh manusia, cacing kremi selalu berpindah-pindah. Sejak berbentuk telur hingga menetas, cacing ini tinggal di usus 12 jari kemudian setelah berubah menjadi larva akan berpindah ke usus tengah yang merupakan bagian atas sistem penyerapan nutrisi.
Setelah dewasa, cacing ini akan bermigrasi ke bagian anus kemudian bergerombol dan menyebabkan rasa gatal di bagian tersebut. Sebagian di antaranya juga akan keluar bersama feses atau tinja dan umumnya bisa diamati dengan mata telanjang, berupa cacing putih yang bergerak-gerak.
Nah, dalam pengembaraannya menuju anus inilah, cacing dewasa sering tersesat lalu bersarang di bagian-bagian yang tidak seharusnya kemudian bersarang di sana untuk bertelur. Salah satunya adalah vagina, yang sering menjadi tempat bersarang cacing kremi dewasa khususnya yang betina.
Di vagina, cacing kremi bisa menyebabkan gatal atau bahkan radang yang pada tingkat keparahan tertentu bisa disertai koreng. Infeksinya bahkan bisa lebih jauh lagi, cacing-cacing itu kadang menyebar hingga saluran telur sehingga bisa mengganggu sistem reproduksi.
“Kalau sudah sampai menginfeksi vagina, pengobatannya tidak bisa lagi pakai obat cacing biasa yang isinya pirantel pamoat. Harus pakai albendazol,” kata ahli parasitologi dari Universitas Indonesia, Prof dr Saleha Sungkar, DAP&E, MS saat ditemui dalam kick off Program Edukasi Bahaya Cacingan di Sekolah yang diselenggarakan oleh Combantrine di SD Al Ikhlas, Cipete, Jakarta Selatan, Senin (31/1/2011).
Lantas apakah cacing kremi di vagina bisa menular melalui seks oral?
Menurut Prof Saleha, sebagian besar jenis cacing parasit termasuk cacing kremi merupakan soil transmited infection yang penularannya harus diperantarai oleh tanah. Telur cacing parasit baru akan menjadi bentuk infektif (bisa menginfeksi) jika sudah berada di tanah, kemudian masuk lewat saluran pencernaan.
“Penularan cacing harus melalui tanah, terutama tanah liat. Bahkan tinja sekalipun kalau langsung dijilat tidak akan menularkan cacing. Telur cacing yang terbang ke udara juga hanya akan menular jika hinggap di makanan, jadi tidak menular lewat pernapasan,” tambah Prof Saleha.

Matahari Pagi Bagus untuk Penderita Diabetes


img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Sinar matahari pagi ternyata tidak hanya baik untuk kesehatan tulang, tapi juga bermanfaat bagi penderita diabetes. Vitamin D yang ada dalam sinar matahari bisa membantu memperbaiki kadar gula darah.

Studi terbaru menemukan bahwa vitamin D yang didapatkan tubuh saat terkena sinar matahari pagi bisa membantu penderita diabetes tipe 2 memperbaiki kadar gula darahnya.

Vitamin D yang cukup ternyata bisa membantu sel-sel di tubuh yang bertugas memproduksi insulin bekerja dengan baik, seperti dikutip dari Menshealth.com, Sabtu (26/3/2011).

Peneliti dari Iran melibatkan 90 orang penderita diabetes tipe 2 selama 12 minggu dengan memberikan vitamin D dan satu kelompok diberikan vitamin D yang ditambah kalsium.

Peneliti mendapatkan peserta yang mengonsumsi vitamin D baik yang ditambah dengan kalsium atau tidak memiliki kadar gula darah yang secara signifikan lebih baik.

Hal senada juga diungkapkan oleh Esther Krug, MD, seorang endrokrinologi dari Sinai Hospital of Baltimore yang menuturkan bahwa vitamin D memiliki peran aktif dalam mengatur sel beta pankreas yang berfungsi membuat insulin.

Bahkan sebuah penelitian lain yang dipublikasikan dalam Diabetes Care menunjukkan tingkat vitamin D yang rendah bisa membuat orang dewasa berisiko mengalami prediabetes dan juga prehipertensi.

Selain itu mengonsumsi suplemen yang mengandung vitamin D dan kalsium bisa memperlambat progres dari penyakit diabetes tipe 2. Karena adanya hubungan yang memungkinkan ini maka skrining defisiensi vitamin D pada orang dengan diabetes tipe 2 bisa saja dilakukan.

Sinar matahari sebelum jam 9 pagi bisa memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh seperti mengurangi kadar kolesterol darah, meningkatkan kualitas pernapasan, membuat tubuh menjadi lebih segar serta bisa menyehatkan tulang.



Sumber : http://health.detik.com/read/2011/03/26/080247/1601704/763/matahari-pagi-bagus-untuk-penderita-diabetes?l991101755

Banyak Kasus Penyakit, RI Jadi Tuan Rumah Kongres Epidemiologi


img
(dok. Kementerian Kesehatan)
Jakarta, Banyaknya kasus penyakit baik yang menular dan tidak menular, serta penyakit-penyakit baru, membuat Indonesia memiliki banyak pengalaman untuk bisa dibagi dengan negara lain.

Pada bulan November 2011, Indonesia juga didaulat menjadi tuan rumah dari Konferensi Epidemiologi Internasional yang diadakan di Bali.

"Indonesia punya banyak yang bisa di-share, karena kita punya berbagai masalah (penyakit)," tutur Prof dr Tjandra Yoga Aditama, MPH, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemkes, pada acara jumpa pers di Gedung Kemkes, Jakarta, Jumat (25/3/2011).

Tepatnya tanggal 8-11 November 2011 akan diadakan The Sixth TEPHINET (Training Programs in Field Epidemiology and Public Health Intervention Network) Southeast Asia and Western Pacific Biregional Scientific Conference di Bali Nusa Dua Convention Centre.

TEPHINET merupakan jaringan epidemiologi global yang memposisikan diri membantu dan memberi dukungan kepada anggotanya, yaitu FETP (Field Epidemiology Training Programme) dan FELTP (Field Epidemiology and Laboratory Training Programme) di seluruh dunia dalam menghadapi tantangan penerapan epidemiologi dan intervensi di lapangan untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat.

Sedangkan epidemiologi adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang seberapa sering penyakitdialami oleh suatu kelompok orang yang berbeda dan mencari tahu bagaimana bisa terjadi.

Ilmu ini bermanfaat sebagai informasi untuk merencanakan dan mengevaluasi strategi-strategi yang telah dilakukan, memberikan petunjuk kepada pada petugas kesehatan untuk menindaklanjuti perkembangan pasien.

"Selama ini sudah beberapa kali kongres kita tidak pernah jadi tuan rumah, dan kita bersyukur pada tahun 2011 ini kita menjadi tuan rumahnya," jelas Prof Tjandra.

dr Maria Consorcia Lim Quizon dari Safetynet menyatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang pertama di seluruh negara yang mengadakan training FETP.

"Kami sangat beruntung karena Indonesia menjadi tuan rumah, karena Indonesia punya banyak hal yang bisa di share, scientific community yang terutama mengenai emergen infection," jelas dr Maria.

Prof Tjandra mengatakan bahwa Indonesia punya banyak yang bisa dibagi, karena mempunyai berbagai masalah.

"Kita pada dasarnya punya 3 macam masalah, selain penyakit menular yang biasa seperti TB, Malaria, AIDS. Kita juga punya penyakit menular yang baru, kita punya H5N1, H1N1 ada, sementara sekarang penyakit menular juga meningkat. Kita punya program untuk penyakit menular yang lama yang sudah sejak awal, penyakit tidak menular relatif baru kita baru mulai tahun 2007-an , sementara penyakit yangnew emerging disease kita tangani sesuai dengan waktunya. Jadi apa yang menjadi keberhasilan kita akan kita share, kekurangan kita juga akan kita share. Dan kita tentunya akan mengambil manfaat dari kongres ini untuk meningkatkan kemampuan kita," tutur Prof Tjandra.

Prof Tjandra menjelaskan, konferensi ilmiah ini bertujuan sebegai berikut:
  1. Meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan masyarakat dalam bidang epidemiologi  terapan dalam menjawab berbagai masalah kesehatan dunia
  2. Berbagi informasi dan pengalaman dalam bidang epidemiologi dan intervensinya
  3. Membangun jejaring kerja
  4. Menunjukkan pencapaian mahasiswa FETP dan tenaga kesehatan

"Topiknya terbuka penyakit zoonosis, bisa penyakit menular seperti antraks, pes dan sebagainya, disamping penyakit-penyakit yang tidak menular juga bisa diangkat dalam topik ini. Jadi sesuai dengan temanya surveilens global, bagaimana penyakit menular H1N1, H5N1, SARS dulu yang tidak kenal tapal batas, dia tidak perlu bawa paspor masuk ke Indonesia, masuk ke negeri orang, maka social network itu sangat penting, ini salah satu wadahnya," jelas Dr I Nyoman Kandun, Direktur FETP Indonesia.

Konferensi ini akan diikuti oleh 40 negara dan diharapkan bisa mencapai sekitar 700 peserta. Ahli atau mahasiswa di bidang epidemiologi bisa ikut serta dan mendaftarkan abstrak penelitiannya di web http://tephinet.fetpindonesia.org.

"Kongres ini membahas kemajuan dari satu negara dengan negara yang lain. Nah, kita tentu juga akan menbahas kemajuan-kemajuan kita, juga dari Filipina, China, dan lainnya. Apa yang dilakukan di negaranya, kemudian kita akan berdikusi apa yang bisa diambil dari negara lain," jelas Prof Tjandra.



Sumber : http://health.detik.com/read/2011/03/25/173857/1601500/763/banyak-kasus-penyakit-ri-jadi-tuan-rumah-kongres-epidemiologi?l993306763

50 Persen Resep Obat yang Diberikan Dokter Tidak Rasional


img
(Foto:thinkstock)
Jakarta, Pemberian resep obat dari dokter harusnya bermanfaat, aman, risikonya sedikit dan disesuaikan dengan keuangan pasien. Tapi diketahui 50 persen obat yang diberikan dokter baik di rumah sakit maupun puskesmas tidak sesuai atau irasional.

Obat merupakan salah satu kebutuhan esensial manusia terutama jika sedang sakit. Namun masyarakat sebaiknya waspada jika obat yang diresepkan tidak sesuai atau tidak rasional.

"Sekitar 50 persen resep yang diberikan tidak sesuai, hal ini membuat biaya terbuang karena obat yang diberikan tidak efektif," ujar Prof Iwan Dwiprahasto, guru besar Farmakologi UGM dalam acara Workshop Jurnalis Kesehatan di Gedung FISIP UI, Depok, sabtu (26/3/2011).

Prof Iwan menuturkan terkadang dokter memberikan resep obat yang banyak, karena tiap gejala yang timbul diberi obat misalnya gejala yang timbul batuk, pilek, sakit kepala maka diberikan satu obat untuk masing-masing gejala tersebut.

"Tujuan dari peresepan harusnya bermanfaat, aman, terjangkau, risikonya sedikit atau minimal, mengurangi pengeluaran dan juga disesuaikan dengan keuangan pasien atau keluarganya," ujar Prof Iwan dari Bagian Farmakologi dam Terapi/Clinical Epidemiology and Biostatistics Unit FK-UGM/RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.

Prof Irwan menjelaskan dalam memberikan resep sebaiknya tepat diagnosis, tepat indikasi, tepat jenis dosis, tepat cara penggunaan dan lamanya pengobatan, tepat informasi serta tepat dengan kondisi pasien.

Salah satu pemberian resep yang tidak irasional adalah memberikan antibiotik untuk penyakit yang tidak sesuai. Dr Sharad Adhikary selaku perwakilan WHO di Indonesia menyatakan tahun 2005 ditemukan bahwa 50 persen resep di Puskesmas dan rumah sakit di Indonesia mengandung antibiotik.

Sedangkan survei nasional tahun 2009 menemukan bahwa antibiotik yang diresepkan ini untuk penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus seperti diare akut dan selesma (flu), sebenarnya yang tidak membutuhkan antibiotik untuk pengobatannya.

Penggunaan obat yang tidak rasional atau berlebihan ini tentunya meningkatkan biaya layanan kesehatan. Selain itu terkadang pasien tidak diberikan pilihan obat yang akan dikonsumsinya, sehingga ia hanya bisa menerima resep obat apapun yang diberikannya. Misalnya pada beberapa kasus kadang ditemukan lebih dari satu antibiotik dalam resep obat.

"Peresepan obat yang irasional termasuk dalam pemberian indikasi yang tidak jelas, meresepkan obat yang terlalu banyak serta tulisan resep yang kadang bisa disalahartikan," ujar Prof Iwan.

Prof Iwan menuturkan karena itu diperlukan upaya untuk melindungi masyarakat dari risiko penggunaan obat yang keliru, seperti melakukan seleksi obat, memberikan obat generik serta melihat bentuk obat mana yang dibutuhkan oleh pasien.



Sumber : http://health.detik.com/read/2011/03/26/160950/1601917/763/50-persen-resep-obat-yang-diberikan-dokter-tidak-rasional?l991101755

Kamis, 24 Maret 2011

Mahkota Dewa

Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa)


Disebut juga Makuto Rojo, Makuto Ratu, Obat Dewa, Pau (Obat Pusaka) atau Crown of God. Berasal dari Papua (Irian Barat) dan dikenal serta dibudidayakan di Indonesia di Keraton Jogja dan Solo.


Buah Mahkota Dewa mengandung zat-zat aktif seperti :


Alkaloid
berfungsi sebagai detoksifikasi yang dapat menetralisir racun-racun di dalam tubuh.


Saponin
menjadi sumber anti-bakteri dan anti-virus,  meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan vitalitas,   mengurangi kadar gula dalam darah,   mengurangi penggumpalan  darah


Flavanoid
melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh dan mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah, mengurangi kandungan kolesterol serta mengurangi penumbunan lemak pada dinding pembuluh darah,   mengurangi kadar resiko penyakit jantung koroner, mengandung anti-inflamasi (anti-radang),  berfungsi sebagai anti-oksidan,   membantu mengurangi rasa sakit jika terjadi pendarahan atau pembengkakan


Polifenol 
berfungsi sebagai anti-histamin (anti-alergi)


Mahkota Dewa dipercaya dapat mencegah dan membantu proses penyembuhan berbagai macam penyakit antara lain :


  • Tekanan darah tinggi
  • Meningkatkan vitalitas bagi penderita diabetes
  • Kanker (zat damnacanthal : menghambat pertumbuhan sel kanker)
  • Asam urat
  • Lever
  • Alergi
  • Ginjal     
  • Jantung
  • Berbagai macam penyakit kulit
  • Mengatasi ketergantungan obat
  • Rematik
  • Meningkatkan stamina dan ketahanan terhadap influenza
  • Insomnia 


Khasiat Mahkota Dewa :
Secara empiris mampu menyembuhkan lever, kanker, jantung, lemah syahwat, rhematik, diabetes mellitus, ketagihan narkoba, asam urat, darah tinggi, dan penyakit ringan (seperti EKSIM, JERAWAT, DAN LUKA GIGITAN SERANGGA) bisa disembuhkan dengan pohon ini.


Khasiat buah :
Anti-kanker, anti-tumor, anti-disentri, anti-insekta, hepato-toxic, atasi diabetes, hypertensi, hepatitis, rematik & asam
urat


Buahnya mengandung :
Saponin, Alkaloid, Polifenol, Plavonoid, Lignan, Minyak Atsiri, Sterol (yg berkhasiat sembuhkan berbagai penyakit kronis spt kanker, diabetes mellitus dsb)


Kasiat daun :
Atasi TBC, radang mata & tenggorokan.




PERHATIAN: 
WANITA HAMIL & BAYI DILARANG MENGKONSUMSI MAHKOTA DEWA. KARENA, MAHKOTA DEWA DAPAT MENINGKATKAN KONTRAKSI OTOT RAHIM SEHINGGA SANGAT BERBAHAYA BAGI KONDISI KEHAMILAN DAN KARENA KANDUNGAN KIMIANYA SANGAT AKTIF.



Kelebihan dosis : pusing & mual

Minggu, 20 Maret 2011

Penderita Diabetes Boleh Makan Enak

Mengidap penyakit diabetes mellitus bukanlah berarti kiamat dalam kehidupan Anda.  Meskipun tidak dapat sembuh, penderita diabetes (diabetesi) sebenarnya tetap dapat menikmati hidup secara normal termasuk mengonsumsi berbagai jenis makanan, kendati harus disesuaikan kebutuhan kalori.

Menurut Prof. Slamet Suryono MD, Ketua Pusat Penelitian Diabetes dan Lemak RSCM/FKUI, dahulu sempat berkembang mitos bahwa hidup dengan penyakit diabetes merupakan suatu penderitaan yang menyiksa. 

Penderita biasanya harus menjalani diet ketat dengan pantangan makanan manis. Gula dan bumbu pada makanan juga dihindari, sehingga kerap kali menu untuk diabetesi sering berbeda.  Mitos-mitos tersebut, kata Prof Slamet, tidaklah berlaku karena penderita diabetes sebenarnya dapat mengonsumsi makanan apapun, kendati porsinya  harus tetap diperhatikan.

"Dulu, ada mitos diabetesi tak boleh makan enak. Harus makan kentang, tak boleh menyentuh gula, makan terpisah dari keluarga. Tidak demikian lagi sekarang, semua dibolehkan tetapi dengan takaran tertentu," ungkap Prof. Slamet.

Pada prinsipnya, lanjut mantan Presiden Federasi Perkumpulan Endokrinologi ASEAN ini, pengidap diabetes dapat hidup normal asalkan mau menjalani empat modalitas utama yang tak dapat dipisahkan.  Empat modalitas tersebut adalah mengikuti penyuluhan agar paham dan mandiri mengatasi diabetes, mengatur pola makan, melakukan olahraga teratur dan terapi obat-obatan. 

Seorang diabetesi, ujar Prof Slamet, bahkan sebenarnya tidak memerlukan obat-obatan bila ia mampu disiplin memantau kadar gula darahnya dan mengontrol melalui pengaturan makan dan olahraga teratur.

"Obat-obatan itu adalah modalitas yang terakhir. Baru diperlukan bila gagal dengan pengaturan makan dan olahraga.  Yang harus diingat pula, obat-obatan tidak untuk menggantikan pengaturan makanan dan olahraga teratur,"  ujar Prof Slamet. 

Ia meyakinkan, bila dilakukan secara disiplin, benar dan teratur, upaya diet dan olahraga  saja sebenarnya sudah mampu menurunkan kadar gula darah secara signifikan pada penderita diabetes. 

"Pokoknya bila diet dan olahraga dilakukan secara ketat dan baik, gula darah pasien akan menurun dalam dua minggu. Dalam dua pekan sudah kelihatan, lebih lama lagi lebih baik. Jadi yang diperlukan adalah konsistensi," tegasnya.

Dengan terapi obat, gula darah penderita memang dapat diturunkan lebih cepat ketimbang pengaturan makan dan olahraga.  Tetapi yang biasanya kemudian terjadi adalah mereka menjadi ketergantungan terhadap obat.  

"Memang kalo ingin cepat ya dengan obat, tetapi berarti itu melompat ke modalitas keempat, sedangkan nomor satu dua dan tiganya dilupakan. Yang akan terjadi adalah pasien menjadi dependent terhadap obat. Ini tentu kurang baik," paparnya.

Supaya pengaturan makan dan upaya olahraga menjadi efektif, Prof Slamet memiliki tip-tip yang dapat dilakukan para diabetesi. 

Berikut adalah tip-tipnya :
- Jaga nafsu makan
- Usahakan porsi tersebar dalam sehari supaya kadar gula darah tidak terlalu berfluktuasi  
- Bagilah porsi makanan menjadi 3 porsi besar dan 3 porsi kecil.  
- Makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang.  
- Teratur dalam jumlah, jenis dan jadwal 
- Lebih banyak menu buah-buahan dan sayuran
- Gerak badan atau olahraga secara teratur minimal selama 30 menit 3 atau 4 kali seminggu.  
- Pilih olaharga yang sesuai.  Jalan kaki atau berenang relatif lebih baik.

Sumber : www.smallcrab.com

Buah dan Sayur yang Bisa Turunkan Tekanan Darah


img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Menjaga tekanan darah tetap normal sangat penting karena tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko stroke, gagal ginjal danpenyakit jantung. Beberapa buah dan sayur ini memiliki khasiat besar dalam mengontrol tekanan darah.

Tekanan darah tinggi sering disebut 'silent killer' karena seringkali tidak menunjukkan gejala apa-apa. Penelitian menunjukkan memasukkan buah-buahan dan sayuran tertentu dalam menu harian Anda dapat membantu menurunkan tekanan darah dalam tubuh.

Berikut beberapa buah dan sayur yang dapat menurukan tekanan darah, seperti dilansir Livestrong, Minggu (20/3/2011), antara lain:

1. Buah bit
Penelitian yang dilakukan ilmuwan dari Barts and London Medical School dan Queen Mary University of London menunjukkan minum jus bit dapat menurunkan tekanan darah. Ini karena buah bit mengandung nitrat yang bisa membantu menurunkan tekanan darah.

Mekanisme kerja yang terjadi adalah kadar nitrat anorganik di dalam buah bit akan diubah menjadi gas oksida nitrat saat dimakan. Gas ini akan membuat pembuluh darah terbuka dan rileks, sehingga tekanan darah seseorang menjadi turun. Namun efek ini lebih jelas terlihat pada laki-laki dibandingkan dengan perempuan.

2. Bayam
Folat, yaitu vitamin B yang larut yang ditemukan pada bayam dan brokoli juga dapat menurunkan tekanan darah. Ilmuwan dari Policlinico di Modena, Italia, mengeksplorasi efek folat pada tekanan darah pada wanita menopause.

Peserta menerima 15 mg folat atau plasebo selama tiga minggu. Para ilmuwan melaporkan padaEuropean Journal of Clinical Nutrition bahwa kelompok folat mengalami penurunan yang signifikan pada tekanan darah dibandingkan dengan kelompok plasebo.

3. Buah jeruk
Sebuah penelitian dilaporkan dalam jurnal Hipertensi edisi bulan April 2005. Ilmuwan dari St George's Medical School di London meneliti efek dari sitrat kalium yang ditemukan dalam pisang dan buah jeruk, serta kalium klorida dari suplemen. Ilmuwan menemukan bahwa kedua bentuk kalium tersebut efektif dalam menurunkan tekanan darah bagi penderita hipertensi tahap 1.

4. Pisang

Penemuan yang dilaporkan dalam jurnal Nutrition, Metabolism and Cardiovascular Diseases edisi Desember 2009 menyelidiki dampak suplemen magnesium pada orang dewasa yang kelebihan berat badan.

Peneliti menemukan bahwa partisipan dengan tekanan darah sistolik lebih besar dari 140 dan diastolik antara 90 dan 99 dengan mengonsumsi magnesium 300 mg selama 12 minggu, mengalami penurunan tekanan darah dibandingkan dengan plasebo. Magnesium banyak terdapat pada buah pisang, apel, jeruk dan pir.



Smber : www.health.detik.com

Aneka Ragam Alat Kontrasepsi

Metode Kontrasepsi Alami

Metode alami hanya bisa diterapkan pada wanita dengan siklus haid teratur. Caranya dengan menghindari sanggama pada saat subur. Alat bantu metode ini adalah pengukuran suhu basal dan uji kekentalan lendir leher rahim. 

Kelebihan: 

  • Tidak ada efek samping
  • Ekonomis
Kekurangan: 
  • Angka kegagalan tinggi yaitu 10 - 30 dari 100 wanita.


Metode Kontrasepsi Dengan Alat

Bisa dibagi menjadi: 

1. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) 
Alat kontrasepsi dalam rahim mempunyai beberapa tipe, antara lain Copper T380A, Nova T, dan beberapa AKDR yang diberi hormon (mirena, Levo Nova).

Kelebihan: 
  • Angka perlindungannya cukup tinggi, yaitu dengan kegagalan 0,3-1 per 100 wanita tiap tahun.
Kekurangan: 
  • Mengundang risiko infeksi radang panggul, perdarahan, dan kehamilan di luar kandungan.
  • Komplikasi perforasi (lubang) uterus.
  • Tidak memberi perlindungan terhadap penyakit kelamin dan hepatitis B maupun HIV/AIDS.

2. Kontrasepsi Dengan Metode Perintang 
Yang paling umum digunakan adalah kondom, diafragma, dan spermisida. 

a. Kondom 
Kantong kecil yang terbuat dari karet ini bekerja dengan membungkus penis, sehingga sperma yang keluar tetap berada dalam kantong tersebut. 

Kelebihan: 
  • Aman dipakai
  • Mudah didapat
  • Cukup efektif bila digunakan dengan benar.
  • Dapat mencegah penyebaran penyakit menular seksual dan hepatitis B HIV/AIDS.
Kekurangan: 
  • Ada risiko robek. Oleh sebab itu, gunakan satu kondom hanya untuk satu kali pakai. Kondom yang baik terasa licin dan basah. Jangan gunakan kondom yang bagian dalamnya kering, yang terasa lengket di tangan, atau yang merekat pada bungkus plastiknya.
  • Angka kegagalan tinggi, yaitu 3 - 15 per 100 wanita per tahun.

b. Diafragma 
Berbentuk seperti mangkok ceper, terbuat dari karet. Cara penggunaannya dimasukkan ke dalam vagina. Alat ini berkerja dengan cara menutupi mulut rahim, sehingga sperma, meski masih masuk ke vagina, tak bisa meneruskan perjalanan ke rahim. 

Kelebihan: 
  • Dapat dipakai berkali-kali.
  • Melindungi dari kehamilan dan penyakit menular seksual hepatitis B HIV/AIDS.
Kekurangan: 
  • Angka kegagalan tinggi, yaitu 5 - 20 per 100 wanita per tahun.
  • Sulit dipasang.

c. Spermisida 
Alat KB ini memiliki bentuk beragam. Ada foam aerosol (busa), tablet, krim, jeli, dan spons. Dipakai dengan cara dioleskan ke dalam vagina sebelum berhubungan intim. Spermisida mematikan sel-sel sperma sebelum sempat memasuki rahim. 

Kelebihan: 
  • Melindungi pemakainya dari penyakit menular seksual gonorrhea, klamida, hepatitis B, HIV/AIDS
  • Tidak didapatkan efek samping sistemik/pada tubuh.

Kekurangan: 
  • Angka kegagalan 10-25 dari 100 wanita per tahun.
  • Tidak memberi perlindungan terhadap hepatitis B, penyakit menular seksual, seperti HIV/AIDS, klamidia, gonorrhea.
  • Bisa menimbulkan gatal-gatal atau lecet pada vagina.
  • Tidak terlalu ampuh bila hanya digunakan tanpa bantuan alat lain seperti kondom atau diafragma.

3. Metode KB Hormonal 
Kebanyakan kontrasepsi hormonal mengandung estrogen dan progesteron atau hanya progesteron saja. 

a. Pil KB Terpadu 
Umumnya mengandung hormon gestagen dan estrogen sintetik. Pil yang dianjurkan adalah pil dosis rendah yang mengandung estrogen kurang dari atau sebesar 35 mikrogram dan 1 miligram progesteron. 

Kelebihan: 
  • Mudah didapat
Kekurangan: 
  • Harus diminum setiap hari.
  • Tidak semua wanita disarankan menggunakan pil, yaitu:
  • ibu menyusui,
  • perokok,
  • berusia 40 tahun ke atas,
  • memiliki problema kesehatan apa pun seperti kejang, TBC, kanker, hipertensi, diabetes, hepatitis, jantung pernah stroke, dan lainnya.
  • Menimbulkan efek samping:
  • terjadi pendarahan tidak teratur di luar masa haid.
  • mual-mual
  • sakit kepala

b. Pil KB Mini 
Beda dengan pil KB terpadu, pil ini hanya mengandung gestagen saja. 

Kelebihan: 
  • Dapat digunakan untuk ibu menyusui
  • Mudah didapat
Kekurangan: 
  • Memiliki efek samping yaitu:
  • Pendarahan tidak teratur
  • Haid tidak datang
  • Terkadang muncul sakit kepala

c. Suntikan 
Suntikan KB melindungi dari kehamilan sampai tiba waktunya disuntik kembali. Efektivitasnya hampir sama dengan pil kombinasi dan melebihi pil mini maupun AKDR. Kegagalan pada umumnya terjadi karena ketidakpatuhan terhadap jadwal suntik atau teknik penyuntikan yang salah. Cara kerja suntikan KB salah satunya yaitu menyebabkan pengentalan mukus serviks, sehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma.

Yang perlu diketahui, jika kontrasepsi suntikan dihentikan harus menunggu 1 tahun atau lebih untuk bisa hamil kembali.
Pemakai akan menerima suntikan hormon setiap 1-3 bulan sekali, yaitu:
Suntikan progestin;
Suntikan yang hanya mengandung hormon gestagen saja. Contohnya, depo provera dan depo noristerat.
Kelebihan:
  • Bisa digunakan untuk ibu menyusui atau wanita yang tidak boleh memakai tambahan estrogen.
Kekurangan: 
  • Memiliki efek samping:
  • Pendarahan tidak teratur
  • Haid tidak datang
  • Berat badan bertambah

Suntikan terpadu 
Suntikan yang mengandung hormon gestagen dan estrogen, misalnya, depo estrogen-progesteron atau cyklofem. 

Kelebihan: 
  • Tidak mempengaruhi siklus haid

Kekurangan: 
  • Tidak bisa dipakai ibu menyusui
  • Sulit diperoleh
  • Relatif mahal
  • Tidak dianjurkan bagi wanita yang tidak disarankan minum pil KB terpadu dan suntikan progestin.

d. Susuk 
Dipakai dengan memasukkannya ke bawah permukan kulit sebelah dalam lengan. Ada 2 jenis: 
  • - Norplant merupakan salah satu metode kontrasepsi berjangka waktu 5 tahun. Efektivitas kontrasepsi yang terdiri dari 6 batang susuk ini sangat tinggi. Angka kehamilan rata-rata pertahun hanya kurang dari 1 %.
  • - Implanon: kontrasepsi yang terdiri atas satu batang susuk ini dapat dipergunakan sedikitnya selama 3 tahun.

Kelebihan: 
  • * Sesudah dipasang alat ini akan mencegah kehamilan selama 5 tahun.
  • * Bisa digunakan oleh wanita yang mengalami masalah dengan hormon estrogen.
  • * Bisa digunakan oleh wanita yang menjalani pengobatan untuk kekejangan.
  • * Walau dirancang 5 tahun, bisa dicopot sewaktu-waktu.
Kekurangan: 
  • * Susuk lebih gampang dipasang daripada dicopot. Jadi sebelum memakai metode ini, pastikan pekerja kesehatan di klinik atau pos pelayanan KB sudah terlatih dan terampil serta bersedia mencopot susuk seandainya tidak lagi dikehendaki.
  • * Susuk sebaiknya dihindari jika yang bersangkutan:
  • - Pengidap kanker atau benjolan keras di payudara
  • - Haidnya sudah terlambat datang
  • - Mengalami perdarahan abnormal dari vagina
  • - Penderita sakit jantung
  • - Ingin hamil dalam beberapa tahun mendatang


Metode Kontrasepsi Laktasi

Metode ini hanya bisa diterapkan pada ibu menyusui yang benar-benar menyusui secara eksklusif/terus-menerus. 

Kelebihan: 
  • Ekonomis.
  • Mengurangi perdarahan pasca melahirkan.
  • Memberikan nutrisi yang baik pada bayi.
Kekurangan: 
  • Hanya melindungi pada 6 bulan pertama.
  • Angka kegagalan/kehamilan 6 per 100 wanita per tahun.


Metode Kontrasepsi Darurat (Pasca Senggama)

Sebenarnya kontrasepsi ini bukan merupakan alternatif untuk pencegahan kehamilan. Namun, dalam keadaan darurat metode kontrasepsi ini dapat digunakan, yaitu setelah berhubungan seks dan sebelum implantasi (menempelnya embrio pada dinding rahim). 

Yang perlu dicermati, kontrasepsi darurat hanya dibolehkan bagi wanita yang tidak menggunakan jenis kontrasepsi apa pun dan yang melakukan sanggama pada pertengahan siklus haidnya. 

Ada beberapa jenis kontrasepsi darurat: 
Estrogen: 
Sudah mulai ditinggalkan karena dosis yang digunakan cukup tinggi, sehingga menimbulkan banyak efek samping. 

Estrogen-progesteron: 
Diberikan dalam 24 jam atau paling lambat 48 jam pascasanggama. Dosisnya harus tinggi. 

Gestagen: 
Diberikan paling lambat 3 jam setelah sanggama. 

Danazol: 
Dosis yang diperlukan 800-1200 mg/hari. Banyak menimbulkan efek samping.

Antiprogestin: 
Dikenal sebagai abortivum. Dosisnya cukup 600 mg/hari.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan: 
  • Efektivitasnya lebih tinggi bila digunakan segera setelah sanggama.
  • Untuk menghindari gangguan siklus haid, gunakan hanya 1 kali pada 1 siklus haid.
  • Bila tidak terjadi haid pada siklus berikutnya, ibu harus melakukan tes kehamilan.
  • Setelah menggunakan kontrasepsi darurat sebaiknya tidak melakukan sanggama lagi sampai datang siklus haid berikut.
  • Bila embrio telah tertanam dalam rahim maka pil atau tablet tidak dapat mencegah kehamilan. Kalau digunakan malah dapat menimbulkan efek kecacatan. Oleh karena itu steroid seks tidak boleh diberikan setelah 72 jam pascasanggama. Bila waktu telah dilampaui dan implantasi tetap hendak dicegah, maka akan dipasang AKDR dari tembaga.

Kekurangan: 
  • Sakit kepala, mual, dan muntah. Yang bersangkutan perlu diberi obat antimuntah. Kalau terjadi kehamilan maka perlu dipertimbangkan pengakhiran kehamilan untuk mencegah efek kecacatan/kelainan pada janin.


Metode Kontrasepsi Mantap

Dikenal juga dengan sterilisasi, yaitu operasi pada saluran indung telur (perempuan) atau saluran sperma (laki-laki) agar steril atau tak ada sel telur untuk dibuahi maupun sel sperma untuk membuahi. Sterilisasi pada wanita disebut dengan tubektomi sedangkan para pria dikenal dengan vasektomi.

Tubektomi 

Kelebihan: 
  • Cukup efektif dalam mencegah kehamilan 0,1/100 wanita per tahun.
Kekurangan: 
  • Bersifat permanen
  • Tidak terlindung dari penyakit menular seksual

Vasektomi 

Kelebihan: 
  • Cukup efektif dalam mencegah kehamilan 0,3/100 wanita per tahun.
Kekurangan: 
  • Bersifat permanen.
  • Tidak terlindung dari penyakit menular seksual.


Perlu Disesuaikan Dengan Usia

Pemilihan alat kontrasepsi perlu disesuaikan dengan usia. Bagi perempuan 20-35 tahun disarankan menggunakan kontrasepsi pil atau kondom. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim seperti IUD atau Spiral adalah pilihan kedua untuk menghindari terjadinya risiko infeksi pada rahim.

Dengan alasan yang sama pula, AKDR sebaiknya tidak digunakan bagi perempuan yang belum pernah memiliki anak. IUD/Spiral bisa dipakai perempuan yang telah mempunyai anak atau telah berusia di atas 30 tahun. Sedangkan bagi perempuan di atas 40 tahun jangan menggunakan kontrasepsi pil. Pil KB biasanya menggunakan hormon estrogen dan atau gestagen sintetik. Untuk mengonsumsi pil ini dibutuhkan fungsi hati yang cukup bagus, sementara fungsi hati pada wanita di atas 40 tahun biasanya sudah berkurang. Lebih baik, gunakan AKDR atau Kontap (kontrasepsi mantap), seperti tubektomi atau vasektomi.



Sumber : www.smallcrab.com