SELAMAT DATANG DI BLOG HERBAMAED INDONESIA

HERBAMAED INDONESIA hadir untuk memberikan informasi manfaat tanaman obat/ Herbal khususnya Herbal Indonesia untuk kesehatan. Selain memberikan informasi herbal, HERBAMAED INDONESIA juga menyediakan berbagai macam herbal yang sudah dalam bentuk ektrak dan dikemas dalam bentuk kapsul sehingga memudahkan untuk mengkonsumsinya. Bagi yang berminat untuk memanfaatkan herbal dan konsultasi pengobatan herbal bisa contact : rsmjakarta@gmail.com atau dessysartika@gmail.com / 08988059632
Tampilkan postingan dengan label Olah Raga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olah Raga. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Februari 2011

Olahraga Ekstrem dan Manfaatnya


img
(Foto: thinkstock)

Jakarta, Olahraga ekstrem tidak hanya bisa memacu adrenalin, namun juga memberikan manfaat kesehatan yang tidak sedikit. Saat sedang stres berat misalnya, melakukan olahraga ekstrem bisa menjadi solusinya.

Ada beberapa karakteristik umum yang membedakan olahraga ekstrem dengan olahraga lain pada umumnya. Meskipun tidak eksklusif untuk anak muda, namun olahraga ekstrem cenderung dilakukan oleh mereka yang berusia 15 sampai 45 tahun. Tentu patokan umur ini bergantung kepada jenis dari olahraga ekstrim yang dilakukan serta tingkat kesehatan pelakunya.  

Ciri khas lainnya adalah olahraga ekstrem tidak dipraktikkan dalam kegiatan olahraga di sekolah, serta cenderung dilakukan individual daripada berkelompok. Selain itu, mereka yang melakukan olahraga ekstrem biasanya mendapatkan bimbingan khusus terlebih dahulu dari para ahli yang telah berpengalaman sebelum melakukannya. 

Olahraga ekstrem juga memiliki kekhususan tersendiri. Apabila olahraga lainnya mengedepankan persaingan dengan kompetitor, maka olahraga ekstrem berfokus pada menaklukkan rasa takut diri sendiri dan bagaimana kita bisa menghadapi tantangan alam. 

Variabel-variabel lingkungan yang tidak bisa ditebak, seperti cuaca dan medan yang terkait termasuk ketinggian, angin, air, salju dan dataran ekstrem, menjadi bagian dari tantangan yang harus bisa ditaklukkan para penikmat olahraga ekstrem. Karena fenomena alam tidak dapat dikendalikan, kesiapan mental serta ketrampilan memiliki pengaruh sangat besar dalam olahraga ekstrem.   

Ada beberapa jenis aktivitas olah tubuh yang yang bisa dimasukkan dalam kategori olahraga ekstrim Minggu (6/2/2011), yaitu:

Bungee Jumping (melompat dari ketinggian)

Melompat dari ketinggian puluhan meter dengan hanya mengandalkan bungee cord khusus sebagai alat pengaman, tentu akan memberikan pacuan adrenalin yang luar biasa bagi para pelakunya!

Manfaat kesehatan: 
menghilangkan stress, melatih kelenturan tubuh, melancarkan peredaran darah ke otak, dan bisa menjadi terapi untuk mengatasi phobia pada ketinggian.

Gliding (olahraga terbang layang)
Variasi dari olahraga ekstrem di udara dengan bantuan alat khusus agar penggunanya bisa bergerak bebas di udara adalah hang gliding dan gliding. Bila gliding dilakukan menggunakan pesawat tak bermesin yang dikenal sebagai glider atau pesawat layar, maka hang gliding dilakukan dengan pesawat yang lebih sederhana, yang kadangkala hanya terdiri dari sayap kain berangka metal.

Manfaat kesehatan: menghilangkan stres, melatih kekuatan otot tangan, dan melatih konsentrasi berpikir.

Mountain Biking (sepeda gunung)

Mengendarai sepeda gunung khusus di jalanan terjal sambil menikmati keindahan alam menjadi kesenangan yang ditawarkan mountain biking.

Secara umum, kategori kegiatan dalam mountain biking terbagi atas cross country, trail riding, downhill, free-ride, street riding, dirt jumping, dan trials. Namun, yang lebih sering dilakukan tentunya adalahrecreational cross country, trail riding, dan street riding, di mana kegiatan yang dilakukan lebih bersifat rekreasi.

Manfaat kesehatan: membakar lemak tubuh karena adanya aktivitas tubuh secara kontinyu, membuat sistem kardiovaskular tubuh bekerja dengan lebih baik akibat aktivitas tinggi jantung dan paru-paru sehingga tubuh dengan sendirinya menjadi lebih fit, serta melatih otot kaki. 

Climbing (panjat tebing)
Climbing atau panjat tebing kini semakin popular, bukan hanya di kalangan anak muda dan orangtua, namun juga anak-anak. Jika sudah cukup mahir melakukan wall climbing, rock climbing di alam terbuka bisa menjadi pilihan tantangan selanjutnya.

Manfaat kesehatan: membuat stamina dan kekuatan tubuh menjadi lebih baik akibat intensitas aktivitas fisik yang tinggi, dan melatih kedisiplinan mental karena tingkat konsentrasi yang harus dipertahankan selama melakukan climbing.

Surfing (berselancar)
Olahraga ekstrem yang berlangsung di air juga cukup banyak jenisnya, misalnya jet-skiing, scuba diving, snorkeling, surfing, kayaking, windsurfing, dan water-skiing. Namun, menilik dari antusiasme para penggemarnya, surfing bisa dikatakan sebagai olahraga ekstrem air yang paling populer.

Manfaat kesehatan: surfing pada dasarnya adalah sebuah paduan latihan kardiovascular yang baik, menggunakan otot tubuh bagian atas saat mengayuh papan selancar dengan tangan, dan latihan otot kaki saat mengendalikan papan selancar.

Peringatan bagi yang ini melakukan olaharaga ekstrem:
1. Pertimbangkan risiko
Dalam memilih kegiatan yang akan dilakukan, pertimbangkan juga risiko yang bisa menimpa Anda saat melakukan olahraga ekstrem tersebut. Ingat orang-orang tercinta yang menunggu Anda di rumah.

2. Periksa kesehatan terlebih dahulu
Pastikan Anda mengunjungi dokter untuk mengetahui kesiapan fisik Anda dalam melakukan olahraga ekstrem yang akan dilakukan. Bila memang fisik Anda tidak siap, ada baiknya untuk menunda rencana tersebut.

3. Pilih waktu yang tepat
Rencanakan dengan teliti waktu yang tepat untuk melakukan olahraga ekstrem. Saat kantor sering lembur atau banyak pekerjaan yang menumpuk tentu bukan waktu yang ideal.

(Baca artikel lainnya di http://www.inspiredkidsmagazine.com)



Sumber : http://health.detik.com/read/2011/02/06/141749/1561039/1073/olahraga-ekstrem-dan-manfaatnya?l991101755

Tips Berolahraga yang Tidak Membahayakan Jantung


img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Beberapa kasus orang meninggal usai melakukan olahraga berat seperti sepakbola, tenis, badminton membuat sebagian orang takut untuk melakukan olahraga tersebut. Permasalahan bukan pada cabang olahraganya, melainkan karena terlalu memaksa berolahraga pada kondisi tubuh yang tidak siap.

Kasus publik figur yang meninggal usai melakukan olahraga, seperti Basuki yang meninggal setelah terjatuh saat bermain futsal, Benyamin S meninggal setelah koma beberapa hari usai main sepakbola, serta yang terbaru Adjie Massaid yang meninggal usia bermain futsal, membuat tanda tanya tersendiri apakah olahraga futsal atau sepakbola dapat menyebabkan kematian?

"Yang harus diingat bukan karena cabang olahraganya, tapi memang olahraga prestasi atau fun dapat mengandung bahaya yang fatal untuk kesehatan bila dilakukan saat tubuh tidak siap secara fisik dan mental," jelas dr Michael Triangto, SpKO, Spesialis Kedokteran Olahraga di RS Mitra Kemayoran saat dihubungi detikHealth, Sabtu (5/2/2011).

Menurut dr Michael, semua jenis olahraga mengandung risiko untuk kesehatan, yang paling sering misalnya cedera, putus tendon atau robekan di daerah otot, bahkan yang fatal dapat menyebabkan stroke atau serangan jantung. Namun karena kebanyakan tidak menyebabkan kematian, hal tersebut tidak terlalu dihebohkan.

"Tapi bukan berarti saya melarang orang untuk berolahraga atau menakut-nakuti. Olahraga tetap dibutuhkan tubuh, asalkan orang itu siap secara fisik dan mental, serta tidak memaksakan olahraga melebihi 100 persen tubuhnya," lanjut dr Michael yang juga menjabat sebagai Kepala Sub Bidang Kedokteran Olahraga, Litbang PB PBSI.

dr Michael mengatakan, kebanyakan orang yang mengalami cedera atau masalah kesehatan saat melakukan olahraga adalah karena tubuhnya tidak siap secara fisik dan mental. Apalagi bila sebelumnya orang tersebut sudah memiliki masalah kesehatan, seperti hipertensi atau kolesterol tinggi, tapi tidak pernah diperiksakan melalui check up.

Selain itu, orang awam yang tidak terlatih biasanya sering memaksakan diri melakukan olahraga kompetitif atau olahraga berat melampaui 100 persen kemampuan tubuhnya.

"Memaksakan diri berolahraga berat dengan melebihi 100 persen kemampuan tubuh dapat membahayakan organ-organ di tubuh, termasuk jantung. Untuk itu, perlu juga diperhatikan olahraga apa dan seberapa kemampuan tubuh kita," jelas dr Michael.

Menurut dr Michael, berapapun usia seseorang bila ia memiliki kesiapan secara fisik dan mental, maka tidak bermasalah saat melakukan olahraga berat sekalipun. Tapi bila Anda memaksakan diri melakukan olahraga berat saat tubuh tidak siap, secara fisik mungkin bisa menerimanya, tetapi tidak dengan jantung Anda.

Agar tidak terjadi masalah kesehatan saat melakukan olahraga, dr Michael memberikan beberapa tips sehat dan aman, yaitu:

1. Cek denyut nadi sebelum berolahraga
Sebelum olahraga sebaiknya cek tekanan darah (tensi). Tapi bagi orang awam bisa dengan mengecek denyut nadi di pergelangan tangan atau di leher. Denyut nadi yang normal adalah 60-90 denyut per menit.

Bila denyut nadi di atas atau di bawah jumlah tersebut, sebaiknya jangan memaksakan diri untuk berolahraga, apalagi olahraga berat. Denyut nadi di bawah atau di atas normal menandakan bahwa tubuh Anda dalam kondisi yang tidak prima.

2. Tidak pusing saat bergerak dari jongkok ke berdiri
Bila Anda merasa pusing saat ganti posisi tubuh saat jongkok ke berdiri, artinya jantung tidak mampu memompa darah secara maksimal. Dalam kondisi ini juga jangan paksakan diri untuk berolahraga berat.

3. Jangan paksakan diri saat pertama kali olahraga
"Perhatikan kemampuan tubuh, jangan lakukan olahraga melebihi 100 persen kemampuan tubuh. Jantung harus dilatih secara teratur dan berkesinambungan, setidaknya seminggu 3 kali. Bila Anda sudah lama tidak berolahraga, maka jangan memaksakan diri untuk olahraga kompetitif seperti sepakbola yang harus kejar-kejaran skor. Lakukan secara bertahap sambil dilihat keluhannya," jelas dr Michael.



Sumber : http://health.detik.com/read/2011/02/05/162350/1560777/763/tips-berolahraga-yang-tidak-membahayakan-jantung?l991101755

Rabu, 29 Desember 2010

Mengintip Kemenangan sambil Mempersiapkan Mental Kalah

CATATAN SEPAKBOLA
Mengintip Kemenangan sambil Mempersiapkan Mental Kalah




ILUSTRASI/IST
  
Inilah yang seyogianya dicamkan segenap pecinta sepak bola Indonesia yang akan memerahkan Gelora Bung Karno (GBK), esok saat berlangsung leg 2 final Piala AFF 2010 antara Indonesia vs Malaysia. Pertandingan syarat gengsi, karena inilah peluang terakhir Timnas Indonesia di penghujung tahun 2010 untuk mengakhiri paceklik prestasi sejak 1991.SEPAK bola bermula dan berakhir sebagai permainan.
Wajar belaka jika harapan pecinta bola Indonesia membuncah. Firman Utina dkk tak hanya diharapkan menang, tapi juga juara��"sebagai lambang kita kembali digjaya di Asia Tenggara. Dalam serangkaian pertandingan yang dijalani Timnas Indonesia di GBK, dukungan suporter begitu riuh-rendah. Di tengah kebisingin politik, suasana sosial yang makin tak guyub hingga tingkat kesejahteraan yang tak kunjung membaik, sepak bola menjadi semacam hiburan buat rakyat kebanyakan. Memang sepak bola, adalah olahraga rakyat yang murah meriah. Seluruh penduduk di sekujur negeri ini bisa memainkannya.
Pun begitu, sepak bola bisa menjadi kehilangan substansinya sebagai permainan manakala pihak-pihak di luarnya memanfaatkan sesuatu yang bukan olahraga. Ini pernah terjadi sebelum Timnas Indonesia melakoni laga tandang di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur Malaysia. Kini marilah menjejakkan kaki di bumi. Timnas Indonesia belum juara dan apresiasi pada segenap skuad Merah Putih sepatutnya proporsional, tidak lebay kata generasi muda zaman twitter dan facebook.
Timnas kalah di Bukit Jalil yang diwarnai insiden sinar laser ke tengah lapangan��"yang dituding berasal dari suporter Malaysia. Harapan untuk membalas dendam atas kekalahan telak itu merebak dan akan bermuara di GBK, Rabu, 29 Desember 2010. Saking larutnya pada sepak bola, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun mengatakan agar Timnas Indonesia tetap optimistis. Masih ada 90 menit yang bisa menentukan hasil akhir final Piala AFF, begitu kurang lebih Yudhoyono menerbitkan harapan.
Yudhoyono pun minta pecinta Indonesia tetap mendukung sepenuh tenaga untuk menyemangati Firman Utina dkk di GBK. Harapan menang dikobarkan, bukan saja oleh Yudhoyono, Mennegpora Andi Mallarangeng, Ketua PSSI Nurdin Halid, duet pelatih dan asistennya, Riedl-Pikal hingga media cetak dan elektronik. Ada nama yang sama: Jadikan laga di GBK untuk membalas kekalahan dan juara Piala AFF 2010.
Sepak bola adalah pertandingan yang dramatis, hasil akhirnya sulit ditebak. Ini berlaku jika secara teknis kedua tim yang akan bermain memiliki kemampuan sama, berada di kelas yang sederajat. Begitu pula Indonesia dan Malaysia. Timnas pernah melumat Malaysia (5-1) di pertandingan perdana penyisihan grup. Tapi mampu membalas di level lebih tinggi, final leg 1 dengan skor tak kalah mencolok (3-0). Secara teknis, dua tim berpeluang memenangkan leg 2. Soal siapa juara, ditentukan oleh faktor mental dan mengendalikan pertandingan sejak menit awal.
Markus, Zulkifli, Nasuha, Hamka, Maman, Firman, Busytomi, Ridwan, Arif, Irfan, Gonzales atau Bambang Pamungkas memiliki kemampuan teknis memadai. Jika ditopang semangat, mental dan keriangan bermain sepak bola mereka bisa menjadi sekumpulan burung garuda yang mengoyak gawang Malaysia. Namun begitu, kesalahan sedikit saja��"seperti dilakukan Maman Abdurrahman ketika gagal mengawal striker Malaysia di pertemuan pertama��"bisa berakibat fatal yang bisa mengubah hasil pertandingan. Oleh karena itu konsentrasi penuh dan terus siaga dalam 90 menit menjadi keniscayaan. Firman Utina Cs harus bermain tanpa kesalahan��"atau sesedikit mungkin cela untuk bisa mengoyak jala Malaysia empat gol tanpa balasan. Sebuah kerjaan yang sulit, meskipun bukan mustahil.
Sembari mengintip kemenangan dan juara, marilah kita juga menyiapkan mental jika Timnas Indonesia gagal. Ini yang absen dalam obrolan di warung kopi hingga nasihat Presiden dan Ketum PSSI. Kita semua tahu pertandingan nanti akan berlangsung panas karena sejumlah hal: Pertama, Indonesia butuh kemenangan minimal 4-0 atau berselisih empat gol dari Malaysia (5-1, 6-2, 7-3) dst. Tanpa itu, Indonesia tak bisa menjadi juara.
Kedua, atmosfer pertandingan yang melatarinya agak emosional setelah kejadian insiden laser di Bukit Jalil yang dituding sebagai titik balik rontoknya permainan Firman Utina sehingga dihajar Malaysia 3-0.
Ketiga, final tahun adalah kali ke sekian bagi Indonesia dan dibebani satu harapan besar pecinta Indonesia atas paceklik prestasi di cabang sepak bola sejak 1991 silam. Harapan menang membuncah hingga ke ubun-ubun.
Keempat, setiap bertanding dengan Malaysia, ada aroma "permusuhan" karena memang hubungan negeri serumpun ini selalu panas dingin yang disulut banyak hal: soal perbatasan, klaim seni/budaya, kekerasan pada TKI dan lain sebagainya.
Tapi, ini sepak bola, hanya sebuah permainan. Suporter boleh bersuka cita jika Timnas akhirnya juara Piala AFF 2010. Tapi andaipun, Timnas belum juara tahun ini, tak boleh ada sedikitpun darah menetes--apalagi nyawa melayang percuma. Suporter boleh kecewa, tapi tak perlu mengamuk, merusak dan memercikkan api kerusuhan di stadion termegah di Nusantara itu.
Perlu disadari Gelora Bung Karno adalah aset bangsa, milik rakyat Indonesia, bukan milik PSSI (apalagi Nurdin Halid). Jadi bersuka cita saat juara boleh-boleh saja, tapi janganlah kemudian mengamuk dan merusak saat gagal juara. Dengan cara ini, kita sadar peradaban. Bertindak sportif, bermartabat dan tak kehilangan akal sehat��"bahkan andaipun mimpi juara sirna. Tak perlulah kita dikungkung nasionalisme banal dan tak sejati di balik hingar-bingar gelaran Piala AFF 2010!
Marilah kita jadikan momentum keriangan bermain sepak bola dari Firman Utina Cs sebagai kebangkitan prestasi sepak bola Indonesia: juara atau belum juara. Pelatih Riedl telah memulai sebuah cara baru bagaimana bermain sepak bola yang enak ditonton. Tonggak ini harus dilanjutkan. 

Selasa, 28 Desember 2010

INDONESIA vs MALAYSIA (lupakan sejenak!!!)



buat kalian semua yang lagi pada gila nonton bola INDONESIA vs MALAYSIA by SUZUKI AFF 2010, lupakan sejenak dan lihat video ini, kalian pasti akan termenung,