SELAMAT DATANG DI BLOG HERBAMAED INDONESIA

HERBAMAED INDONESIA hadir untuk memberikan informasi manfaat tanaman obat/ Herbal khususnya Herbal Indonesia untuk kesehatan. Selain memberikan informasi herbal, HERBAMAED INDONESIA juga menyediakan berbagai macam herbal yang sudah dalam bentuk ektrak dan dikemas dalam bentuk kapsul sehingga memudahkan untuk mengkonsumsinya. Bagi yang berminat untuk memanfaatkan herbal dan konsultasi pengobatan herbal bisa contact : rsmjakarta@gmail.com atau dessysartika@gmail.com / 08988059632
Tampilkan postingan dengan label Sepak Bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepak Bola. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Februari 2011

Waspadai Kram Jantung Saat Berolahraga Keras


img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Olahraga seperti sepakbola, futsal, badminton, tenis, lari atletik termasuk contoh olahraga keras karena mempunyai gerakan-gerakan eksplosif yang bisa cepat menaikkan denyut nadi. Agar tidak menimbulkan bahaya pada tubuh sesuaikan olahraga tersebut dengan dosis dan umur Anda.

Dokter olahraga yang sudah malang melintang menangani PSSI dan KONI DR.med.Suhantoro, SpKO, FACSM (K) mengatakan olahraga bisa menimbulkan masalah jika dilakukan tidak sesuai dosis, jenis olahraga dan umur.

"Orang banyak yang mengabaikan soal dosis olahraga yang aman sesuai umur, sehingga banyak kasus orang yang meninggal setelah olahraga," kata DR Suhantoro dalam perbincangannya dengan detikHealth, Sabtu (5/2/2011).

Ketika orang masih berusia 20-25 tahun atau sampai maksimal 30 tahun, tubuh masih bisa melakukan kompensasi terhadap kegiatan olahraga yang berat.

Tapi ketika usia seseorang sudah di atas 30 tahun maka orang perlu mengetahui dosis dan jenis olahraga yang aman sesuai usianya.

Saat berolahraga, kata DR Suhantoro, detak jantung, tekanan darah sistolik (atas), dan cardiac output (jumlah darah yang dipompa per denyut jantung) semua mengalami peningkatan.

Aliran darah ke jantung, otot, dan kulit juga meningkat. Akibatnya, metabolisme tubuh menjadi lebih aktif memproduksi CO2 (karbondioksida/oksida asam) dan H+ (ion proton) pada otot. 

Akhirnya orang akan bernapas lebih cepat dan lebih dalam untuk memasok oksigen lebih banyak karena metabolisme yang meningkat ini. Tapi olahraga berat itu membuat metabolisme tubuh tidak bisa lagi hanya mengandalkan pasokan oksigen tapi menggunakan proses biokimia.

Proses biokimia ini menghasilkan asam laktat yang kemudian memasuki aliran darah. Penumpukan asam laktat ini akan membuat tubuh merasa capek saat olahraga. Kadar oksigen juga menurun akibat penumpukan karbondioksida dalam darah. Jika oksigen turun maka sel-sel tubuh akan mati.

"Jadi ada miliaran darah mati saat orang berolahraga, karena saat olahraga tubuh orang akan menjadi asam, Ph akan menjadi sekitar 6,7-6,8. Padahal tubuh itu harus dalam kondisi basa yaitu Ph 7," ungkap DR Suhantoro.

Ada ancaman kematian jika Ph tubuh saat olahraga akibat kecapekan mencapai Ph 6,3. Inilah yang menyebabkan terjadi kram otot dan kram jantung yang membuat banyak orang terkena serangan jantung setelah berolahraga.

Tubuh perlu waktu sekitar 30 menit untuk menetralkan asam ini dengan cara istirahat. "Maka itu jika tubuh sudah ngos-ngosan sebaiknya istirahat dulu, jangan dipaksakan berlari terus ini untuk recovery," kata dokter Suhantoro yang kini berusia 67 tahun.

Bagaimana dosis olahraga yang aman?


Menurut DR Suhantoro cara yang aman adalah mengukur denyut nadi maksimal (DNM). DNM adalah denyut nadi maksimal yang dihitung berdasarkan rumusan DNM = 220 - Umur, kemudian dikalikan dengan intensitas membakar lemak 60-70 persen DNM.

DR Suhantoro mencontohkan orang yang berusia 40 tahun maka DNM saat ia berolahraga adalah 220 - 40 = 180. Kemudian angka 180 dikalikan dengan 60 persen untuk batas ringan dan 70 persen untuk batas atas yang hasilnya 108-126 per menit.

Dengan mengetahui denyut nadi tersebut, maka orang yang berusia 40 tahun harus berhenti sejenak dari olahraganya ketika denyut nadinya sudah melampaui 126 per menit. Jika masih dipaksakan yang terjadi adalah kram jantung yang membuat serangan jantung.

Untuk menghitung denyut jantung bisa dengan cara menghitung nadi di dekat tangan atau yang lebih praktis memakai jam yang ada detak jantungnya.

"Sekali lagi perlu diperhatikan kondisi denyut jantung saat berolahraga jangan sampai melebihi batas maksimal yang bisa membahayakan jantung," ingat Dr Suhantoro.

Jika sudah merasa melampaui dosis saat lari di futsal misalnya, berikan saja bola-bola itu ke orang lain yang masih kuat. Satu lagi saat istirahat minumlah air dengan suhu 15-16 derajat atau minuman manisdengan kadar gula 2,5-5 persen. "Minuman yang terlalu dingin akan sulit diabsorb tubuh karena suhu tubuh setelah olahraga sedang dalam kondisi panas," jelas Dr Suhantoro.



Sumber : http://health.detik.com/read/2011/02/05/111505/1560639/763/waspadai-kram-jantung-saat-berolahraga-keras?l991101755

Rabu, 29 Desember 2010

PSSI Jangan Lagi Diisi Orang dari Parpol atau Mantan Pejabat





Jakarta - Wacana mereformasi PSSI menguat seiring meningkatnya permainan Timnas Indonesia di Piala AFF 2010 kali ini. PSSI pun diminta untuk segera berbenah diri dengan diisi oleh orang-orang yang independen.

"PSSI harus diisi oleh orang yang punya keinginan memajukan sepakbola, orang-orang yang independen, bukan mantan pejabat, supaya tidak ada lagi kepentingan parpol, apalagi kalau diisi dari parpol," beber Anggota Komisi X (bidang olahraga) DPR Dedi Gumelar saat berbincang dengan detikcom, Rabu (29/12/2010).

Dedi atau biasa dipanggil dengan Miing menjamin, organisasi ini tidak akan pernah beres jika diisi oleh orang-orang yang sudah disebutkannya tadi. "Pasti bakal ada kepentingan rangkaian kekuasaan," imbuhnya.

Meski begitu, Miing tidak ingin jika pengurus PSSI saat ini mundur di tengah jalan. Baginya, Munas PSSI yang akan berlangsung tahun depan adalah saat yang tepat untuk mengganti seluruh pengurus PSSI yang lama. 

Miing pun mengajak, siapa pun yang benar-benar ingin memajukan sepakbola nasional dengan tulus, untuk segera maju dalam pertarungan tersebut. "Yang punya keinginan memajukan sepakbola, supaya maju," tandasnya.

(mok/ahy)


Sumber : http://www.detiknews.com/read/2010/12/30/061852/1535587/10/pssi-jangan-lagi-diisi-orang-dari-parpol-atau-mantan-pejabat?n991102605

Indonesia vs Malaysia (2-1) AFF Cup 2010 Final 2nd Leg




Indonesia vs Malaysia (2-1) AFF Cup 2010 Final 2nd Leg di GELORA BUNG KARNO, Jakarta 29 Desember 2010


walaupun INDONESIA tidak bisa meraih piala SUZUKI AFF melawan MALAYSIA tahun ini, tetapi  INDONESIA berhasil menang melawan MALAYSIA di GELORA BUNG KARNO, terimakasih buat TIMNAS kita yang sudah berjuang sekuat tenaga, untuk membawa harum nama MERAH PUTIH, I LOVE YOU TIMNAS INDONESIA... :)

Mengintip Kemenangan sambil Mempersiapkan Mental Kalah

CATATAN SEPAKBOLA
Mengintip Kemenangan sambil Mempersiapkan Mental Kalah




ILUSTRASI/IST
  
Inilah yang seyogianya dicamkan segenap pecinta sepak bola Indonesia yang akan memerahkan Gelora Bung Karno (GBK), esok saat berlangsung leg 2 final Piala AFF 2010 antara Indonesia vs Malaysia. Pertandingan syarat gengsi, karena inilah peluang terakhir Timnas Indonesia di penghujung tahun 2010 untuk mengakhiri paceklik prestasi sejak 1991.SEPAK bola bermula dan berakhir sebagai permainan.
Wajar belaka jika harapan pecinta bola Indonesia membuncah. Firman Utina dkk tak hanya diharapkan menang, tapi juga juara��"sebagai lambang kita kembali digjaya di Asia Tenggara. Dalam serangkaian pertandingan yang dijalani Timnas Indonesia di GBK, dukungan suporter begitu riuh-rendah. Di tengah kebisingin politik, suasana sosial yang makin tak guyub hingga tingkat kesejahteraan yang tak kunjung membaik, sepak bola menjadi semacam hiburan buat rakyat kebanyakan. Memang sepak bola, adalah olahraga rakyat yang murah meriah. Seluruh penduduk di sekujur negeri ini bisa memainkannya.
Pun begitu, sepak bola bisa menjadi kehilangan substansinya sebagai permainan manakala pihak-pihak di luarnya memanfaatkan sesuatu yang bukan olahraga. Ini pernah terjadi sebelum Timnas Indonesia melakoni laga tandang di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur Malaysia. Kini marilah menjejakkan kaki di bumi. Timnas Indonesia belum juara dan apresiasi pada segenap skuad Merah Putih sepatutnya proporsional, tidak lebay kata generasi muda zaman twitter dan facebook.
Timnas kalah di Bukit Jalil yang diwarnai insiden sinar laser ke tengah lapangan��"yang dituding berasal dari suporter Malaysia. Harapan untuk membalas dendam atas kekalahan telak itu merebak dan akan bermuara di GBK, Rabu, 29 Desember 2010. Saking larutnya pada sepak bola, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun mengatakan agar Timnas Indonesia tetap optimistis. Masih ada 90 menit yang bisa menentukan hasil akhir final Piala AFF, begitu kurang lebih Yudhoyono menerbitkan harapan.
Yudhoyono pun minta pecinta Indonesia tetap mendukung sepenuh tenaga untuk menyemangati Firman Utina dkk di GBK. Harapan menang dikobarkan, bukan saja oleh Yudhoyono, Mennegpora Andi Mallarangeng, Ketua PSSI Nurdin Halid, duet pelatih dan asistennya, Riedl-Pikal hingga media cetak dan elektronik. Ada nama yang sama: Jadikan laga di GBK untuk membalas kekalahan dan juara Piala AFF 2010.
Sepak bola adalah pertandingan yang dramatis, hasil akhirnya sulit ditebak. Ini berlaku jika secara teknis kedua tim yang akan bermain memiliki kemampuan sama, berada di kelas yang sederajat. Begitu pula Indonesia dan Malaysia. Timnas pernah melumat Malaysia (5-1) di pertandingan perdana penyisihan grup. Tapi mampu membalas di level lebih tinggi, final leg 1 dengan skor tak kalah mencolok (3-0). Secara teknis, dua tim berpeluang memenangkan leg 2. Soal siapa juara, ditentukan oleh faktor mental dan mengendalikan pertandingan sejak menit awal.
Markus, Zulkifli, Nasuha, Hamka, Maman, Firman, Busytomi, Ridwan, Arif, Irfan, Gonzales atau Bambang Pamungkas memiliki kemampuan teknis memadai. Jika ditopang semangat, mental dan keriangan bermain sepak bola mereka bisa menjadi sekumpulan burung garuda yang mengoyak gawang Malaysia. Namun begitu, kesalahan sedikit saja��"seperti dilakukan Maman Abdurrahman ketika gagal mengawal striker Malaysia di pertemuan pertama��"bisa berakibat fatal yang bisa mengubah hasil pertandingan. Oleh karena itu konsentrasi penuh dan terus siaga dalam 90 menit menjadi keniscayaan. Firman Utina Cs harus bermain tanpa kesalahan��"atau sesedikit mungkin cela untuk bisa mengoyak jala Malaysia empat gol tanpa balasan. Sebuah kerjaan yang sulit, meskipun bukan mustahil.
Sembari mengintip kemenangan dan juara, marilah kita juga menyiapkan mental jika Timnas Indonesia gagal. Ini yang absen dalam obrolan di warung kopi hingga nasihat Presiden dan Ketum PSSI. Kita semua tahu pertandingan nanti akan berlangsung panas karena sejumlah hal: Pertama, Indonesia butuh kemenangan minimal 4-0 atau berselisih empat gol dari Malaysia (5-1, 6-2, 7-3) dst. Tanpa itu, Indonesia tak bisa menjadi juara.
Kedua, atmosfer pertandingan yang melatarinya agak emosional setelah kejadian insiden laser di Bukit Jalil yang dituding sebagai titik balik rontoknya permainan Firman Utina sehingga dihajar Malaysia 3-0.
Ketiga, final tahun adalah kali ke sekian bagi Indonesia dan dibebani satu harapan besar pecinta Indonesia atas paceklik prestasi di cabang sepak bola sejak 1991 silam. Harapan menang membuncah hingga ke ubun-ubun.
Keempat, setiap bertanding dengan Malaysia, ada aroma "permusuhan" karena memang hubungan negeri serumpun ini selalu panas dingin yang disulut banyak hal: soal perbatasan, klaim seni/budaya, kekerasan pada TKI dan lain sebagainya.
Tapi, ini sepak bola, hanya sebuah permainan. Suporter boleh bersuka cita jika Timnas akhirnya juara Piala AFF 2010. Tapi andaipun, Timnas belum juara tahun ini, tak boleh ada sedikitpun darah menetes--apalagi nyawa melayang percuma. Suporter boleh kecewa, tapi tak perlu mengamuk, merusak dan memercikkan api kerusuhan di stadion termegah di Nusantara itu.
Perlu disadari Gelora Bung Karno adalah aset bangsa, milik rakyat Indonesia, bukan milik PSSI (apalagi Nurdin Halid). Jadi bersuka cita saat juara boleh-boleh saja, tapi janganlah kemudian mengamuk dan merusak saat gagal juara. Dengan cara ini, kita sadar peradaban. Bertindak sportif, bermartabat dan tak kehilangan akal sehat��"bahkan andaipun mimpi juara sirna. Tak perlulah kita dikungkung nasionalisme banal dan tak sejati di balik hingar-bingar gelaran Piala AFF 2010!
Marilah kita jadikan momentum keriangan bermain sepak bola dari Firman Utina Cs sebagai kebangkitan prestasi sepak bola Indonesia: juara atau belum juara. Pelatih Riedl telah memulai sebuah cara baru bagaimana bermain sepak bola yang enak ditonton. Tonggak ini harus dilanjutkan.