SELAMAT DATANG DI BLOG HERBAMAED INDONESIA

HERBAMAED INDONESIA hadir untuk memberikan informasi manfaat tanaman obat/ Herbal khususnya Herbal Indonesia untuk kesehatan. Selain memberikan informasi herbal, HERBAMAED INDONESIA juga menyediakan berbagai macam herbal yang sudah dalam bentuk ektrak dan dikemas dalam bentuk kapsul sehingga memudahkan untuk mengkonsumsinya. Bagi yang berminat untuk memanfaatkan herbal dan konsultasi pengobatan herbal bisa contact : rsmjakarta@gmail.com atau dessysartika@gmail.com / 08988059632

Rabu, 02 Februari 2011

Empat Pilar Pengelolaan Diabetes



Tujuan penanganan DM pada lanjut usia tidak jauh berbeda dengan orang dewasa umumnya yaitu untuk mencegah terjadinya dekompensasi metabolik akut dan menurunkan angka kesakitan dan angka kematian akibat komplikasi. Satu hal yang tidak boleh diabaikan, yaitu walaupun pencapaian kualitas hidup yang lebih baik merupakan tujuan utama penanganan DM pada lanjut usia, namun pemberiaan obat-obatan secara agresif dan non prosedural adalah tidak benar.

Penanganan DM pada lansia seringkali kurang optimal, misalnya saja pada sebuah penelitian oleh “Cardiovascular Heart Study (CHS)” di Amerika dari tahun 1996-1997 didapati hanya 12 % populasi lanjut usia dengan DM yang mencapai kadar gula darah di bawah nilai acuan yang ditetapkan American Diabetes Association. Pada penelitaian tersebut juga diketahui 50% dari lanjut usia dengan DM mengalami gangguan pembuluh darah besar dan 33% dari jumlah tersebut aktif mengkonsumsi aspirin. Disisi lain banyak dari populasi lanjut usia dengan DM memiliki tekanan darah > 140/90 mmHg, hanya 8% lanjut usia dengan kadar kolesterol LDL < 100 mg/dl.

Saat ini, pola penanganan DM baik tipe 1 maupun tipe 2 telah maju sedemikian pesat terutama dalam hal terapi farmakologis, namun intervensi obat-obatan bagi lansia mutlak perlu dilakukan dengan lebih hati-hati. Untuk itu, American Geriatric Society (AGS) menetapkan beberapa langkah-langkah dalam upaya memberikan pelayanan yang lebih baik terhadap DM pada lansia.

Langkah-Langkah Pokok untuk Meningkatkan Penanganan Diabetes Melitus pada Lansia Menurut American Geriatric Society (AGS) :
  • Edukasi dan penanganan individual.
  • Pencegahan dan penanganan terhadap adanya faktor risiko kardiovaskuler secara agresif.
  • Mengendalikan stres glikemik sebagai elemen dalam mencegah dan menangani komplikasi mikrovaskular.
  • Penyaringan dan penanganan terhadap timbulnya sindroma geriatri yang sering terjadi pada lansia yang menderita DM, misalnya depresi, gangguan      kognitif, inkontinensia urine, jatuh, nyeri, dan polifarmasi.
Sumber : DE Elson, MD, PhD ; SL Norris, MD, MPH.  Diabetes in Older Adults : Overviews of AGS guidelines for the treatment of diabetes mellitus in geriatric populations,2004

Diperkirakan 25-50 % dari DM lanjut usia dapat dikendalikan dengan baik hanya dengan diet saja, 3 % membutuhkan insulin dan 20-45 % dapat diobati dengan anti diabetik oral  dan diet saja. Para ahli berpendapat  bahwa sebagian besar DM pada lanjut usia adalah tipe II dan dalam penatalaksanaannya perlu diperhatikan secara khusus, baik cara hidup pasien, keadaan gizi dan kesehatannya,  penyakit lain yang menyertai serta ada  atau tidaknya komplikasi DM.  
         
Pedoman penatalaksanaan diabetes pada lanjut usia adalah:
  • Menilai penyakitnya secara menyeluruh dan memberikan pendidikan kepada pasien dan keluarganya.
  • Menghilangkan gejala-gejala akibat hiperglikemia.
  • Lebih bersifat konservatif, usahakan agar glukosa darah tidak terlalu tinggi (200 –220 mg/dl)  dan tidak terlampau rendah karena bahaya terjadinya hipoglikemia
  • Mengendalikan glukosa darah dan berat badan sambil menghindari resiko hipoglikemi.

Pengelolaan DM dimulai dengan pengaturan makan dan latihan jasmani selama beberapa waktu ( 2 – 4 minggu ). Apabila kadar glukosa darah belum mencapai sasaran, dilakukan intervensi farmakologis dengan pemberian obat hipoglikemik oral ( OHO ) atau suntikan insulin. Pada keadaan tertentu OHO dapat segera diberikan sesuai indikasi. Dalam keadaan dekompensasi metabolik berat, misalnya ketoasidosis, stress berat, berat badan yang menurun cepat, insulin dapat segera diberikan. Pada kedua keadaan tersebut perlu diwaspadai kemungkinan terjadinya hipoglikemia. Pemantauan kadar glukosa darah dapat dilakukan secara mandiri, setelah mendapat pelatihan khusus.
       
Pilar Pengelolaan DM
A.  Edukasi
B.  Perencanaan Makan
C.  Latihan Jasmani
D.  Intervensi Farmakologi

A.    Edukasi

Diabetes tipe II umumnya terjadi pada saat pola gaya hidup dan perilaku telah terbentuk dengan kokoh. Keberhasilan pengelolaan diabetes mandiri membutuhkan partisipasi aktif pasien, keluarga, dan masyarakat. Tim kesehatan harus mendampingi pasien dalam menuju perubahan perilaku. Untuk mencapai keberhasilan perubahan perilaku, dibutuhkan edukasi yang komprehensif, pengembangan keterampilan dan motivasi.

Edukasi tersebut meliputi pemahaman tentang:
  • Penyakit DM.
  • Makna dan perlunya pengendalian dan pemantauan DM.
  • Penyulit DM.
  • Intervensi farmakologis dan non farmakologis.
  • Hipoglikemia.
  • Masalah khusus yang dihadapi.
  • Perawatan kaki pada diabetes.
  • Cara pengembangan sistem pendukung dan pengajaran keterampilan.
  • Cara mempergunakan fasilitas perawatan kesehatan.

Edukasi secara individual atau pendekatan berdasarkan penyelesaian masalah merupakan inti perubahan perilaku yang berhasil. Perubahan Perilaku hampir sama dengan proses edukasi yang memerlukan penilaian, perencanaan, implementasi, dokumentasi, dan evaluasi.

Masalah kaki yaitu borok di kaki dengan atau tanpa infeksi terlokalisasi atau menyerang seluruh kaki adalah dan kematian berbagai jaringan tubuh karena hilangnya suplai darah, infeksi bakteri, dan kerusakan jaringan sekitarnya merupakan  masalah utama pada penderita diabetes.

Klasifikasi penyakit kaki pada penderita diabetes melitus :
  • Tingkat 0  :    Risiko tinggi mengalami penyakit kaki, belum ada borok.
  • Tingkat 1  :    Borok permukaan yang tidak terinfeksi.
  • Tingkat 2  :    Borok lebih dalam, sering dikaitkan dengan inflamasi jaringan.
  • Tingkat 3  :    Borok dalam yang melibatkan tulang dan formasi abscess.
  • Tingkat 4  :    Kematian jaringan tubuh terlokalisir, seperti di ibu jari kaki,    bagian depan kaki atau tumit.
  • Tingkat 5  :     Kematian jaringan tubuh pada seluruh kaki.

Untuk mendiagnosis dan menangani kerusakan saraf kaki dilakukan beberapa tes antara lain pengukuran:
a.    Merasakan sentuhan ringan
b.    Kepekaan pada suhu
c.    Sensasi pada getaran
d.    Efisiensi saraf untuk mengirim pesan ke dan dari otak


Resiko tinggi mengalami masalah kaki karena diabetes, yaitu :
  • Mengalami kerusakan saraf kaki.
  • Mempunyai penyakit pembuluh darah di kaki.
  • Pernah mepunyai borok di kaki.
  • Bentuk kaki berubah.
  • Adanya callus.
  • Buta atau penglihatan buruk , penyakit ginjal terutama gagal ginjal kronis.
  • Para lansia, terutama yang hidup sendirian.
  • Orang-orang yang tidak bisa menjangkau kaki mereka sendiri untuk membersihkannya.
  • Kontrol kadar gula darah yang buruk.
  • Berkurangnya indra perasa di kaki.

Petunjuk umum untuk mencegah borok kaki:
  • Periksa kaki anda setiap hari untuk mendeteksi adanya borok sedini mungkin, apakah ada kulit retak, melepuh,bengkak, luka, atau perdarahan.
  • Periksa sepatu anda baik bagian dalam ataupun luar sebelum memakainya untuk mendeteksi batu atau benda sejenis lainnya yang mungkin ada.
  • Pastikan kaki anda diukur setiap kali membeli alas kaki yang baru.
  • Jauhkan kaki dari udara panas, air panas, dan lain-lain.
  • Pakaikan alas kaki pelindung di dalam rumah dan hindari berjalan tanpa alas kaki.
  • Pakai sepatu yang bertali dan cukup ruang untuk ibu jari kaki.
  • Berikan pelembab pada daerah kaki yang kering , tetapi tidak pada sela-sela jari.
  • Bersihkan kaki setizp hari, keringkan dengan handuk termasuk sela-sela jari.
  • Segera ke dokter bila kaki luka atau berkurang rasa.


B.    Perencanaan makanan

Biasanya pasien DM yang berusia lanjut terutama yang gemuk dapat dikendalikan hanya dengan pengaturan diet saja serta gerak badan ringan dan teratur.

Perencanaan makan merupakan salah satu pilar pengelolan diabetes, meski sampai saat ini tidak ada satu pun perencanaan makan yang sesuai untuk semua pasien. Perencanaan makan harus disesuaikan menurut kebiasaan masing-masing individu. Yang dimaksud dengan karbohidrat adalah gula, tepung, serat.

Faktor yang berpengaruh pada respon glikemik makanan adalah cara memasak, proses penyiapan makanan, dan bentuk makan serta komposisi makanan (karbohidrat, lemak, dan protein). Jumlah masukan kalori makanan yang berasal dari karbohidrat lebih penting daripada sumber atau macam karbohidratnya. Gula pasir sebagai bumbu masakan tetap diijinkan. Pada keadaan glukosa darah terkendali, masih diperbolehkan untuk mengkonsumsi sukrosa (gula pasir) sampai 5 % kebutuhan kalori.

Standar yang dianjurkan adalah makanan dengan komposisi:
  • Karbohidrat   60 – 70 %
  • Protein           10 – 15 %
  • Lemak            20 – 25 %

Makanan dengan komposisi sampai 70 – 7 5 % masih memberikan hasil  yang baik. Jumlah kandungan kolesterol disarankan < 300 mg/hari, diusahakan lemak berasal dari sumber asam lemak tidak jenuh MUFA (Mono Unsurated Fatty Acid), dan membatasi PUFA (Poli Unsaturated Fatty Acid) dan asam lemak jenuh. Jumlah kandungan serat  ± 25 g / hari, diutamakan serat larut.

Pemanis buatan dapat dipakai secukupnya. Pemanis buatan yang aman dan dapat diterima untuk digunakan pasien diabetes termasuk yang sedang hamil adalah: sakarin, aspartame, acesulfame, potassium, dan sukralose. Jumlah kalori disesuaikan dengan status gizi,umur , ada tidaknya stress akut, kegiatan jasmani. Untuk penentuan status gizi, dapat dipakai Indeks Massa tubuh (IMT) dan rumus Broca.

Indeks massa tubuh ( IMT ) dapat dihitung dengan rumus:

IMT =  BB ( Kg ) / TB ( M2 )
  • IMT Normal Wanita = 18.5 – 23.5
  • IMT Normal  Pria     =  22.5 – 25
  • BB kurang                =   < 18.5

BB lebih
  • Dengan resiko        =   23.0- 24.9
  • Obes I                    =   2.5.0  - 29.9
  • Obes II                   =   = 30.0

PENENTUAN KEBUTUHAN KALORI

Kalori Basal :
Laki-Laki     :  BB idaman ( kg )   X  30 kalori / kg = …………Kalori
Wanita      :  BB idaman ( kg )   X  25 kalori / kg = …………Kalori

Koreksi / Penyesuaian :
Umur > 40 tahun       : - 5 %          X  Kalori basal   =  …………Kalori
Aktivitas Ringan       : + 10 %       X  Kalori basal   = ……………Kalori
              Sedang    : + 20 %
              Berat       : +30  %   
 BB         Gemuk     : - 20 %        X  Kalori basal   =  - / +…………Kalori
              Lebih       : -10 %
              Kurang     :  20 %
 Stress metabolik     :10 – 30 %     X Kalori basal   = +  ……… Kalori
 Hamil trimester I& II                 = + 300       Kalori
 Hamiltrimester III / laktasi        = + 500       Kalori

 Total Kebutuhan                   = ……… Kalori

Sumber : PERKENI, Pengelolaan Diabetes Melitus Tipe 2, 2002


Petunjuk Umum untuk Asupan Diet bagi Diabetes:
  • Hindari biskuit, cake, produk lain sebagai cemilan pada waktu  makan.
  • Minum air dalam jumlah banyak, susu skim dan  minuman berkalori rendah lainnya pada waktu makan.
  • Makanlah dengan waktu yang teratur.
  • Hindari makan makanan manis dan gorengan.
  • Tingkatkan asupan sayuran dua kali tiap makan.
  • Jadikan nasi, roti, kentang, atau sereal sebagai menu utama setiap makan.
  • Minum air atau minuman bebas gula setiap anda haus.
  • Makanlah daging atau telor dengan porsi lebih kecil.
  • Makan kacang-kacangan dengan porsi lebih kecil.

C.    Latihan Jasmani

Kegiatan jasmani sehari – hari dan latihan jasmani teratur  (3 – 4 kali seminggu selama kurang lebih 30 menit), merupakan salah satu pilar dalam pengelolaan diabetes tipe II. Latihan jasmani dapat menurunkan berat badan dan memperbaiki sensitifitas terhadap insulin, sehingga akan memperbaiki kendali glukosa darah. Latihan jasmani yang dimaksud ialahjalan, bersepeda santai, jogging, berenang.
  
Latihan jasmani sebaiknya disesuaikan dengan umur dan status kesegaran jasmani. Kegiatan sehari – hari seperti berjalan kaki ke pasar, menggunakan tangga, berkebun tetap dilakukan tetap dilakukan. Batasi atau jangan terlalu lama melakukan  kegiatan yang kurang gerak seperti menonton televisi.

Prinsip latihan jasmani yang dilakukan :
1. Continous :
Latihan jasmani harus berkesinambungan dan dilakukan terus  menerus tanpa berhenti. Contoh: Jogging 30 menit , maka pasien harus melakukannya selama 30 menit tanpa henti.
2. Rhytmical :
Latihan olah raga dipilih yang berirama yaitu otot-otot berkontraksi dan relaksasi secara teratur, contoh berlari, berenang, jalan kaki.
3. Interval :
Latihan dilakukan selang-seling antar gerak cepat dan lambat. Contoh: jalan cepat diselingi jalan lambat, jogging diselangi jalan
4. Progresive :
  • Latihan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan, dari intensitas ringan sampi sedang selama mencapai 30 – 60 menit.
  • Sasaran HR    = 75 – 85 % dari maksimal HR.
  • Maksimal HR = 220 – (umur).
5. Endurance :
Latihan daya tahan untuk meningkatkan kemampuan kardiorespirasi, seperti jalan jogging dan sebagainya.

Latihan dengan prinsip seperti di atas minimal dilakukan 3 hari dalam seminggu, sedang 2 hari yang lain dapat digunakan untuk melakukan olah raga kesenangannya.

Modifikasi senam sederhana dapat diberikan kepada penderita DM Lansia, misalnya:
  • Menepuk kedua tangan di atas kepala kemudia di paha.
  • Secara bergantian menempatkan tangan di dada dan dibelakang kepala.
  • Latihan meregangkan bagian atas dan bagian bawah tubuh, leher, dan paha.
  • Membuat gerakan lingkaran dengan 2 lengan secara paralel di depan badan.

Olah raga yang teratur memainkan peran yang sangat penting dalam menangani diabetes, manfaat – manfaat utamanya sebagai berikut:
  • Olah raga membantu membakar kalori karena dapat mengurangi berat badan.
  • Olah raga teratur dapat meningkatkan jumlah reseptor pada dinding sel tempat insulin bisa melekatkan diri.
  • Olah raga memperbaiki sirkulasi darah dan menguatkan otot jantung.
  • Olah raga meningkatkan kadar kolesterol “baik” dan mengurangi kadar kolesterol “jahat”
  • Olah raga teratur bisa membantu melepaskan kecemasan stress, dan ketegangan, sehingga memberikan rasa sehat dan bugar.

PETUNJUK OLAH RAGA UNTUK DIABETES BERGANTUNG INSULIN
  • Monitor kadar glukosa darah sebelum dan sesudah berolah raga
  • Hindari gula darah rendah dengan memakan karbohidrat ekstra sebelum olah raga
  • Hindari olah raga berat selama reaksi puncak insulin
  • Lakukan suntikan  insulin di tempat – tempat yang tidak akan digunakan untuk berolah- raga aktif
  • Ikuti saran dokter untuk mengurangi dosis insulin sebelum melakukan olah raga yang melelahkan atau lama
  • Glukosa darah bisa turun bahkan beberapa jam setelah berolah raga karena itu sangat penting untuk memeriksa gula darah secara periodic   

PETUNJUK BEROLAH RAGA UNTUK DIABETES  TIDAK BERGANTUNG   INSULIN
  • Gula darah rendah jarang terjadi selama berola raga dan arena itu tidak perlu untuk memakan karbohidrat ekstra
  • Olah raga untuk menurunkan berat badan perlu didukung dengan pengurangan asupan kalori
  • Olah raga sedang perlu dilakukan setiap hari. Olah raga berat mungkin bisa dilakukan tiga kali seminggu
  • Sangat penting untuk melakukan latihan ringan guna pemanasan dan pendinginan sebelum dan sesudah berolah raga
  • Pilihlah olah raga yang paling sesuai dengan kesehatan dan gaya hidup anda secara umum
  • Manfaat olah raga akan hilang jika tidak berolah raga selama tiga hari berturut-turut
  • Olah raga  bisa meningkatkan nafsu makan dan berarti juga asupan kalori bertambah. Karena itu sangat penting bagi anda untuk menghindari makan makanan ekstra setelah berolah raga.
  • Dosis obat telan untuk diabetes mungkin perlu dikurangi selama olah raga teratur.

D.    Intervensi Farmakologis

Apabila pengendalian diabetesnya tidak berhasil dengan pengaturan diet dan gerak badan barulah diberikan obat hipoglikemik oral. Di Indonesia umumnya OHO yang dipakai ialah Metformin  2 – 3 X 500 mg sehari.
Pada pasien yang mempunyai berat badan sedang dipertimbangkan pemberian sulfonilurea.

Pedoman pemberian sulfonilurea pada DM usia lanjut :
  • Harus waspada akan timbulnya hipoglikemia. Ini disebabkan karena metabolisme sulfonilurea lebih lambat pada usia lanjut, dan seringkali pasien kurang nafsu makan, sering adanya gangguan fungsi ginjal dan hati serta pengaruh interaksi sulfonilurea dengan obat-obatan lain.
  • Sebaiknya digunakan digunakan sulfonyl urea generasi II yang mempunyai waktu paruh pendek dan metabolisme lebih cepat.
  • Jangan mempergunakan klorpropamid karena waktu paruhnya sangat panjang serta sering ditemukan retensi air dan hiponatremi pada penggunaan klorpropamid. Begitu pula bila ada komplikasi ginjal, klorpropamid yang kerjanya 24 – 36 jam tidak boleh diberikan, oleh karena ekskresi obat sangat berkaian dengan fungsi ginjal. Hipoglikemia akibat klorpamid dapat berlangsung lama, berbeda dengan hipoglikemi karena tolbutamid.
  • Sulfonilurea dengan kerja sedang ( seperti glibenklamid, glikasid), biasanya dosis  awal setengah tablet sehari, kalau perlu dapat dinaikkan 1 – 2 kali sehari.
  • Dosis oral pada umumnya bila dianggap perlu dapat dinaikkan tiap 1 – 2 minggu. Untuk mencegah hipoglikemia pada pasien tua lebih baik tidak memberikan dosis maksimum.
  • Kegagalan sekunder dapat terjadi setelah penggunan OHO beberapa lama. Pada kasus sperti ini biasanya dapat dicoba kombinasi OHO dengan insulin atau langsung diberikan insulin saja.

Penyebab dan Alternatif Pencegahan Rambut Rontok



Rambut rontok di usia muda kini sudah merupakan hal yang biasa terjadi. Hal ini tentu saja membuat orang tersebut merasa tidak nyaman, apalagi bagi wanita, karena rambut yang indah merupakan dambaan.

Rambut terbentuk di kantong kulit yang disebut folikel (kantung rambut). Papilla, yang tumbuh di dasar folik, berperan menumbuhkan rambut, yaitu ketika sel-sel tersebut mengubah asam amino menjadi keratin, yaitu sejenis protein yang menjadi bahan rambut. Tingkat produksi protein ini menentukan juga tingkat pertumbuhan rambut. Tingkat pertumbuhan rata-rata sekitar 1,2 cm per bulan, tumbuh lebih cepat pada perempuan antara usia 15 dan 30 tahun.

Penyebab
Penyebab kerontokan rambut biasanya berhubungan dengan masalah kekurangan nutrisi, bahkan ketika hanya sebagian saja zat nutrisi yang mengalami kekurangan, hal ini dapat menyebabkan rambut rontok. Orang yang kekurangan vitamin B6 akan menyebabkan rambutnya rontok dan orang-orang yang kekurangan asam folat akan menjadi botak, tetapi biasanya setelah asupan nutrisi tersebut dipenuhi rambutnya akan tumbuh normal kembali.

Penyebab lain kerontokan rambut adalah stress, seperti rasa kekhawatiran, kecemasan dan shock mendadak. Stres menyebabkan ketegangan parah pada kulit kepala. Hal ini dapat berakibat buruk pada pasokan nutrisi penting yang diperlukan untuk pertumbuhan rambut sehat.

Selain itu, sphilis, influenza kronis dan anemia, juga dapat menimbulkan gangguan kerontokan rambut, gangguan-gangguan kesehatan ini menyebabkan akar rambut menjadi lemah sehingga rambut menjadi mudah rontok.

Kebersihan kepala juga dapat berpengaruh pada kerontokan rambut. Kulit kepala yang kotor dan banyak daki juga akan melemahkan akar-akar rambut, karena kotoran menutupi pori-pori di kepala. Jika hal ini dibiarkan terus berlanjut maka rambut menjadi lemah dan mudah rontok.

Pengobatan

Rambut yang sehat tergantung pada jumlah asupan nutrisi. Protein yang cukup akan membuat rambut menjadi lebat. Untuk setiap harinya, anita membutuhkan asupan protein 60 gram, pria 80 - 90 gram, remaja laki-laki dan perempuan 80 hingga 100 gram. Kebutuhan protein ini biasanya dipasok oleh susu, buttermilk, yogurt, kedelai, telur, daging keju, dan ikan.

Kurangnya vitamin A dapat menyebabkan gangguan pada rambut. Kekurangan beberapa vitamin B, dari besi, tembaga dan yodium dapat menyebabkan gangguan rambut seperti rambut rontok dan beruban prematur.

Kekurangan inositol dapat menjadi penyebab rontoknya rambut. Setiap orang yang memiliki masalah dengan rambutnya harus makan makanan yang kaya akan inositol seperti ragi dan hati.

Penelitian menunjukkan bahwa wanita memiliki kebutuhan rendah akan inositol. Walaupun vitamin ini dapat membantu untuk merangsang pertumbuhan rambut wanita, kurangnya inositol mungkin bukan penyebab utama pertumbuhan rambut yang lambat. Wanita umumnya kekurangan yodium dan vitamin B1, salah satu zat yang dapat memperlambat sirkulasi pada kulit kepala sedemikian rupa sehingga rambut dapat rontok dan rambut baru tumbuh sangat lambat.

Wanita yang menjaga asupan kecukupan yodium yang memadai, vitamin B dan zat besi memiliki pertumbuhan rambut yang lebih baik.

Meningkatkan asupan protein, khususnya hati, bibit gandum dan ragi, dan melengkapi diet dengan satu sendok teh suplemen inositol biasanya akan menghentikan rontoknya rambut pada pria.

Orang yang mengalami masalah rambut rontok dianjurkan untuk menerapkan pola makan yang seimbang dan lengkap, yang mampu menyediakan semua kebutuhan akan nutrisi penting. Misalnya saja pola makan yang terdiri dari (i) kacang-kacangan dan biji-bijian, (ii) sayuran dan (iii) buah akan memberikan jumlah yang cukup untuk semua nutrisi penting. Akan lebih baik lagi jika kita menambahkan dengan makanan khusus tertentu seperti susu, minyak sayur, madu, bibit gandum, ragi dan hati.

Cara Pengobatan Sendiri
Banyak cara tradisional yang sering digunakan untuk mengatasi masalah rambut rontok. Salah satunya adalah dengan cara menggosok kulit kepala dengan jari setelah mencuci rambut dengan air dingin. Kulit kepala harus digosok keras sampai mulai terasa panas. Ini akan mengaktifkan kelenjar sebaceous dan memberi energi pada sirkulasi darah di daerah tersebut, sehingga membuat rambut tumbuh sehat.

Selada juga dapat digunakan untuk mencegah rambut rontok. Campuran selada dan jus bayam diyakini dapat membantu pertumbuhan rambut jika rutin diminum sebanyak setengah liter sehari. Jus dari alfalfa (lecerne) dikombinasikan dengan wortel dan jus selada, diminum setiap hari juga membantu pertumbuhan rambut ke tingkat yang luar biasa. Kombinasi jus ini kaya dengan unsur-unsur yang sangat berguna untuk pertumbuhan rambut.

Penggunaan minyak kelapa setiap hari dicampur dengan air kapur sirih an air jeruk nipis pada rambut, mencegah rontoknya rambut dan dapat memperpanjang rambut. Selain itu keramas dengan menggunakan daun-daunan berwarna hijau juga baik bagi rambut, misalnya daun ketumbar dan daun bayam dapat membantu petumbuhan dan menyebabkan rambut menjadi lembut.

Pengobatan tradisional lainnya yang efektif menggunakan santan kelapa, ini bisa dilakukan dengan memijat kulit kepala dengan menggunakan santan kelapa, efeknya akan menyuburkan rambut.

Keramas dengan menggunakan tanah porang juga sering dilakukan oleh masyarakat tradisional di pedesaaan untuk mendapatkan rambut yang tumbuh subur dan panjang.

Untuk mengatasi bagian kepala yang mengalami kebotakan, sebagian orang menggunakan kunyit yang ditumbuk dan dicampur dengan susu, kemudian dibalurkan pada bagian kepala yang botak sebelum tidur.

Penggunaan lidah buaya untuk keramas juga merupakan hal yang biasa dilakukan oleh masyarakat.

Makanan Sehat untuk Rambut
Meskipun banyak cara untuk mengobati rambut rontok, tetapi kita sebaiknya berusaha mencegah kerontokan rambut itu, salah satunya adalah memenuhi kebutuhan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan rambut. Berikut adalah 10 bahan makanan yang bisa membantu rambut anda lebih sehat.

1. Salmon
Sepertinya salmon selalu menempati posisi pertama untuk makanan yang bisa menyehatkan tubuh. Kaya akan asam lemak Omega-3, sumber protein alami ini juga dipenuhi vitamin B-12, juga zat besi. Asam lemak Omega-3 dibutuhkan untuk memberikan nutrisi pada kulit kepala. Kekurangan zat ini bisa menyebabkan kulit kepala kering, sehingga terlihat kusam. Vegetarian? Coba tambahkan flaxseed (biji bunga sejenis rami) dalam makanan sehari-hari. Ini adalah jenis tumbuhan yang juga kaya Omega-3.

2.  Sayuran berwarna hijau tua
Bayam dan brokoli adalah sayuran yang kaya vitamin A dan C. Kedua nutrisi ini dibutuhkan tubuh untuk memproduksi sebum, atau minyak alami yang diproduksi kulit kepala Anda. Sebum bermanfaat untuk kondisioner rambut alami. Selain itu, sayuran berwarna hijau tua kaya akan zat besi dan kalsium.

3. Biji-bijian
Lentil dan kacang merah seharusnya menjadi bagian penting dalam perawatan rambut. Tak hanya memberikan protein yang baik untuk pertumbuhan rambut, biji-bijian ini juga kaya zat besi dan biotin. Meski jarang, kekurangan biotin bisa menimbulkan rambut rapuh. American Dietetic Association merekomendasikan untuk mengkonsumsi 3 atau lebih cangkir lentil atau kacang-kacangan setiap minggunya.

4. Kacang-kacangan
Kacang asal Brazil adalah sumber alami yang memproduksi selenium, mineral penting untuk kulit kepala. Sementara walnut mengandung alpha-linolenic acid, salah satu asam lemak omega-3 yang membantu memberikan kelembapan pada rambut. Kacang-kacangan juga sumber alami yang memberikan seng, seperti kacang mede, pecan, dan almon. Seng amat penting untuk menjaga rambut kuat dan tak rontok dari akar.

5. Unggas
Protein tinggi yang ada di unggas akan memberikan kesehatan pada rambut. Tanpa protein yang cukup atau protein yang berkualitas rendah, rambut mudah patah, sementara kekurangan protein bisa menyebabkan rambut kekurangan warna. Unggas juga menyediakan zat besi yang mudah diserap.

6. Telur
Telur adalah penyedia protein yang baik, juga memiliki biotin dan vitamin B-12, penting untuk kecantikan.

7. Whole grains
Roti gandum dan sereal gandum whole grain memiliki kandungan seng, zat besi, dan vitamin B. Makanan semacam ini juga bisa me-recharge energi antara makan siang dan makan malam.

8. Oyster
Tak hanya berkhasiat untuk meningkatkan gairah bercinta, tiram pun baik untuk kesehatan rambut. Tiram mengandung antioksidan yang kuat, karena kandungan sengnya. Namun, karena tak semua orang suka atau mudah mendapatkan makanan ini, Anda bisa menggantinya dengan daging sapi atau daging domba.

9. Produk susu rendah lemak
Skim milk dan yogurt adalah sumber alami kalsium, mineral penting untuk pertumbuhan rambut. Bahan makanan ini juga mengandung air dadih dan kasein, dua sumber protein. Anda bisa mengkonsumsi yogurt sebagai sarapan. Tambahkan walnut atau flaxseed untuk tambahan asam lemak Omega-3 dan seng.

10. Wortel
Wortel terkenal sebagai makanan yang kaya vitamin A, yang membuat kulit kepala lebih sehat, juga mata, tentunya. Karena kulit kepala yang sehat amat penting untuk mendapatkan rambut yang berkilau, lembab, maka akan baik jika Anda rajin mengkonsumsi wortel sehari-hari.

Ketika menyangkut makanan, variasi adalah hal yang penting. Keseimbangan pemilihan makanan, seperti protein, buah-buahan, sayuran, whole grain, ikan, dan produk susu akan membantu rambut lebih sehat. Jika Anda sedang dalam proses diet, perlu diingat bahwa kalori yang rendah pun bisa memicu kerontokan rambut.

Sumber: http://www.smallcrab.com/kesehatan/860-penyebab-dan-alternatif-pencegahan-rambut-rontok-

Masalah Kekurangan Vitamin A



Salah satu masalah gizi pada anak yang perlu mendapat perhatian adalah defisiensi atau kekurangan vitamin A. Kekurangan vitamin A ini merupakan penyebab utama kebutaan di Indonesia. Selain itu, seringkali ditemukan jika anak menderita kekurangan kalori protein (KKP), maka anak itu juga sekaligus menderita kekurangan vitamin A.

Vitamin  A merupakan suatu zat organik yang digunakan oleh tubuh untuk pemeliharaan epitel selaput lendir, ketajaman penglihatan dan pencegahan terjadinya infeksi. Vitamin A berperan dalam penglihatan membuat kita bisa melihat dalam cahaya redup, dan juga turut berperan memberi kekebalan tubuh.

Manfaat Vitamin A

Vitamin A memegang peranan penting untuk pemeliharaan sel kornea dan epitel dari penglihatan, metabolisme umum dan proses reproduksi, membantu melindungi tubuh terhadap kanker.

Untuk kesehatan jaringan tubuh, vitamin A mempercepat proses penyembuhan luka. Dalam kegiatan pertumbuhan dan perkembangan jaringan epitelial, vitamin A mempertahankan kesehatan dan struktur kulit, rambut dan gigi. Beberapa penyakit kulit seperti jerawat dan psoriasis adalah sebagai akibat kekurangan vitamin A.

Selanjutnya juga diketahui peranan vitamin A sebagai antioxidant, yang membantu merangsang dan memperkuat daya tahan tubuh dalam meningkatkan aktivitas sel pembunuh kuman (natural killer cell), memproduksi limfosit, fagositis dan antibody. Bahkan kegunaan vitamin A termasuk memperkuat kekebalan selular (sistem sel) yang menghancurkan sel kanker.

Selain itu vitamin A mencegah dan memperbaiki penciutan kelenjar timus (kelenjar utama yang berperan dalam sistem imun) yang terjadi sebagai akibat stress kronis. Fungsi tubuh lain yang dibantu oleh vitamin A antara lain adalah reproduksi, pembuatan dan aktivitas hormon adrenalin, pembuatan dan aktivitas hormon tyroid, mempertahankan struktur dan fungsi sel-sel saraf, menjaga kekebalan tubuh pada umumnya, serta memperbarui sel jaringan tubuh.

Manfaat vitamin A dalam tubuh mencakup 3 golongan besar yaitu :

a. Fungsi yang berkaitan dengan penglihatan
Vitamin A berperan sebagai retina (Retinene) yang merupakan komponen dari zat penglihatan Rhodopsin (zat yang dapat menerima rangsangan cahaya dan merubah energi cahaya menjadi energi biolistrik yang merangsang penglihatan).

b. Fungsi dalam metabolisme umum berkaitan dengan metabolisme protein
1. Integritas epitel
Pada defisisensi vitamin A terjadi gangguan struktur maupun fungsi epithelium, terutama yang berasal dari ektoderm. Epitel kulit menebal dan terjadi hyperkeratosis.
2. Pertumbuhan dan perkembangan
Pada defisiensi vitamin A terjadi hambatan pertumbuhan. Ini terjadi karena masalah dalam sintesa protein yaitu adanya hambatan absorbsi vitamin A dan karotin dikarenakan makanan yang rendah dalam kandungan lemak dan protein yang diperlukannya untuk metabolisme protein. Balita yang kekurangan vitamin A pertumbuhannya akan terganggu, balita terlihat kerdil dan kurus, juga mudah terserang penyakit seperti diare, campak, dan lain-lain.
3. Permeabilitas membran
Vitamin A berperan dalam mengatur permeabilitas membran maupun membran dari sub organik selular. Melalui pengaturan permeabilitas membrane sel vitamin A konsentrasi zat-zat gizi dalam sel yang dipergunakan untuk metabolisme sel.
4. Pertumbuhan gigi
Amenoblas yang membentuk email gigi sangat dipengaruhi oleh vitamin A.
5. Produksi hormone steroid
Pada defisiensi vitamin A terjadi hambatan pada sintesa hormon-hormon steroid.

c. Fungsi dalam proses reproduksi

Pada percobaan, defisiensi vitamin A dapat mengakibatkan kemandulan, pada percobaan in vitro dengan pemeliharaan jaringan ovaria dan testis terjadi hambatan perkembangan sel reproduksi. Sel ootid tidak padat berkembang menjadi sel ovum dan sel spermatid juga berkembang lebih jauh menjadi spermatozoa, sel tersebut berhenti berkembang dan menunjukkan degenerasi, kemudian diresorpsi.

Wanita yang kekurangan vitamin A mampu hamil, tetapi dengan resiko mudah terjadi keguguran dan kesulitan dalam melahirkan.

Faktor Penyebab Kekurangan Vitamin A

Terjadinya kekurangan vitamin A berkaitan dengan berbagai faktor dalam hubungan yang kompleks seperti halnya dengan masalah kekurangan kalori protein (KKP). Makanan yang rendah dalam vitamin A biasanya juga rendah dalam protein, lemak dan hubungannya antara hal-hal ini merupakan faktor penting dalam terjadinya kekurangan vitamin A.

Kekurangan vitamin A bisa disebabkan seorang anak kesulitan mengonsumsi vitamin A dalam jumlah yang banyak, kurangnya pengetahuan orangtua tentang peran vitamin A dan kemiskinan. Sedangkan untuk mendapatkan pangan yang difortifikasi bukan hal yang mudah bagi penduduk yang miskin. Karena, harga pangan yang difortifikasi lebih mahal daripada pangan yang tidak difortifikasi.

Beberapa penyakit yang mempengaruhi kemampuan usus dalam menyerap lemak dan vitamin  yang larut dalam lemak, meningkatkan resiko terjadinya kekurangan vitamin A. Penyakit tersebut adalah:
- Penyakit seliak,
- Fibrosa kistik,
- Penyumbatan saluran empedu.

Pembedahan pada usus atau pankreas juga akan memberikan efek kekurangan vitamin A. Bayi-bayi yang tidak mendapat ASI mempunyai risiko lebih tinggi untuk menderita kekurangan vitamin A , karena ASI merupakan sumber vitamin A yang baik.

Gejala-gejala kekurangan vitamin A

Kekurangan vitamin A sering terjadi pada anak balita. Gejala yang sering mendapat perhatian adalah gangguan pada penglihatan anak, selanjutnya gangguan kesehatan lainnya dapat juga diidentifikasi sebagai akibat kekurangan Vitamin A.

Berikut adalah gejala dan tanda kekurangan vitamin A:
  • Gejala pertama dari kekurangan vitamin A biasanya adalah rabun senja. Kemudian akan timbul pengendapan berbusa (bintik Bitot) dalam bagian putih mata (sklera) dan kornea bisa mengeras dan membentuk jaringan parut (xeroftalmia), yang bisa menyebabkan kebutaan yang permanen.
  • Malnutrisi pada masa anak-anak (marasmus dan kwashiorkor), sering disertai dengan xeroftalmia; bukan karena kurangnya vitamin A dalam makanan, tetapi juga karena kekurangan kalori dan protein menghambat pengangkutan vitamin A.
  • Kulit dan lapisan paru-paru, usus dan saluran kemih bisa mengeras.
  • Kekurangan vitamin A juga menyebabkan peradangan kulit (dermatitis) dan meningkatkan kemungkinan terkena infeksi.
  • Beberapa penderita mengalami anemia.
  • Kulit menjadi kering, gatal dan kasar.
  • Rambut dapat terjadi kekeringan dan gangguan pertumbuhan rambut dan kuku.
  • Gangguan pertumbuhan pada anak-anak.

Pencegahan dan Pengobatan

Fortifikasi (penambahan zat gizi) vitamin A pada pangan merupakan solusi untuk mengatasi kekurangan vitamin A. Dengan fortifikasi, kandungan vitamin A suatu makanan bisa lebih tinggi sehingga mampu memenuhi kebutuhan seseorang.

Dalam makanan sumber hewani biasanya terdapat dalam bentuk retinol, yaitu bentuk aktif vitamin A hanya terdapat dalam pangan hewani. Pangan nabati mengandung karotenoid yang merupakan prekursor (provitamin) vitamin A. Beta karoten adalah bentuk provitamin A paling aktif.

Vitamin  A banyak terdapat pada pepaya, labu, wortel, daun singkong, ubi jalar merah, daging ayam, hati, telur, minyak hati ikan, kuning telur, mentega, krim dan margarin yang telah diperkaya dengan vitamin A. Provitamin A dapat diperoleh dari sayur-sayuran berdaun hijau gelap dan buah-buahan berwarna kuning atau merah serta minyak kelapa.

Sedangkan pangan yang rendah vitamin A antara lain ikan, susu, jagung, terung, buncis, pisang, semangka, apel, alpukat, belimbing.

Pemberian minyak kelapa sawit +/- 4 cc sehari pada anak-anak balita; terlihat bahwa frequensi deficiency vitamin A menurun dan serum vitamin A meningkat dengan nyata.

Vitamin  A tahan terhadap panas cahaya dan alkali tetapi tidak tahan terhadap asam dan oksidasi. Pada cara memasak biasa tidak banyak vitamin A yang hilang. Suhu tinggi untuk menggoreng dapat merusak vitamin A, begitu juga oksidasi yang terjadi pada minyak yang tengik. Ketersediaan biologik vitamin A meningkat dengan kehadiran vitamin E dan antioksidan lain.

Kelebihan Vitamin A
Kelebihan vitamin A dapat menyebabkan keracunan, baik itu terjadi pada satu kali pemberian (keracunan akut) ataupun dalam jangka waktu lama (keracunan kronis).

Keracunan akut terjadi jika kita mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin A (misalnya hati beruang kutub atau hati anjing laut) secara berlebihan atau mengkonsumsi suplemen vitamin A secara berlebihan, gejalanya antara lain mudah ngantuk, mudah tersinggung, sakit kepala dan muntah dalam beberapa jam setelah memakannya.

Keracunan kronis pada anak-anak yang lebih besar dan dewasa biasanya merupakan akibat mengkonsumsi vitamin A dosis besar (10 kali dosis harian yang dianjurkan) selama berbulan-bulan. Keracunan vitamin A dapat terjadi pada bayi dalam beberapa minggu.

Gejala awal dari keracunan kronis adalah:
  • rambut yang jarang dan kasar,
  • kerontokan pada sebagian bulu mata,
  • bibir yang pecah-pecah,
  • kulit yang kering dan kasar.
Tanda-tanda jika kekurangan vitamin A terus berlanjut:
  • Sakit kepala hebat, peningkatan tekanan dalam otak dan kelemahan umum terjadi kemudian.
  • Pertumbuhan tulang dan nyeri sendi sering terjadi, terutama pada anak-anak.
  • Hati dan limfa dapat membesar.
  • Bayi yang lahir dari ibu yang mengkonsumsi isotretinoin (vitamin A buatan yang digunakan untuk mengobati kelainan kulit) selama kehamilan bisa memiliki cacat lahir.

Selasa, 01 Februari 2011

Seledri (Apium graviolens)

HERBA SELEDRI

Hipertensi
  • 49 kasus diobati tingtur herba (2 g/ml) 30-45 tetes/hari, 3x sehari, hasilnya sangat efektif (n=13), sedang (n=22), dan tidak berefek (n=14).
  • Pada 16 kasus lain, juice herba + madu + sirup diberikan 40 ml, 3x sehari, efektif pd 14 kasus.
  • Seledri efektif pd hipertensi esensial, kehamilan dan menjelang menopause. Tekanan darah mulai turun stl 1 hari pengobatan, disertai perbaikan kondisi, enak tidur, dan kenaikan air kemih.

Hiperkolesterolemia
  • 10 akar tanaman digerus + 10 buah Zizipus jujuba var. inermis masak, dibuat dekok untuk 2x pemberian selama 15-20 hari pada pasien hipertensi dan peny koroner dgn kolesterol darah > 200 mg% (n=21).
  • Kolesterol darah turun rata-rata 41 mg% (n=14), pada 7 kasus lainnya justru meningkat rata-rata18 mg%.

Lidah buaya (Aloe vera)

Genus Aloe : ada sekitar 600 species

  • Aloe latex : laxative effect
  • Aloe gel (fresh) : cosmetics & terapi peny kulit
  • Aloe whole leaf : minuman al. untuk kanker, AIDS, ulcerative colitis
  • Aloe extract : asma bronkiale kronik & DM
  • Aloins : laxative
  • Aloctins, campesterol, β-sitosterol, acemannan : anti-inflamasi
  • Acemannan : imunostimulan

Aloe latex dan gel dalam daun berbeda kandungan kimia dan khasiatnya , Infus atau juice Aloe mengandung latex dan gel

Aloe dan Kanker

  • Acemannan merangsang makrofag mengeluarkan tumor necrosis factor (TNF), interleukin, dan interferon
  • Ekstrak Aloe mengandung aloctins – memp. aktivitas mitogenik pada limfosit
  • Aloctin A – berfungsi sbg imunomodulator
  • Anthraquinones – anti-inflamasi & imunomodulator
  • Aloe juice – antimetastatic activity & mencegah lesi hepatoselular
  • Aloe extract + vit E + squalene – mengurangi tumor yang telah terbentuk

Ekstrak Aloe : menyebabkan hipoglikemik pada pasien DM tipe-2 (tak-tergantung insulin)

  • Aloe gel : al. mengandung glikoprotein, polisakarida, enzim, digunakan untuk berbagai gangguan kulit (mis. terbakar, abrasi, memar, luka, psoriasis, herpes simplex)
  • Aloe gel segar : anti-inflamasi (ZA : aloctin A dan B tidak stabil pada penyimpanan)
  • Aloe latex : dosis laxative 0.25 g. Onset efek stl 6-12 jam. Aloin A dan B di dalam usus terhidrolisis menjadi aloe-emodin-9-antron (metabolit aktif). Dosis besar atau penggunaan lama dpt menyebabkan nefritis, gastritis, muntah, diare berlendir & berdarah
  • Aloes dpt menyebabkan kongesti organ pelvic, shg kontraindikasi pada hemoroid, menstruasi, dan kehamilan

Ginseng (Panax Ginseng)

Efek klinik 


  • Gangguan syaraf.
Ginseng efektif thd berbagai jenis psikosis dan neurasthenia (shg dapat memperbaiki mood, menghilangkan nyeri, insomnia & anorexia).
  • Peny. Kardiovaskular dan hematologik.
Ginseng tidak dianjurkan utk menurunkan tensi. Efektif menurunkan kolesterol pd pasien hiperkolesterolemia yg diberi 40 mg ekstrak air per hari (dipekatkan 5-x).
  • Diabetes mellitus.
Ekstrak air ginseng menurunkan glukosa darah 40-50 mg% (pd DM ringan), durasi berlangsung 2 minggu stl ekstrak dihentikan.
Untuk DM sedang atau berat, harus dikombinasi dgn insulin.Ginseng dpt mengurangi dosis insulin dan memperlama durasi efek.

Kombinasi ginseng dgn Rehmania glutinosa mengurangi simtom DM, memperbaiki kondisi fisik & mental.
  • Diare, gastritis kronik, viral hepatitis, jaundice
  • Tonikum
Ginseng mengurangi kelelahan, memperbaiki gangguan CNS, kecerdasan, dan lemah stl sakit.
  • Neoplasma
Prostisol (berasal dari saponin ginseng & berfungsi sbg pemacu sintesis protein) jika dikombinasi dgn anti-kanker lain, lebih efektif thd carcinoma lambung-usus.
Prostisol meningkatkan sistem imun, nafsu makan, dan profil hematologik.

Efek lain

  • Meningkatkan protein plasma, dan cenderung meningkatkan RBC, memperbaiki kondisi rematik, neuralgia, encelopati pulmoner.
  • Daun dan batang ginseng efektif utk peny Addison.
Adverse effect

  • 3% tingtur 100 ml menyebabkan iritabilitas dan eksitasi ringan.
  • Penggunaan kronis (> 0.3 g serbuk,PO) menyebabkan insomnia, depresi, pusing, palpitasi, hipertensi, gangguan fungsi seksual, BB turun. Intoksikasi dpt diatasi dgn radish.

Kayu manis (Glycyirrhizin glabra)

Bahan : akar atau rizoma

  • Gastric and duodenal ulcers. Ekstrak herba (15 ml) 4-kali sehari selama 6 minggu, 90% dari 100 kasus menunjukkan kesembuhan atau perbaikan. Atau serbuk herba (2.5-5 g) 3x sehari selama 3-4 minggu efeknya lebih baik dari ekstrak.
  • Penyakit Addison. Dosis maintenance dan terapi glycyrrhizin dan glycyrrhetinic acid berbeda antar-pasien. Tapi ketika kondisi pasien membaik, dosis diturunkan. Dm hrs dikurangi menjadi 10% dosis awal. Ekstrak herba kurang efektif.
  • TBC paru.
Obat TBC yg lazim, jika dikombinasi dgn herba (18 g/150 ml) 3-kali sehari, efeknya lebih baik. Dari 55 kasus : 23 hasilnya memuaskan, 32 kondisi membaik.
  • Infeksi hepatitis.
100% dekok herba 15-20 ml (dosis anak2 separonya), 3-kali sehari selama 10-20 hari (n=13).
  • Icterus index menjadi normal dlm 13 hari.
  • Empedu urin negatif dan pengurangan hepatomegali dlm 10 hari.
  • Nyeri pd bagian hati hilang dlm 8 hari
  • Penyakit radang mata
60 kasus dgn radang selaput bening mata (keratitis), keratoconjunctivitis, fascicular keratitis diobati dgn 5% Na glycyrrhizinate tetes mata, atau 8-12% suspensi glycyrrhetinic acid, atau 10-30% ekstrak herba 3-4x sehari, sembuh dlm 2-7 hari (n=56).
  • Kejang otot lambung. Ekstrak herba (10-15 ml) 2x sehari diberikan pd 254 pasien dewasa selama 3-6 hari. Efektif pada 241 pasien.
  • Purpura (bercak darah dlm kulit atau selaput lendir). Dekok herba (30 g) diberikan pagi & sore efektif pd purpura trombositopenik (n=3) atau anafilaktik (n=5) dalam 6 hari, dan tidak kambuh dlam 2-3 bulan.
Adverse effect.
  • Penggunaan dosis besar, atau dosis kecil tapi lama, menyebabkan udem, lemah kaki-tangan, kejang, pusing, hipertensi, hipokalemia.
  • Hati2 pemakaian pd manula, peny kardiovaskular, ginjal karena dpt menyebabkan hipertensi atau CHF.

Bawang Putih (Allium sativum)

Bagian tanaman bawang putih yang digunakan adalah bulbus. Bulbus mengandung minyak atsiri seperti allicin & allisatin.


Farmakologi

Efek antibakteria : minyak atsiri bersifat bakterisid
- 0.5 % aqueous solvent [pelarut air] letal thd Salmonella typhi.
- Juice aktif thd berbagai jenis bakteri patogen, termasuk yang resisten thd penicilin, streptomycin, chloramphenicol, chlortetracycline

Anti-fungi : ekstrak air dengan perbandingan 1 : 1

Anti-protozoa dan trichomonas :
• 5 – 15 % suspensi air bawang aktif thd trophozoit amuba.
• 0.5 % filtrat bulbus aktif thd Trichomonas vaginalis
• Antineoplastik [anti kanker]
• ekstrak atau minyak bawang mampu mencegah berbagai jenis tumor dan kanker (pada hewan coba).
• Untuk menurunkan Lipid darah
• juice (10 ml/kg) atau minyak bawang (20 mg/kg,po) selama 2 – 8 minggu pd hewan menurunkan kolesterol, bukan TG, mempercepat fibrinolisis.
• Ekstrak bawang menurunkan tek darah hewan dan pasien hipertensi (n=114) dimana Systole pasien turun hingga 8-33 mmHg dan diastole turun 4-20 mmHg.
• Juice atau minyak bawang : imunostimulator
• Ekstrak etanol (2 mg) : kontraksi uterus hewan dan manusia
• Allisatin : anti-inflammasi

Farmakokinetik
• Bactericidin stl po lebih efektif thd protozoa (dibanding sublingual), sebab adanya gastric juice dan empedu.
• Allicin termetabolisme dan terdistribusi dgn cepat.
LD50
• Minyak bawang iv 135 mg/kg mencit.
• Diallyl-thiosulfonate iv 70 mg/kg, po 600 mg/kg.
• Allicin 0.15 % (3 ml/kg) 2-kali sehari – 10 minggu, tidak toksik.

Efek klinik bawang putih
• Dysentery basiler: Allicin efektif pada 66 % kasus. Suspensi bawang 10 %, efektif pada 32 kasus. Dosis : PO 10-40 ml tiap 4 jam selama 1-2 minggu.
• Dysentery amuba: Bawang PO, sembuh 88 % kasus. Dosis : 1 keping bawang selama 1 minggu, atau 1-3 keping PO selama 5-10 hari plus enema 5 % ekstrak bawang.
• Infeksi jamur : efektivitas bervariasi, tgt organ yang terinfeksi. Paling efektif pd paru (10 dari 14 kasus). Dosis dewasa 20-50 ml ditambahkan pd lrt steril salin-glukosa (iv)
• Batuk rejan : efektivitas 85 % sembuh dg ekstrak bawang, batuk membaik (10%).
  • Sediaan: 60 g dirajang, diseduh air panas (300 ml) 10 jam.
  • Dosis: Anak usia > 5 th, 15 ml tiap 2 jam, untuk balita 7.5 ml.
• Radang apendix akut : pasta bawang putih dioleskan pd bagian sakit. 90 % kasus sembuh.
• Trichomonas vaginitis : efektivitas, 86.5 % kasus.
• Hiperlipidemia : pil yg mengandung minyak atsiri bawang putih mampu menurunkan kolesterol 32 mg%, TG 75 mg%, β- lipoprotein 143 mg% (n = 78).
  • Dosis : Minyak atsiri 0.2 ml per hari selama 1 bulan.
• Hiperfibrinogenemia : 14 kasus terjadi penurunan 167 mg%
• Carcinoma lanjut : Dari 54 kasus, 1 sembuh, 6 sangat efektif, 27 efektif stl injeksi bawang putih. Efektif pd naso-faring, limfe, paru, lambung.
• Intoxikasi Pb : 4 keping bawang putih, 3-kali sehari selama 1 bln (n = 34)
• Juice bawang 50-60 ml/hari selama 4 hari : non-toxic.

Kelembak (Rheum officinale Baill.)

Kelembak merupakan salah satu tamana yang sering digunakan untuk pengobatan di Indonesia.Bagian yang digunakan dalam tanaman ini adalah Akar dan rizomanya. Dengan Indikasi untuk mengobati konstipasi, jaundice, amenorea (tidak haid). Zat aktif yang berada dalam tanaman ini antara lain : turunan antrakinon (termasuk glikosida), rhein, emodin, chrysophanol, aloe-emodin, physcion


Berbagai efek farmakalogi telah banyak diketahui dari tanaman ini seperti :

– Katartika ringan : efek cholinergic emodin pada otot usus (dapat dihambat dengan menggunakan atropin).

– Retensi air dalam lumen usus. Tidak mengganggu absorpsi nutrien.

– Senyawa katartika lain (turunan anthraquinones): anthranol, anthrone, anthraquinones; sennoside A & B.

– ED50 (katartik) sennosida A : 15 (gastric) mg/kg (ip), 14 (subkutan) mg/kg (ip), 27 mg/kg (ip).

– Efek antispasmodik emodin 5 kali dari efek papaverin

– Efek antimikroba
zat aktif yang bersifat penghambat mikroba (bakteria, fungi, dan virus) adalah struktur 1,9- di OH- anthraquinones ( IC50 1.5-50 ug/mL tgt mikroba)

- Antineoplastik (anti kanker)
  • Rhein dan emodin menghambat melanoma mencit (5 mg/kg = 75 %)
  • Emodin (75 mg/kg; ip) dengan dosis berulang untuk breast carcinoma pada mencit
  • Ekstrak kelembak (sc) : menghambat sarcoma37 pada mencit

- Kardiovaskular
  • Ekstrak dan tingtur kelembak memiliki efek hipotensif (vasodilatasi)
  • Emodin : stimulan (pada dosis rendah), depresif (pada dosis tinggi)
  • D-Catechin sebagai vasokonstriktor
  • Ekstrak herba (po) : menurunkan kolesterol pada kelinci hiperkolesterolemia

Kontraindikasi kelembak adalah untuk

- Penderita asthenic syndrome (lemah, tak bertenaga) justru mengalami konstipasi karena terjadi perlambatan peristaltik.

- Selain itu tanin yang terdapat dlm jumlah besar dalam akar/rizoma dapat menyebabkan konstipasi.

- Dengan dosis konstipasi anatara 0.05-0.3 g akar/rizoma

Farmakokinetik

- Absorpsi turunan anthraquinones cepat, mencapai puncak hanya dalam waktu 2 jam.

- Rhein lebih mudah diabsorpsi daripada emodin. Rhein cepat dieliminasi ( pada kelinci).

- Feliminasi anthraquinones dlm feses dan urin : 23 %.

Toksisitas

- LD50 (po) emodin, physcion, dan chrysophanol sebesar 560, 1150 mg/kg dan 10 g/kg.

Efek klinik kelembak

- Indigesti dan konstipasi
  • Dosis 0.3 g sebagai appetizer; 1-2 g sebagai laxatif ringan
  • Dosis besar : kolik usus (kontraksi, kejang), tapi dapat diatasi dengan belladona (atropin) atau mentol, minyak cengkeh.

- Hepatitis : antivirus, anti-inflamasi, dan choleretic

- Hemoragia dan trombositopenia :
  • Herba digunakan untuk perdarahan eksternal dan internal.
  • Chrysophanol untuk trombositopenia, menorea, perdarahan setelah melahirkan

- Luka terbakar dan penyakit kulit

- Penurun kolesterol dan antihipertensi

Efek samping:
- efek toksik terjadi pada dosis tinggi terutama herba segar yakni nausea [mual], vomit[mntah], pusing, kolik abdomen [kejang perut], jaundice.

- penggunaan lama menyebabkan cirrhosis & hipokalemia.

Senin, 31 Januari 2011

Sekilas Mengenal Tuberkolosis




Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TBC (Mycobacterium tuberculosis). Sebagian besar kuman TBC menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya.

Kuman Tuberkulosis

Kuman ini berbentuk batang, mempunyai sifat khusus yaitu tahan terhadap asam pada pewarnaan. Oleh karena itu disebut pula sebagai Basil Tahan Asam (BTA). Kuman TBC cepat mati dengan sinar matahari langsung, tetapi dapat bertahan hidup beberapa jam di tempat yang gelap dan lembab. Dalam jaringan tubuh kuman ini dapat dormant, tertidur lama selama beberapa tahun.

Cara Penularan

Sumber penularan adalah penderita TBC BTA positif. Pada waktu batuk atau bersin, penderita menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk droplet (percikan dahak). Droplet yang mengandung kuman dapat bertahan di udara pada suhu kamar selama beberapa jam. Orang dapat terinfeksi kalau droplet tersebut terhirup kedalam saluran pernafasan.
Setelah kuman TBC masuk ke dalam tubuh manusia melalui pernafasan, kuman TBC tersebut dapat menyebar dari paru ke bagian tubuh lainnya, melalui sistem peredaran darah, sistem saluran limfe, saluran nafas, atau penyebaran langsung ke bagian-bagian tubuh lainnya.

Daya penularan dari seorang penderita ditentukan oleh banyaknya kuman yang dikeluarkan dari parunya. Makin tinggi derajat positif hasil pemeriksaan dahak, makin menular penderita tersebut. Bila hasil pemeriksaan dahak negatip (tidak terlihat kuman), maka penderita tersebut dianggap tidak menular. Kemungkinan seseorang terinfeksi TBC ditentukan oleh konsentrasi droplet dalam udara dan lamanya menghirup udara tersebut.

Risiko Penularan

Risiko penularan setiap tahun (Annual Risk of Tuberculosis Infection = ARTI) di Indonesia dianggap cukup tinggi dan bervariasi antara 1-3 %. Pada daerah dengan ARTI sebesar 1%, berarti setiap tahun diantara 1000 penduduk, 10 (sepuluh) orang akan terinfeksi. Sebagian besar dari orang yang terinfeksi tidak akan menjadi penderita TBC, hanya sekitar 10% dari yang terinfeksi yang akan menjadi penderita TBC.

Dari keterangan tersebut di atas, dapat diperkirakan bahwa pada daerah dengan ARTI 1%, maka diantara 100.000 penduduk rata-rata terjadi 100 (seratus) penderita tuberkulosis setiap tahun, di mana 50 penderita adalah BTA positif. Faktor yang mempengaruhi kemungkinan seseorang menjadi penderita TBC adalah daya tahan tubuh yang rendah; diantaranya karena gizi buruk atau HIV/AIDS.


Proses Terjadinya TBC

Infeksi Primer
Infeksi primer terjadi saat seseorang terpapar pertama kali dengan kuman TBC. Droplet yang terhirup sangat kecil ukurannya, sehingga dapat melewati sistem pertahanan mukosilier bronkus, dan terus berjalan sehingga sampai di alveolus dan menetap disana. Infeksi dimulai saat kuman TBC berhasil berkembang biak dengan cara pembelahan diri di paru, yang mengakibatkan peradangan di dalam paru. Saluran limfe akan membawa kuman TBC ke kelenjar limfe di sekitar hilus paru, dan ini disebut sebagai kompleks primer. Waktu antara terjadinya infeksi sampai pembentukan kompleks primer adalah sekitar 4-6 minggu.
Adanya infeksi dapat dibuktikan dengan terjadinya perubahan reaksi tuberkulin dari negatif menjadi positif.

Kelanjutan setelah infeksi primer tergantung dari banyaknya kuman yang masuk dan besarnya respon daya tahan tubuh (imunitas seluler). Pada umumnya reaksi daya tahan tubuh tersebut dapat menghentikan perkembangan kuman TBC. Meskipun demikian, ada beberapa kuman akan menetap sebagai kuman persister atau dormant (tidur). Kadang kadang daya tahan tubuh tidak mampu menghentikan perkembangan kuman, akibatnya dalam beberapa bulan, yang bersangkutan akan menjadi penderita TBC.

Masa inkubasi, yaitu waktu yang diperlukan mulai terinfeksi sampai menjadi sakit, diperkirakan sekitar 6 bulan.


Tuberkulosis Pasca Primer (Post Primary TBC)

Tuberkulosis pasca primer biasanya terjadi setelah beberapa bulan atau tahun sesudah infeksi primer, misalnya karena daya tahan tubuh menurun akibat terinfeksi HIV atau status gizi yang buruk. Ciri khas dari tuberkulosis pasca primer adalah kerusakan paru yang luas dengan terjadinya kavitas atau efusi pleura.
Gejala Tuberkolosis

Gejala utama 
Batuk terus menerus dan berdahak selama 3 (tiga) minggu atau lebih.

Gejala tambahan, yang sering dijumpai:
·       Dahak bercampur darah.
·       Batuk darah
·       Sesak nafas dan rasa nyeri dada.
·       Badan lemah, nafsu makan menurun, berat badan turun, rasa kurang enak badan (malaise), berkeringat malam walaupun tanpa kegiatan, demam meriang lebih dari sebulan.
Gejala-gejala tersebut di atas dijumpai pula pada penyakit paru selain tuberkulosis. Oleh sebab itu setiap orang yang datang ke UPK dengan gejala tersebut diatas, arus dianggap sebagai seorang “suspek tuberkulosis” atau tersangka penderita TBC, dan perlu dilakukan pemeriksaan dahak secara mikroskopis langsung.


Komplikasi Pada Penderita TBC

Komplikasi berikut sering terjadi pada penderita stadium lanjut:
·       Hemoptisis berat (perdarahan dari saluran nafas bawah) yang dapat mengakibatkan kematian karena syok hipovolemik atau tersumbatnya jalan nafas.
·       Kolaps dari lobus akibat retraksi bronkial.
·       Bronkiectasis (pelebaran bronkus setempat) dan fibrosis (pembentukan jaringan ikat pada proses pemulihan atau reaktif) pada paru.
·       Pneumotorak (adanya udara didalam rongga pleura) spontan: kolaps spontan karena kerusakan jaringan paru.
·       Penyebaran infeksi ke organ lain seperti otak, tulang, persendian, ginjal dan sebagainya.
·       Insufisiensi Kardio Pulmoner (Cardio Pulmonary Insufficiency).

Penderita yang mengalami komplikasi berat perlu dirawat inap di rumah sakit. Penderita TBC paru dengan kerusakan jaringan luas yang telah sembuh (BTA Negatif) masih bisa mengalami batuk darah. Keadaan ini seringkali dikelirukan dengan kasus kambuh. Pada kasus seperti ini, pengobatan dengan OAT tidak diperlukan, tapi cukup diberikan pengobatan simtomatis. Bila perdarahan berat, penderita harus dirujuk ke unit spesialistik.


Tanpa Pengobatan, 50% Penderita TBC Meninggal Setelah 5 Tahun

Tanpa pengobatan, setelah lima tahun, 50% dari penderita TBC akan meninggal, 25% akan sembuh sendiri dengan daya tahan tubuh tinggi, dan 25% sebagai “kasus kronik” ang tetap menular (WHO, 1996).


Pengaruh Infeksi HIV

Infeksi HIV mengakibatkan kerusakan luas sistem daya tahan tubuh seluler (Cellular immunity), sehingga jika terjadi infeksi oportunistik, seperti tuberkulosis, maka yang ersangkutan akan menjadi sakit parah bahkan bisa mengakibatkan kematian. Bila jumlah orang terinfeksi HIV meningkat, maka jumlah penderita TBC akan meningkat, dengan demikian penularan TBC di masyarakat akan meningkat pula.

Kelainan dan Penyakit pada Sistem Pernafasan Manusia



Sistem pernafasan tersusun atas saluran pernafasan dan paru-paru sebagai tempat perrtukaraan udara pernafasan. Pernafasan merupakan proses untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang diperlukan untuk mengubah sumber energi menjadi energi dan membuang CO2 sebagai sisa metabolisme.

Saluran udara pernafasan tersusun atas: lubang hidung, rongga hidung, faring, laring, trakea, bronkus, dan bronkeolus. Lubang hidung sampai bronchiolus disebut pars konduktoria karena fungsinya sebagai saluran udara respirasi.

Struktur maupun fungsi sistem pernafasan manusia dapat mengalami gangguan atau serangan penyakit. Antara lain:
  1. Asma, merupakan penyakit penyumbatan saluran Pernafasan yang disebabkan alergi terhadap rambut, bulu atau kotoran.
  2. TBC, penyakit paru-paru yang diakibatkan oleh serangan bakteri Mycobacterium tuberculosa. Difusi oksigen akan terganggu karena adanya bintil-bintil atau peradangan pada dinding alveolus. Tuberkolosis atau TBC adalah infeksi karena bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang dapat merusak paru-paru tapi dapat juga mengenai sistem saraf sentral (meningitis, sistem lymphatic, sistem sirkulasi (miliary TB), sistem genitourinary, tulang dan sendi.
Indonesia berada dalam peringkat ketiga terburuk di dunia untuk jumlah penderita TBC. Setiap tahun muncul 500 ribu kasus baru dan lebih dari 140 ribu lainnya meninggal. Tanggal 24 Maret diperingati dunia sebagai "Hari TBC". Pada 24 Maret 1882 tersebut, Robert Koch di Berlin, Jerman, mempresentasikan hasil penyebab tuberkulosa yang ditemukannya.
  1. Macam-macam peradangan pada sistem Pernafasan, seperti: bronchitis, laringitis, faringitis, pleuritis, sinusitis.
  2. Asfiksi, gangguan Pernafasan pada waktu pengangkutan dan penggunaan oksigen oleh jaringan, akibat tenggelam, pneumonia dan keracunan.
  3. Asidosis, kenaikan kadar asam karbonat dan asam bikarbonat dalam darah.
  4. Difteri, penyumbatan oleh lendir pada rongga faring yang dihasilkan oleh infeksi kuman difteri.
  5. Pneumonia, infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri pada alveolus yang menyebabkan terjadinya radang paru-paru.