SELAMAT DATANG DI BLOG HERBAMAED INDONESIA

HERBAMAED INDONESIA hadir untuk memberikan informasi manfaat tanaman obat/ Herbal khususnya Herbal Indonesia untuk kesehatan. Selain memberikan informasi herbal, HERBAMAED INDONESIA juga menyediakan berbagai macam herbal yang sudah dalam bentuk ektrak dan dikemas dalam bentuk kapsul sehingga memudahkan untuk mengkonsumsinya. Bagi yang berminat untuk memanfaatkan herbal dan konsultasi pengobatan herbal bisa contact : rsmjakarta@gmail.com atau dessysartika@gmail.com / 08988059632
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Januari 2011

Obat Stres Dijual dalam Bentuk Soda Rasa Ganja


img
Canna Cola (dok: drinkcannanola)
Los Angeles, Meski kontroversial, beberapa negara melegalkan penggunaan ganja atau mariyuana untuk keperluan medis. Bahkan di Amerika Serikat, zat aktif dalam ganja dikemas dan dijual dalam bentuk minuman ringan yang digemari kaum muda. 

Clay Butler, pengusaha minuman ringan asal California baru-baru ini memproduksi minuman bersoda yang mengandung Tetrahydrocannabinol (THC) berkadar 35-65 mg/botol. THC merupakan bahan aktif dalam daun ganja yang memiliki efek halusinogenik atau menyebabkan seseorang berhalusinasi. 

Dalam dunia medis, THC sering dimanfaatkan sebagai obat meski di sebagian besar negara legalitasnya masih kontroversial. Selain sebagai halusinogenik, THC juga dipakai untuk mencegah Alzheimer, mengatasi nyeri Arthritis dan mengatasi depresi. 

Namun seperti halnya rokok, menghisap ganja untuk mendapatkan efek THC juga bisa memicu kanker. Dikutip dariMedicalmarihuana.ca, Selasa (25/1/2011), beberapa racun dalam asap ganja bisa menyebabkan kanker paru-paru dan tenggorokan. 

Terinspirasi dari efek samping asap ganja, Butler akhirnya menghadirkan rasa dan khasiat ganja itu dalam bentuk minuman bersoda. Butler berencana meluncurkan produknya ke pasar mulai Februari dengan harga US$ 10 hingga US$ 15 atau sekitar Rp 90.000 hingga Rp 135.000/botol. 

Nama dagang yang dipakai Butler sebagai merek minumannya adalah Canna Cola, diambil dari nama Latin ganja yaitu Cannabis sativa. Sayangnya karena regulasi atau aturan tentang legalitas ganja berbeda di setiap negara, produk ini hanya akan dipasarkan di California dan tidak mungkin dibawa ke luar negeri. 

Di California, mengemas ganja ke dalam minuman ringan sebenarnya bukan hal baru. Soda rasa ganja sudah banyak dijual, namun hanya dalam skala kecil sementara Butler mengklaim Canna Cola sebagai produk pertama yang diproduksi dalam skala industri.





Sumber : http://health.detik.com/read/2011/01/25/162259/1554285/763/obat-stres-dijual-dalam-bentuk-soda-rasa-ganja?l991101755

Gadis yang Terlahir Tanpa Ekspresi Wajah


img
Hayley dan Jane (Foto: The Sun)
Northumberland, Inggris, Gadis remaja ini wajahnya begitu kaku, tidak bisa senyum, tertawa, menangis atau cemberut. Si gadis memang dilahirkan tidak bisa menunjukkan ekspresi apapun di wajahnya karena tak punya saraf pengontrolnya.

Hayley Harbottle (14 tahun), gadis remaja kelahiran Inggris ini memiliki kondisi genetik langka yang membuat wajahnya benar-benar lumpuh. Yang membuat wajahnya selalu terlihat 'dingin' dan kaku.

Hayley bukannya tak mau tertawa, marah, tersenyum atau menangis tapi karena ia tidak memiliki saraf vital di wajahnya yang menyebabkan wajahnya beku. Jadi orang tidak akan pernah tahu apa yang sedang dirasakannya.

"Hayley tidak memiliki kehidupan yang mudah, orang berpikir ia seorang yang agak moody. Hal ini membuat saya ingin melihatnya tersenyum suatu hari nanti," ujar ibunda Hayley, Jane (43 tahun) seperti dikutip dari TheSun, Selasa (25/1/2011).

Hayley tinggal di Cramlington, Northumberland bersama ibu dan ayahnya Barry (45 tahun). Hayley telah sedikit belajar berbicara tapi sebagian besar waktu untuk berkomunikasi dilakukannya melalui komputer.

"Sekarang kita bisa tahu kapan ia senang melalui matanya, tapi tidak bisa melihatnya senyum atau menyeringai. Kami memanjakannya dengan mengabulkan keinginannya, karena ia layak mendapatkan itu," ungkap Jane.

"Anak-anak seusianya jauh lebih bisa menerima keadaan Hayley. Tapi orangtua anak-anak itu membicarakan tentang Hayley seolah-olah ia tidak bisa mendengar atau tidak memiliki perasaan. Saya hanya ingin memberikan sepotong pemikiran saya dan memberitahunya bagaimana kondisi ini sangat mengerikan," imbuhnya.

Hayley didiagnosis mengalami sindrom Moebius saat berusia beberapa bulan. Ia dilahirkan tanpa memiliki enam atau tujuh saraf di tengkoraknya yang berfungsi mengontrol ekspresi wajah dan memungkinkannya untuk berkedip, menggerakkan mata serta tersenyum.

Sindrom ini juga menyebabkan masalah lainnya dalam hal mengunyah, kesulitan mendengar dan mengiler (meneteskan air liur), hingga kini belum ada obat yang bisa menyembuhkannya.

Hayley memiliki spektrum masalah yang luas terkait dengan kondisinya, seperti tidak memiliki jari dan masalah di pendengaran serta gastrointestinal. Tapi ia sangat suka berenang dan menghabiskan waktu di depan komputer.

Ahli bedah berharap untuk melakukan operasi agar memungkinkan bagi Hayley mengekspresikan beberapa gerakan di wajahnya. Namun tidak ada jaminan bahwa operasi yang melibatkan pemindahan saraf dari salah satu bagian tubuhnya ke wajah ini akan berjalan sukses.

"Saat ini saya tidak berpikir bahwa dia benar-benar menginginkan operasi, tapi ia mungkin berubah pikiran nantinya. Semua yang kita lakukan adalah untuk membuatnya senang meski ia tidak bisa menunjukkannya," ungkap Jane.





Sumber : http://health.detik.com/read/2011/01/25/151329/1554223/763/gadis-yang-terlahir-tanpa-ekspresi-wajah?l991101755