SELAMAT DATANG DI BLOG HERBAMAED INDONESIA

HERBAMAED INDONESIA hadir untuk memberikan informasi manfaat tanaman obat/ Herbal khususnya Herbal Indonesia untuk kesehatan. Selain memberikan informasi herbal, HERBAMAED INDONESIA juga menyediakan berbagai macam herbal yang sudah dalam bentuk ektrak dan dikemas dalam bentuk kapsul sehingga memudahkan untuk mengkonsumsinya. Bagi yang berminat untuk memanfaatkan herbal dan konsultasi pengobatan herbal bisa contact : rsmjakarta@gmail.com atau dessysartika@gmail.com / 08988059632

Rabu, 02 Februari 2011

Mau Menjawab Soal Ujian Sekolah Dengan Mudah? Cobalah Sarapan dengan Petai


Petai merupakan sejenis tumbuhan dalam family Leguminosae yang berasal dari kawasan Asia Tenggara yang beriklim panas lembap. Pohon ini pada mulanya tumbuh liar di dalam hutan-hutan Indonesia, Malaysia, Brunei and Thailand, tetapi sekarang banyak dibudidayakan. Nama botaninya Parkia speciosa.

Petai mengandung zat asam amino dan karbohidrat kompleks yang dapat menyebabkan air kencing berbau menyengat dan khas. Menurut penelitian, petai mengandung:
  • Lemak: 0.8183%
  • Protein: 5.2%
  • Karbohidrat: 2.06%
  • Kalori: 36,647%
  • Vitamin C: 4.18335
  • Air: 25.38%
  • Abu: 0.95%
  • Serat kasar: 22.30%
  • Gula: 0.916 ppm
  • Kalsium: 1.35 ppm
  • Kalium: 842.45 ppm
  • magnesium: 7.8 ppm,
  • dan lain-lain.

Pohon petai tumbuh tegak dengan batang kayu keras dan daun bentuk yang khas, memiliki ketinggian dapat mencapai 30 meter. Petai berbuah dalam bentuk papan, biji berwarna hijau muda. Bunga petai berwarna putih kekuningan, berbentuk bulat dan terbentuk diujung dahan.

Memakan petai sangat bermanfaat bagi tubuh kita, walau terkenal karena baunya yang menyengat, setingkat di bawah jengkol. Masyarakat Indonesia, terutama kalangan bawah sudah terbiasa makan petai, selain murah dan mudah didapat, ternyata memakan petai juga dapat meningkatkan stamina bagai para pekerja keras.

Di bawah ini merupakan sebagian dari manfaat-manfaat petai:

1. Meningkatkan Kemampuan Otak
Dua ratus siswa di Twickenham (Middlesex, England) tertolong dengan mudah melalui ujian pada tahun ini karena memakan petai pada saat sarapan, istirahat, dan makan siang. Riset telah membuktikan bahwa buah dengan kandungan kalium tinggi dapat membantu belajar dengan membantu siswa semakin waspada.

2. Menghasilkan Tenaga Instan yang Besar
Petai memiliki 3 macam gula alami yaitu sukrosa, fruktosa dan glukosa yang dikombinasikan dengan serat. Kombinasi kandungan ini mampu memberikan dorongan tenaga yang instan, namun cukup lama dan cukup besar efeknya.

Riset membuktikan dua porsi petai mampu memberikan tenaga yang cukup untuk melakukan aktivitas berat selama 90 menit. Makanya jangan heran jika petai adalah buah yang disukai oleh para pekerja keras dan, bahkan atlet top. Penelitian juga membuktikan bahwa petai tidak hanya memberikan energi, namun juga mampu mencegah bahkan mengatasi beberapa macam penyakit dan kondisi buruk. Ini membuat petai menjadi salah satu makanan penting dalam makanan keseharian kita.

3. Mengatasi Anemia
Dengan kandungan zat besi yang tinggi, petai dapat menstimulasi produksi sel darah merah dan membantu apabila terjadi anemia.

4. Menurunkan Tekanan Darah Tinggi
Buah tropis unik ini sangat tinggi kalium, tetapi rendah garam, sehingga sangat sempurna untuk memerangi tekanan darah. Begitu tingginya, sehingga FDA Amerika mengizinkan perkebunan petai untuk melakukan klaim resmi mengenai kemampuan buah ini untuk menurunkan resiko tekanan darah dan stroke.

5. Mengatasi Depresi
Menurut survei yang dilakukan oleh MIND diantara pasien penderita depresi, banyak orang merasa lebih baik setelah makan petai. Hal ini terjadi karena petai mengandung tryptophan, sejenis protein yang diubah tubuh menjadi serotonin. Zat inilah yang membuat orang jadi rileks, mampu memperbaiki mood dan secara umum membuat seseorang lebih bahagia.

6. Mengatasi Sembelit
Karena kandungan serat yang tinggi, maka petai akan mempermudah menormalkan kembali aksi pencernaan, membantu mengatasi permasalahan ini tanpa harus kembali ke laksativ.

7. Mengobati Mabuk
Salah satu cara paling cepat untuk menyembuhkan “penyakit” mabuk adalah milkshake petai, yang ditambahkan pemanis dengan madu. Petai akan membantu menenangkan perut dan dengan bantuan madu akan meningkatkan kadar gula darah yang menurun drastis, sedangkan susu akan menenangkan dan kembali memperbaiki kadar cairan dalam tubuh.

8. Mengatasi Gigitan Nyamuk
Sebelum anda meraih creamm obat gigitan nyamuk, coba untuk menggosok daerah yang terkena gigitan dengan bagian dalam kulit petai. Banyak orang berhasil mengatasi rasa gatal dan bengkak dengan cara ini.

9. Menenangkan Saraf
Petai mengandung vitamin V dalam jumlah besar, sehingga akan membantu menenangkan sistem saraf.

10. Terhindar dari Kegemukan
Penelitian di Institute of Psychology Austria menemukan bahwa tekanan pada saat kerja menyebabkan orang sering meraih makanan yang menenangkan seperti coklat dan keripik. Dengan melihat kepada 5.000 pasien di rumah sakit, peneliti menemukan bahwa kebanyakan orang mejadi gemuk karena tekanan kerja yang tinggi.

Laporan menyimpulkan bahwa, untuk menghindari nafsu memakan makanan karena panik tadi, kita butuh mengendalikan kadar gula dalam darah dengan ngemil makanan tinggi karbohidrat setiap dua jam untuk mempertahankan kadarnya tetap.

11. Membantu Berhenti Merokok
Petai dapat menolong orang yang ingin berhenti merokok. Vitamin B6 dan B12 yang dikandungnya, bersama dengan kalium dan magnesium, membantu tubuh cepat sembuh dari efek ketagihan nikotin.

12. Mengatasi Stroke
Menurut riset dalam “The New England Journal of Medicine,” makan petai sebagai bagian dari makanan sehari-hari akan menurunkan resiko kematian karena stroke sampai 40%.

Ternyata, petai merupakan obat alami untuk berbagai macam penyakit. Jika anda membandingkannya dengan apel, petai memiliki protein 4 kali lebih banyak, karbohidrat dua kali lebih banyak, tiga kali lipat fosfor, lima kali lipat Vitamin A dan zat besi, dan dua kali lipat jumlah vitamin dan mineral lainnya.

Nah, selamat mencoba.

Pencegahan Penyakit dan Kiat Tetap Sehat pada Usia Lanjut



Menua secara fisiologis ditandai dengan semakin menghilangnya fungsi dari banyak organ tubuh.  Bersamaan dengan itu meningkat pula insiden penyakit seperti coronary arterial disease (CAD), penyakit-penyakit serebrovaskular, penyakit ginjal dan paru. Hal ini akan menyebabkan semakin cepatnya tubuh kehilangan fungsi-fungsi organnya. 

Berbagai upaya dapat dilakukan untuk mencegah, menunda, atau menemukan dan mengenali secara dini berbagai penyakit atau gangguan kesehatan, serta mengatasi penyakit-penyakit yang muncul untuk mencegah komplikasi. Upaya tersebut disebut pencegahan primer, sekunder, dan tersier.

Pencegahan Primer
Pencegahan primer adalah berbagai upaya yang dilakukan untuk menghindari atau menunda munculnya penyakit atau gangguan kesehatan.

Pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular)
  • Stop merokok,
  • Turunkan kolesterol,
  • Obati tekanan darah tinggi,
  • Latihan jasmani yang bersifat aerobik,
  • Pelihara berat badan ideal,
  • Konsumsi aspirin dosis rendah untuk pencegahan,
  • Kelola dan kurangi stres.

Pencegahan penyakit kanker
  • Stop merokok,
  • Kurangi pajanan sinar matahari yang berlebihan,
  • Diet tinggi serat, rendah lemak,
  • Pemeriksaan pap smear.

Pencegahan kecelakaan (injury)
  • Gunakan sabuk pengaman jika berkendaraan (seat belt),
  • Lakukan upaya pengamanan rumah,
  • Cegah jatuh,
  • Ketahui perihal kekerasan dalam rumah tangga dan penegakan hukumnya,

Pencegahan penyakit paru kronik
  • Stop merokok.

Pencegahan osteoporosis
  • Konsumsi kalsium dari makanan sehari-hari,
  • Suplementasi kalsium,
  • Latihan jasmani yang melawan gravitasi (weight bearing).

Pencegahan penyakit infeksi
  • Imunisasi : influenza dan pneumonia.

Pencegahan Sekunder
Pencegahan sekunder adalah berbagai upaya yang dilakukan untuk deteksi dini adanya penyakit atau gangguan kesehatan agar dapat dilakukan tatalaksana sedini mungkin pula.
  • Kanker: pemeriksaan pap smear setiap 1-3 tahun, pemeriksaan payudara sendiri (sarari), setiap bulan setelah selesai menstruasi, dan pemeriksaan payudara oleh dokter setiap tahun setelah usia 40 tahun, mamografi setiap tahun setelah usia 40 tahun.
  • Pemeriksaan rektal (colok dubur) setiap tahun pada orang dewasa setelah usia 40 tahun.
  • Endoskopi pada semua usia lanjut setelah usia 50 tahun, setiap 5 tahun.
  • Pemeriksaan pemeriksaan PSA setiap  tahun antara 50 sampai dengan 70 tahun.
  • Pemeriksaan kolesterol tiap 3-5 tahun.
  • Pemeriksaan rutin kimia darah, darah perifer lengkap, dan pemeriksaan urin lengkap.
  • Pemeriksaan elektrokardiogram (EKG): berikan 1 kopi hasil EKG tersebut kepada pasien. Manakala pasien mengalami masalah jantung (nyeri dada), hasil EKG tersebut dapat diberikan ke dokter yang melayaninya untuk digunakan oleh sang dokter dalam membuat penilaian klinis.
  • Pemeriksaan tekanan darah setiap 3 tahun sebelum usia 40 tahun dan setiap tahun setelah berusia 40 tahun.
  • Pemeriksaan ketajaman penglihatan dan penapisan glaukona setiap 1-3 tahun setelah usia 50 tahun.
  • Evaluasi fungsi pendengaran setiap 3 tahun setelah berusia 50 tahun.
  • Pengkajian fungsi fisik dan mental.

Pencegahan Tersier
Pengelolaan penyakit atau gangguan kesehatan secara seksama harus dilakukan. Diperlukan kerjasama yang baik antara tenaga kesehatan dan pasien serta keluarganya agar penyakit atau gangguan kesehatan yang diderita pasien dapat terkelola dan terkendali dengan baik. Untuk itu amat dibutuhkan kepatuhan pasien dalam mengontrol penyakit-penyakit yang diderita agar tidak timbul komplikasi atau penyulit.

Pada umumnya berbagai penyakit kronik degeneratif memerlukan kedisiplinan dan ketekunan dalam diet atau latihan jasmani, demikian pula di dalam pengobatan yang umumnya membutuhkan waktu bertahun-tahun bahkan bisa seumur hidup. Tidak jarang pasien merasa bosan dan akhirnya menghentikan pengobatannya sehingga penyakit menjadi tidak terkendali dan kemudian timbul berbagai komplikasi yang tidak jarang sampai mengancam nyawa.

Tips untuk Tetap Sehat di Masa Tua
Berikut ini beberapa tips untuk mendapatkan kualitas hidup yang baik dan sehat bagi para lansia:
  • Dianjurkan untuk selalu mengkonsumsi makanan padat gizi sesuai kebutuhan. Anda dapat berkonsultasi dengan ahli gizi untuk mendapatkan pola makan dan komposisi makanan yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan anda. Sesuaikan komposisi makan dengan aktivitas dan kegiatan agar tidak berlebihan yang bisa memicu kegemukan (menjadi faktor risiko berbagai penyakit) dan juga tidak kekurangan.
  • Pertahankan berat badan anda tetap ideal.
  • Tetap lakukan aktivitas fisik dan olahraga sesuai kemampuan, seperti berjalan, lari, berenang, dansa, bersepeda atau senam.
  • Kurangi stres (tingkatkan rasa percaya diri, selalu berfikir positif, atur waktu anda dengan baik, ketahui keterbatasan anda, hilangkan ketegangan, dan berbuatlah sesuatu yang positif).
  • Untuk para wanita, konsultasikan dengan dokter anda terlebih dahulu untuk menggunakan terapi hormon pengganti. Mintalah dokter anda menjelaskan keuntungan dan risiko menggunakan hormon tersebut.
  • Bagi anda yang merokok, sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter untuk membuat program dan strategi agar anda dapat berhenti merokok.
  • Selalu menjaga dan melindungi diri agar terhindar dari kecelakaan. Tidak dianjurkan untuk bepergian seorang diri terutama bagi anda yang sudah memiliki gangguan keseimbangan, gangguan penglihatan, dan pendengaran.
  • Dianjurkan untuk selalu menikmati kehidupan sex anda. Pelajari dan ketahui cara serta strategi baru untuk meningkatkan kehidupan sex anda.
  • Pergunakanlah kaca mata dan alat bantu pendengaran jika anda memerlukannya. Hal tersebut diperlukan agar anda dapat lebih jelas melihat dan mendengar segala sesuatu dalam kehidupan anda.
  • Rawatlah gigi anda, gunakan gigi palsu jika anda memerlukannya.
  • Selalu waspada dengan segala gejala penyakit dan berobatlah untuk mendapatkan diagnosis dengan pasti.
  • Gunakan obat-obatan hanya dengan resep dokter. Sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika ingin mengkonsumsi suplemen atau obat herbal.
  • Dianjurkan untuk mengontrol tekanan dengan melakukan aktivitas dan berteman. Jika anda merasa depresi cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter anda.
  • Minum 6-8 gelas air putih setiap hari.
  • Latihlah kemampuan mental anda. Anda dapat melatihnya dengan memecahkan soal-soal matematika, mengisi teka-teki silang, main kartu atau permainan lain, membaca, menulis, berkhayal, dan menciptakan sesuatu.
  • Rencanakan keuangan anda untuk menjamin keamanan hari tua anda selanjutnya.
  • Terimalah segala perubahan yang terjadi pada diri anda. Selalu berusaha untuk bangkit dari setiap kehilangan, carilah teman-teman baru.
  • Tingkatkan keimanan dan ibadah anda. Buatlah hidup menjadi lebih berarti dengan melakukan aktivitas keagamaan dan sosial.
  • Dianjurkan agar sering ke luar rumah untuk berjemur sinar matahari dan mendapatkan udara segar jika memungkinkan. Berjemurlah selama 15 menit di pagi hari untuk mendapatkan cukup vitamin D dari sinar matahari.
  • Tetaplah aktif secara sosial, bermasyarakat dan lakukan kegiatan-kegiatan sosial, hal ini tidak hanya menguntungkan fisik tapi juga mental, seperti menimbulkan rasa gembira dan merangsang stimulus otak.
  • Kembangkan hobi, luangkan waktu bersama cucu-cucu anda, jika memungkinkan lakukan perjalanan dan tamasya, atau berkebun.
  • Nikmati setiap waktu dari kehidupan anda.
  • Melakukan pemeriksaan berkala sejak berusia 40 tahun, terutama jika memiliki faktor risiko penyakit tertentu dari keluarganya.

Tips Menu Sehat  Untuk Lansia
Nutrisi yang baik salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan agar tetap sehat di usia baya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menu bagi lansia adalah :
  • Membuat masakan dengan bumbu yang tidak merangsang seperti pedas, atau asam karena dapat mengganggu kesehatan lambung dan alat pencernaan. Mengurangi pemakaian garam yakni tidak lebih dari 4 gram perhari untuk mengurangi risiko tekanan darah tinggi.
  • Mengurangi santan, daging yang berlemak dan minyak agar kolesterol darah tidak tinggi. Memperbanyak makanan yang berkalsium tinggi seperti susu dan ikan. Pada lanjut usia khususnya ibu-ibu yang menopause sangat perlu mengonsumsi kalsium untuk mengurangi risiko keropos tulang.
  • Memperbanyak makanan serat, sayuran mentah agar pencernaan lancar dan tidak sembelit.
  • Menggurangi mengonsumsi gula dan makanan yang mengandung karbohidrat tinggi agar gula darah normal khususnya bagi penderita kencing manis agar tidak terjadi komplikasi lain.
  • Menggunakan sedikit minyak untuk menumis dan kurangi makanan yang digoreng. Memperbanyak makanan yang diolah dengan dipanggang atau direbus karena makanan mudah dicerna.
  • Membuat masakan agar lunak dan mudah dikunyah sehingga kesehatan gigi terjaga.

Minuman Bersoda Menyebabkan Sindrom Metabolik dan 15 Gangguan Kesehatan Lainnya


Minuman bersoda memang memiliki rasa yang enak, menyegarkan dan praktis untuk dinikmati, apalagi dinikmati selagi dingin saat cuaca panas. Selain hanya memberikan rasa enak dan efek sensasi di mulut, minuman jenis ini hampir tidak memberikan manfaat lain bagi tubuh, bahkan bahan-bahan yang dikandungnya dapat berpotensi merugikan kesehatan anda. Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan yang lebih baik, masyarakat kini banyak yang beralih mengkonsumsi minuman mineral dalam kemasan.

Minuman ringan (soft drink) adalah minuman yang tidak mengandung alkohol, merupakan minuman olahan dalam bentuk bubuk atau cair yang mengandung bahan makanan dan / atau bahan tambahan lainnya baik alami maupun sintetik yang dikemas dalam kemasan siap untuk dikonsumsi. Minuman ringan terdiri dari dua jenis, yaitu: minuman ringan dengan karbonasi (carbonated soft drink) dan minuman ringan tanpa karbonasi.

Minuman ringan dengan karbonasi adalah minuman yang dibuat dengan mengabsorpsikan karbondioksida ke dalam air minum. Minuman soda atau bersoda merupakan salah satu jenis minuman ringan karbonasi.

Bahan Tambahan dan Bahayanya

Minuman soda memiliki berbagai zat tambahan, termasuk penambah rasa, zat pewarna, zat tambahan asam, agen pembentuk busa, serta zat pengawet yang tidak baik untuk kesehatan. Hampir semua minuman karbonasi/bersoda menggunakan bahan tambahan, yang menurut berbagai penelitian di laboratorium ialah:

1. Karbohidrat
Suatu hal yang mustahil, kalau ada perusahaan minuman ringan yang mengatakan bahwa produknya tanpa bahan tambahan. Jika ada perusahaan minuman ringan tidak menggunakan bahan tambahan tentunya tetap menggunakan gula dan karbohidrat. Hanya saja jumlah karbohidrat pada minuman ringan cukup tinggi. Sedangkan zat penting lain seperti protein, vitamin dan mineral, jarang ada pada minuman ringan. Apalagi yang namanya minuman berkarbonasi/bersoda hampir tidak ada gizi di dalamnya. Gula ini memudahkan pengeluaran kalsium dari tubuh, hal ini berdampak buruk pada kondisi tulang anda.

2. EDTA
Minuman karbonasi/soda banyak yang mengandung bahan tambahan dimulai dari pemberi rasa, pewarna sampai pengawet. Agar minuman tsb tetap bisa mengeluarkan sodanya, ada suatu bahan khusus yang ditambahkan, yakni EDTA atau ethylenediamine tetraacetate yang berfungsi memperpanjang daya tahan soda dalam minuman tsb. Hanya saja, bila tubuh kelebihan mengkonsumsi bahan ini, bisa mengganggu fungsi tubuh. Yang pertama, bisa menghambat penyerapan vitamin dalam tubuh. Lalu, juga mempengaruhi keseimbangan kalsium, zat yang dibutuhkan tulang anak untuk tumbuh akan terganggu. Parahnya, jika ketidak seimbangan ini bila berlangsung lama dan kontinyu, akan mengganggu fungsi ginjal.

3. Asam Sitrat
Minuman karbonasi/soda, kadang-kadang terasa asam/masam. Rasa inipun sebenarnya tidak asli, tapi akibat diberi bahan tambahan. Tujuan pemberian asam dalam minuman adalah untuk memberikan rasa masam. Dengan adanya rasa masam, maka rasa manisnya gula akan terasa lebih menggoda. Dengan adanya bahan ini inversi (penyebaran) gula dalam minuman bisa lebih cepat. Dan dapat menyebabkan kerusakan pada gigi, serta iritasi pada lambung.

4. Gula Cair
Untuk bahan pemanis, zat yang digunakan dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu gula alami dan sintetis. Adanya gula ini juga memudahkan terjadinya kenaikan berat badan, terutama pada anak-anak.

5. Sulfit dan Sulfur dioksida
Dalam konsumsi yang berlebih, dapat menyebabkan sakit kepala dan diare dan juga mengiritasi lambung serta menyebabkan orang yang kelebihan mengkonsumsi bahan ini menjadi hipersalivasi (banyak mengeluarkan air ludah).

Dampak Buruk Bagi Kesehatan

Minum sekaleng soda saja sehari dinyatakan bisa meningkatkan risiko sindrom metabolik hingga 48%. Sindrom metabolik merupakan serangkaian faktor risiko penyakit jantung dan diabetes. Berikut beberapa efek negatif lain dari minuman bersoda:

1.Obesitas
Mereka yang minum satu minuman soda atau lebih sehari berisiko lebih besar mengalami obesitas. Jika  meminumnya setiap hari selama sebulan, maka  akan memiliki 500 gram tambahan berat badan dan sulit untuk menghindarinya.

2.Rendah gizi
Tidak ada penelitian yang mengungkapkan soda mengadung nilai gizi. Jika mengkonsumsinya berlebih maka  hanya akan menambah racun pada tubuh.

3.Tingkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes
Soda, bahkan soda diet sekali pun, berisiko memicu penyakit jantung dan diabetes. Orang dewasa yang minum satu minuman soda atau lebih sehari berisiko 50% lebih besar mengalami sindrom metabolik (serangkaian faktor risiko, seperti kelebihan lemak di area pinggang, kadar kolesterol baih HDL rendah, tekanan darah tinggi dan gejala lainnya).

4.Picu osteoporosis
Saat minum soda, gigi dan tulang akan melepaskan kalsium ke aliran darah untuk membantu menyeimbangkan asam fosfor yang dikandung soda. Selanjutnya, asam fosfor ini akan dikeluarkan dari dalam tubuh bersamaan dengan kalsium yang telah dilepaskan tulang dan gigi. Proses ini akan terus berlangsung setiap kali Anda minum soda, sehingga merampas persediaan kalsium tubuh dan memicu osteoporosis.

5.Ganggu sistem kekebalan tubuh
Kandungan pemanis di dalam soda tetap saja gula. Gula merusak gigi, mengganggu sistem kekebalan tubuh, dan bisa memicu penyakit degeneratif.

6.Picu sakit ginjal
Mereka yang minum soda diet sehari berisiko ganda mengalami penurunan fungsi ginjal.

7.Beresiko sakit maag
Jika anda termasuk soda addict, kemungkinan akan mudah terkena ganguan  maag.

8.Dehidrasi
Soda benar – benar membuat seseorang menjadi dehidrasi. Pasalnya kafein dan gula yang terkandung pada soda dapat membuat orang  merasa cepat haus.

9.Gangguan system pencernaan
Asam yang terdapat pada soda tidak bereaksi dengan baik, sehingga dapat menggamggu sistem pencernaan anda.

10. Menurunkan Kualitas Sperma
Menurut sebuah penelitian di Denmark, Pria yang mengonsumsi minuman bersoda sekitar satu liter atau berlebihan bisa menurunkan jumlah produksi dan kualitas sperma. Hasil penelitian itu menemukan, jumlah sperma pria yang rutin minum minuman bersoda hampir 30 persen lebih rendah dibandingkan yang tidak minum.
Namun, penelitian ini juga menuai kontroversi. Menurut Badan Kesehatan Dunia, WHO, minuman bersoda tidak terlalu mempengaruhi kesehatan reproduksi pria. Meski pria memiliki jumlah sperma yang sedikit, mereka tetap bisa memberikan keturunan.

11. Mengikis Gigi
Minuman bersoda , terutama pada minuman ringan jenis kola, memiliki kandungan utama yang disebut phosporic acid. Asam jenis itu merupakan jenis yang digunakan para dokter gigi untuk memperhalus enamel gigi sebelum dilakukan penambalan, fungsinya seperti ampelas untuk menghaluskan gigi.

Selain itu, tingginya kandungan gula pada sebagian besar minuman juga memiliki pengaruh yang tidak sedikit. Ketika bakteri plak pada gigi menyerap gula yang berasal dari makanan atau minuman, maka bakteri itu akan mengubahnya menjadi asam yang kemudian mengikis enamel.

12. Dapat Menyebabkan Bayi Lahir Prematur
Para Ibu yang kerap menenggak minuman ringan bersoda mengandung pemanis buatan mengalami risiko besar melahirkan bayi prematur. Riset yang didanai oleh Uni Eropa  (UE) mengungkap hubungan antara jumlah minuman yang dikonsumsi dengan kelahiran dini di antara 60 ribu wanita yang diikutkan dalam penelitian.

13. Memperbesar Resiko Terkena Encok
Sebuah penelitian menemukan meminum soda dapat memperbesar risiko terkena encok. Encok merupakan peradangan yang menimbulkan rasa nyeri. Peradangan terjadi karena kadar asam urat pada arah mengalir ke otot.

Sejumlah peneliti kemudian melakukan pengamatan selama 22 tahun kepada peminum air soda. Mereka menemukan orang yang baru saja meminum segelas soda berpemanis langsung mendapatkan risiko peradangan tersebut.

14. Mengandung Bakteri Tinja Manusia
Semakin banyak saja alasan untuk tidak mengonsumsi minuman soda. Kali ini peneliti mengungkapkan fakta horor tentang minuman soda. Hampir 48 persen minuman soda yang berasal dari tempat-tempat fast food atau cepat saji mengandung bakteri yang banyak terdapat pada tinja.

Bakteri tersebut awalnya berkembang dari kran minuman soda yang jarang dibersihkan. Bisa dibayangkan jika bakteri yang menempel pada kran minuman soda itu masuk dan berkembang dalam tubuh manusia. Alhasil, diare, sakit perut, keracunan dan penyakit pencernaan lainnya pun bisa mengancaman kesehatan.

15. Minuman Soda Bisa Picu Penuaan Dini

Menikmati minuman bersoda dikala sedang panas kadang begitu menyejukkan. Sayangnya, ketika sudah menjadi kebiasaan akan berdampak negatif bagi kesehatan. Hasil penelitian menunjukan kandungan fosfat pada minuman mempercepat proses penuaan. Itu dikarenakan fosfat merusak jaringan kulit dan otot. Lebih jauh, kandungan fosfat juga merusak jantung dan ginjal.

Hentikan Kebiasaaan Minum Minuman Bersoda

Jika anda sudah benar-benar kecanduan mengkonsumsi minuman bersoda, mungkin akan kesulitan untuk langsung menghentikan kebiasaan buruk ini. Lakukan hal ini secara bertahap, ingat bahwa masih banyak minuman yang menyehatkan dengan rasa yang enak.

1. Jika anda sudah pada tahap kecanduan, maka hentikan sedikit demi sedikit konsumsi minuman bersoda, beralihlah mengkonsumsi minuman sehat lainnya. Perubahan ini harus dilakukan secara bertahap, dan mungkin anda akan merasakan dampaknya, misalnya seperti penarikan fisik gula dan kafein dapat menyebabkan kelelahan, perubahan suasana hati, sakit kepala dan tidur yang terganggu.

2. Ubah kebiasaan anda. Jika anda sulit menghentikan kebiasaan mengonsumsi soda, coba secara perlahan ganti dengan minuman yang diolah dari bahan alami seperti jus, atau lebih baik ganti dengan air mineral yang sehat atau jus jeruk segar. Jadi tidak perlu lagi cemas, dengan asupan yang masuk pada tubuh.
Bagaimana pun juga, mengonsumsi sesuatu secara berlebihan akan berakibat buruk bagi tubuh anda. Tubuh punya batas maksimum ketka menampung zat-zat makanan yang masuk, ketika berlebih, maka zat itu tidak akan berguna dan akan diekskresikan atau disimpan dalam tubuh. Ketika terjadi kelebihan zat-zat itu, biasanya dapat mengganggu sistem metabolisme tubuh.