Petai merupakan sejenis tumbuhan dalam family Leguminosae yang berasal dari kawasan Asia Tenggara yang beriklim panas lembap. Pohon ini pada mulanya tumbuh liar di dalam hutan-hutan Indonesia, Malaysia, Brunei and Thailand, tetapi sekarang banyak dibudidayakan. Nama botaninya Parkia speciosa. Petai mengandung zat asam amino dan karbohidrat kompleks yang dapat menyebabkan air kencing berbau menyengat dan khas. Menurut penelitian, petai mengandung:
Pohon petai tumbuh tegak dengan batang kayu keras dan daun bentuk yang khas, memiliki ketinggian dapat mencapai 30 meter. Petai berbuah dalam bentuk papan, biji berwarna hijau muda. Bunga petai berwarna putih kekuningan, berbentuk bulat dan terbentuk diujung dahan. Memakan petai sangat bermanfaat bagi tubuh kita, walau terkenal karena baunya yang menyengat, setingkat di bawah jengkol. Masyarakat Indonesia, terutama kalangan bawah sudah terbiasa makan petai, selain murah dan mudah didapat, ternyata memakan petai juga dapat meningkatkan stamina bagai para pekerja keras. Di bawah ini merupakan sebagian dari manfaat-manfaat petai: 1. Meningkatkan Kemampuan Otak Dua ratus siswa di Twickenham (Middlesex, England) tertolong dengan mudah melalui ujian pada tahun ini karena memakan petai pada saat sarapan, istirahat, dan makan siang. Riset telah membuktikan bahwa buah dengan kandungan kalium tinggi dapat membantu belajar dengan membantu siswa semakin waspada. 2. Menghasilkan Tenaga Instan yang Besar Petai memiliki 3 macam gula alami yaitu sukrosa, fruktosa dan glukosa yang dikombinasikan dengan serat. Kombinasi kandungan ini mampu memberikan dorongan tenaga yang instan, namun cukup lama dan cukup besar efeknya. Riset membuktikan dua porsi petai mampu memberikan tenaga yang cukup untuk melakukan aktivitas berat selama 90 menit. Makanya jangan heran jika petai adalah buah yang disukai oleh para pekerja keras dan, bahkan atlet top. Penelitian juga membuktikan bahwa petai tidak hanya memberikan energi, namun juga mampu mencegah bahkan mengatasi beberapa macam penyakit dan kondisi buruk. Ini membuat petai menjadi salah satu makanan penting dalam makanan keseharian kita. 3. Mengatasi Anemia Dengan kandungan zat besi yang tinggi, petai dapat menstimulasi produksi sel darah merah dan membantu apabila terjadi anemia. 4. Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Buah tropis unik ini sangat tinggi kalium, tetapi rendah garam, sehingga sangat sempurna untuk memerangi tekanan darah. Begitu tingginya, sehingga FDA Amerika mengizinkan perkebunan petai untuk melakukan klaim resmi mengenai kemampuan buah ini untuk menurunkan resiko tekanan darah dan stroke. 5. Mengatasi Depresi Menurut survei yang dilakukan oleh MIND diantara pasien penderita depresi, banyak orang merasa lebih baik setelah makan petai. Hal ini terjadi karena petai mengandung tryptophan, sejenis protein yang diubah tubuh menjadi serotonin. Zat inilah yang membuat orang jadi rileks, mampu memperbaiki mood dan secara umum membuat seseorang lebih bahagia. 6. Mengatasi Sembelit Karena kandungan serat yang tinggi, maka petai akan mempermudah menormalkan kembali aksi pencernaan, membantu mengatasi permasalahan ini tanpa harus kembali ke laksativ. 7. Mengobati Mabuk Salah satu cara paling cepat untuk menyembuhkan “penyakit” mabuk adalah milkshake petai, yang ditambahkan pemanis dengan madu. Petai akan membantu menenangkan perut dan dengan bantuan madu akan meningkatkan kadar gula darah yang menurun drastis, sedangkan susu akan menenangkan dan kembali memperbaiki kadar cairan dalam tubuh. 8. Mengatasi Gigitan Nyamuk Sebelum anda meraih creamm obat gigitan nyamuk, coba untuk menggosok daerah yang terkena gigitan dengan bagian dalam kulit petai. Banyak orang berhasil mengatasi rasa gatal dan bengkak dengan cara ini. 9. Menenangkan Saraf Petai mengandung vitamin V dalam jumlah besar, sehingga akan membantu menenangkan sistem saraf. 10. Terhindar dari Kegemukan Penelitian di Institute of Psychology Austria menemukan bahwa tekanan pada saat kerja menyebabkan orang sering meraih makanan yang menenangkan seperti coklat dan keripik. Dengan melihat kepada 5.000 pasien di rumah sakit, peneliti menemukan bahwa kebanyakan orang mejadi gemuk karena tekanan kerja yang tinggi. Laporan menyimpulkan bahwa, untuk menghindari nafsu memakan makanan karena panik tadi, kita butuh mengendalikan kadar gula dalam darah dengan ngemil makanan tinggi karbohidrat setiap dua jam untuk mempertahankan kadarnya tetap. 11. Membantu Berhenti Merokok Petai dapat menolong orang yang ingin berhenti merokok. Vitamin B6 dan B12 yang dikandungnya, bersama dengan kalium dan magnesium, membantu tubuh cepat sembuh dari efek ketagihan nikotin. 12. Mengatasi Stroke Menurut riset dalam “The New England Journal of Medicine,” makan petai sebagai bagian dari makanan sehari-hari akan menurunkan resiko kematian karena stroke sampai 40%. Ternyata, petai merupakan obat alami untuk berbagai macam penyakit. Jika anda membandingkannya dengan apel, petai memiliki protein 4 kali lebih banyak, karbohidrat dua kali lebih banyak, tiga kali lipat fosfor, lima kali lipat Vitamin A dan zat besi, dan dua kali lipat jumlah vitamin dan mineral lainnya. Nah, selamat mencoba. |
SELAMAT DATANG DI BLOG HERBAMAED INDONESIA
HERBAMAED INDONESIA hadir untuk memberikan informasi manfaat tanaman obat/ Herbal khususnya Herbal Indonesia untuk kesehatan. Selain memberikan informasi herbal, HERBAMAED INDONESIA juga menyediakan berbagai macam herbal yang sudah dalam bentuk ektrak dan dikemas dalam bentuk kapsul sehingga memudahkan untuk mengkonsumsinya. Bagi yang berminat untuk memanfaatkan herbal dan konsultasi pengobatan herbal bisa contact : rsmjakarta@gmail.com atau dessysartika@gmail.com / 08988059632
Rabu, 02 Februari 2011
Mau Menjawab Soal Ujian Sekolah Dengan Mudah? Cobalah Sarapan dengan Petai
Pencegahan Penyakit dan Kiat Tetap Sehat pada Usia Lanjut
Menua secara fisiologis ditandai dengan semakin menghilangnya fungsi dari banyak organ tubuh. Bersamaan dengan itu meningkat pula insiden penyakit seperti coronary arterial disease (CAD), penyakit-penyakit serebrovaskular, penyakit ginjal dan paru. Hal ini akan menyebabkan semakin cepatnya tubuh kehilangan fungsi-fungsi organnya. Berbagai upaya dapat dilakukan untuk mencegah, menunda, atau menemukan dan mengenali secara dini berbagai penyakit atau gangguan kesehatan, serta mengatasi penyakit-penyakit yang muncul untuk mencegah komplikasi. Upaya tersebut disebut pencegahan primer, sekunder, dan tersier. Pencegahan Primer Pencegahan primer adalah berbagai upaya yang dilakukan untuk menghindari atau menunda munculnya penyakit atau gangguan kesehatan. Pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular)
Pencegahan penyakit kanker
Pencegahan kecelakaan (injury)
Pencegahan penyakit paru kronik
Pencegahan osteoporosis
Pencegahan penyakit infeksi
Pencegahan Sekunder Pencegahan sekunder adalah berbagai upaya yang dilakukan untuk deteksi dini adanya penyakit atau gangguan kesehatan agar dapat dilakukan tatalaksana sedini mungkin pula.
Pencegahan Tersier Pengelolaan penyakit atau gangguan kesehatan secara seksama harus dilakukan. Diperlukan kerjasama yang baik antara tenaga kesehatan dan pasien serta keluarganya agar penyakit atau gangguan kesehatan yang diderita pasien dapat terkelola dan terkendali dengan baik. Untuk itu amat dibutuhkan kepatuhan pasien dalam mengontrol penyakit-penyakit yang diderita agar tidak timbul komplikasi atau penyulit. Pada umumnya berbagai penyakit kronik degeneratif memerlukan kedisiplinan dan ketekunan dalam diet atau latihan jasmani, demikian pula di dalam pengobatan yang umumnya membutuhkan waktu bertahun-tahun bahkan bisa seumur hidup. Tidak jarang pasien merasa bosan dan akhirnya menghentikan pengobatannya sehingga penyakit menjadi tidak terkendali dan kemudian timbul berbagai komplikasi yang tidak jarang sampai mengancam nyawa. Tips untuk Tetap Sehat di Masa Tua Berikut ini beberapa tips untuk mendapatkan kualitas hidup yang baik dan sehat bagi para lansia:
Tips Menu Sehat Untuk Lansia Nutrisi yang baik salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan agar tetap sehat di usia baya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menu bagi lansia adalah :
|
Minuman Bersoda Menyebabkan Sindrom Metabolik dan 15 Gangguan Kesehatan Lainnya
Minuman bersoda memang memiliki rasa yang enak, menyegarkan dan praktis untuk dinikmati, apalagi dinikmati selagi dingin saat cuaca panas. Selain hanya memberikan rasa enak dan efek sensasi di mulut, minuman jenis ini hampir tidak memberikan manfaat lain bagi tubuh, bahkan bahan-bahan yang dikandungnya dapat berpotensi merugikan kesehatan anda. Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan yang lebih baik, masyarakat kini banyak yang beralih mengkonsumsi minuman mineral dalam kemasan. Minuman ringan (soft drink) adalah minuman yang tidak mengandung alkohol, merupakan minuman olahan dalam bentuk bubuk atau cair yang mengandung bahan makanan dan / atau bahan tambahan lainnya baik alami maupun sintetik yang dikemas dalam kemasan siap untuk dikonsumsi. Minuman ringan terdiri dari dua jenis, yaitu: minuman ringan dengan karbonasi (carbonated soft drink) dan minuman ringan tanpa karbonasi. Minuman ringan dengan karbonasi adalah minuman yang dibuat dengan mengabsorpsikan karbondioksida ke dalam air minum. Minuman soda atau bersoda merupakan salah satu jenis minuman ringan karbonasi. Bahan Tambahan dan Bahayanya Minuman soda memiliki berbagai zat tambahan, termasuk penambah rasa, zat pewarna, zat tambahan asam, agen pembentuk busa, serta zat pengawet yang tidak baik untuk kesehatan. Hampir semua minuman karbonasi/bersoda menggunakan bahan tambahan, yang menurut berbagai penelitian di laboratorium ialah: 1. Karbohidrat Suatu hal yang mustahil, kalau ada perusahaan minuman ringan yang mengatakan bahwa produknya tanpa bahan tambahan. Jika ada perusahaan minuman ringan tidak menggunakan bahan tambahan tentunya tetap menggunakan gula dan karbohidrat. Hanya saja jumlah karbohidrat pada minuman ringan cukup tinggi. Sedangkan zat penting lain seperti protein, vitamin dan mineral, jarang ada pada minuman ringan. Apalagi yang namanya minuman berkarbonasi/bersoda hampir tidak ada gizi di dalamnya. Gula ini memudahkan pengeluaran kalsium dari tubuh, hal ini berdampak buruk pada kondisi tulang anda. 2. EDTA Minuman karbonasi/soda banyak yang mengandung bahan tambahan dimulai dari pemberi rasa, pewarna sampai pengawet. Agar minuman tsb tetap bisa mengeluarkan sodanya, ada suatu bahan khusus yang ditambahkan, yakni EDTA atau ethylenediamine tetraacetate yang berfungsi memperpanjang daya tahan soda dalam minuman tsb. Hanya saja, bila tubuh kelebihan mengkonsumsi bahan ini, bisa mengganggu fungsi tubuh. Yang pertama, bisa menghambat penyerapan vitamin dalam tubuh. Lalu, juga mempengaruhi keseimbangan kalsium, zat yang dibutuhkan tulang anak untuk tumbuh akan terganggu. Parahnya, jika ketidak seimbangan ini bila berlangsung lama dan kontinyu, akan mengganggu fungsi ginjal. 3. Asam Sitrat Minuman karbonasi/soda, kadang-kadang terasa asam/masam. Rasa inipun sebenarnya tidak asli, tapi akibat diberi bahan tambahan. Tujuan pemberian asam dalam minuman adalah untuk memberikan rasa masam. Dengan adanya rasa masam, maka rasa manisnya gula akan terasa lebih menggoda. Dengan adanya bahan ini inversi (penyebaran) gula dalam minuman bisa lebih cepat. Dan dapat menyebabkan kerusakan pada gigi, serta iritasi pada lambung. 4. Gula Cair Untuk bahan pemanis, zat yang digunakan dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu gula alami dan sintetis. Adanya gula ini juga memudahkan terjadinya kenaikan berat badan, terutama pada anak-anak. 5. Sulfit dan Sulfur dioksida Dalam konsumsi yang berlebih, dapat menyebabkan sakit kepala dan diare dan juga mengiritasi lambung serta menyebabkan orang yang kelebihan mengkonsumsi bahan ini menjadi hipersalivasi (banyak mengeluarkan air ludah). Dampak Buruk Bagi Kesehatan Minum sekaleng soda saja sehari dinyatakan bisa meningkatkan risiko sindrom metabolik hingga 48%. Sindrom metabolik merupakan serangkaian faktor risiko penyakit jantung dan diabetes. Berikut beberapa efek negatif lain dari minuman bersoda: 1.Obesitas Mereka yang minum satu minuman soda atau lebih sehari berisiko lebih besar mengalami obesitas. Jika meminumnya setiap hari selama sebulan, maka akan memiliki 500 gram tambahan berat badan dan sulit untuk menghindarinya. 2.Rendah gizi Tidak ada penelitian yang mengungkapkan soda mengadung nilai gizi. Jika mengkonsumsinya berlebih maka hanya akan menambah racun pada tubuh. 3.Tingkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes Soda, bahkan soda diet sekali pun, berisiko memicu penyakit jantung dan diabetes. Orang dewasa yang minum satu minuman soda atau lebih sehari berisiko 50% lebih besar mengalami sindrom metabolik (serangkaian faktor risiko, seperti kelebihan lemak di area pinggang, kadar kolesterol baih HDL rendah, tekanan darah tinggi dan gejala lainnya). 4.Picu osteoporosis Saat minum soda, gigi dan tulang akan melepaskan kalsium ke aliran darah untuk membantu menyeimbangkan asam fosfor yang dikandung soda. Selanjutnya, asam fosfor ini akan dikeluarkan dari dalam tubuh bersamaan dengan kalsium yang telah dilepaskan tulang dan gigi. Proses ini akan terus berlangsung setiap kali Anda minum soda, sehingga merampas persediaan kalsium tubuh dan memicu osteoporosis. 5.Ganggu sistem kekebalan tubuh Kandungan pemanis di dalam soda tetap saja gula. Gula merusak gigi, mengganggu sistem kekebalan tubuh, dan bisa memicu penyakit degeneratif. 6.Picu sakit ginjal Mereka yang minum soda diet sehari berisiko ganda mengalami penurunan fungsi ginjal. 7.Beresiko sakit maag Jika anda termasuk soda addict, kemungkinan akan mudah terkena ganguan maag. 8.Dehidrasi Soda benar – benar membuat seseorang menjadi dehidrasi. Pasalnya kafein dan gula yang terkandung pada soda dapat membuat orang merasa cepat haus. 9.Gangguan system pencernaan Asam yang terdapat pada soda tidak bereaksi dengan baik, sehingga dapat menggamggu sistem pencernaan anda. 10. Menurunkan Kualitas Sperma Menurut sebuah penelitian di Denmark, Pria yang mengonsumsi minuman bersoda sekitar satu liter atau berlebihan bisa menurunkan jumlah produksi dan kualitas sperma. Hasil penelitian itu menemukan, jumlah sperma pria yang rutin minum minuman bersoda hampir 30 persen lebih rendah dibandingkan yang tidak minum. Namun, penelitian ini juga menuai kontroversi. Menurut Badan Kesehatan Dunia, WHO, minuman bersoda tidak terlalu mempengaruhi kesehatan reproduksi pria. Meski pria memiliki jumlah sperma yang sedikit, mereka tetap bisa memberikan keturunan. 11. Mengikis Gigi Minuman bersoda , terutama pada minuman ringan jenis kola, memiliki kandungan utama yang disebut phosporic acid. Asam jenis itu merupakan jenis yang digunakan para dokter gigi untuk memperhalus enamel gigi sebelum dilakukan penambalan, fungsinya seperti ampelas untuk menghaluskan gigi. Selain itu, tingginya kandungan gula pada sebagian besar minuman juga memiliki pengaruh yang tidak sedikit. Ketika bakteri plak pada gigi menyerap gula yang berasal dari makanan atau minuman, maka bakteri itu akan mengubahnya menjadi asam yang kemudian mengikis enamel. 12. Dapat Menyebabkan Bayi Lahir Prematur Para Ibu yang kerap menenggak minuman ringan bersoda mengandung pemanis buatan mengalami risiko besar melahirkan bayi prematur. Riset yang didanai oleh Uni Eropa (UE) mengungkap hubungan antara jumlah minuman yang dikonsumsi dengan kelahiran dini di antara 60 ribu wanita yang diikutkan dalam penelitian. 13. Memperbesar Resiko Terkena Encok Sebuah penelitian menemukan meminum soda dapat memperbesar risiko terkena encok. Encok merupakan peradangan yang menimbulkan rasa nyeri. Peradangan terjadi karena kadar asam urat pada arah mengalir ke otot. Sejumlah peneliti kemudian melakukan pengamatan selama 22 tahun kepada peminum air soda. Mereka menemukan orang yang baru saja meminum segelas soda berpemanis langsung mendapatkan risiko peradangan tersebut. 14. Mengandung Bakteri Tinja Manusia Semakin banyak saja alasan untuk tidak mengonsumsi minuman soda. Kali ini peneliti mengungkapkan fakta horor tentang minuman soda. Hampir 48 persen minuman soda yang berasal dari tempat-tempat fast food atau cepat saji mengandung bakteri yang banyak terdapat pada tinja. Bakteri tersebut awalnya berkembang dari kran minuman soda yang jarang dibersihkan. Bisa dibayangkan jika bakteri yang menempel pada kran minuman soda itu masuk dan berkembang dalam tubuh manusia. Alhasil, diare, sakit perut, keracunan dan penyakit pencernaan lainnya pun bisa mengancaman kesehatan. 15. Minuman Soda Bisa Picu Penuaan Dini Menikmati minuman bersoda dikala sedang panas kadang begitu menyejukkan. Sayangnya, ketika sudah menjadi kebiasaan akan berdampak negatif bagi kesehatan. Hasil penelitian menunjukan kandungan fosfat pada minuman mempercepat proses penuaan. Itu dikarenakan fosfat merusak jaringan kulit dan otot. Lebih jauh, kandungan fosfat juga merusak jantung dan ginjal. Hentikan Kebiasaaan Minum Minuman Bersoda Jika anda sudah benar-benar kecanduan mengkonsumsi minuman bersoda, mungkin akan kesulitan untuk langsung menghentikan kebiasaan buruk ini. Lakukan hal ini secara bertahap, ingat bahwa masih banyak minuman yang menyehatkan dengan rasa yang enak. 1. Jika anda sudah pada tahap kecanduan, maka hentikan sedikit demi sedikit konsumsi minuman bersoda, beralihlah mengkonsumsi minuman sehat lainnya. Perubahan ini harus dilakukan secara bertahap, dan mungkin anda akan merasakan dampaknya, misalnya seperti penarikan fisik gula dan kafein dapat menyebabkan kelelahan, perubahan suasana hati, sakit kepala dan tidur yang terganggu. 2. Ubah kebiasaan anda. Jika anda sulit menghentikan kebiasaan mengonsumsi soda, coba secara perlahan ganti dengan minuman yang diolah dari bahan alami seperti jus, atau lebih baik ganti dengan air mineral yang sehat atau jus jeruk segar. Jadi tidak perlu lagi cemas, dengan asupan yang masuk pada tubuh. Bagaimana pun juga, mengonsumsi sesuatu secara berlebihan akan berakibat buruk bagi tubuh anda. Tubuh punya batas maksimum ketka menampung zat-zat makanan yang masuk, ketika berlebih, maka zat itu tidak akan berguna dan akan diekskresikan atau disimpan dalam tubuh. Ketika terjadi kelebihan zat-zat itu, biasanya dapat mengganggu sistem metabolisme tubuh. |
Langganan:
Postingan (Atom)